Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
EPS 30


__ADS_3

Nampaknya rona bahagia semakin membanjiri keluarga Mahendra, pasalnya kini Virli dikabarkan tengah mengalami hamil muda. Setelah pernikahan terpaksa mereka empat minggu lalu, kini semakin mempererat hubungan yang semula tanpa dasar cinta, kini berujungnya tumbuh benih benih cinta mereka tumbuh dirahim Virli.


Hari ini juga adalah hari dimana Aslan melangsungkan pernikahannya bersama Tari, yang diadakan dikediamanya yang hanya didatangi para kolega kolega bersama beberapa sahabat dan juga keluarga Tari juga Aslan. Tampak Aslan tengah berdiri didepan cermin ditemani oleh Reno dan joni, ya memang selain Reno orang terdekat Aslan yang mengetahui rancana terselubung dalam pernikahan ini hanyalah joni.


" Wah boss terlihat semakin Tanpan saja" puji joni.


" Berhentilah seformal itu joo, lu bukan anak buah gua sekarang tapi lu udah gua anggep lu sebagai adik gua" Aslan menepuk bahu Joni sembari tersenyum.


" Trima kasih bang.. selama ini lu yang selalu membantu gua, walau lu tau gua cuman gelandangan yang hidup tanpa orang tua" joni tersenyum, membuat Aslan langsung memeluknya.


" Gua udah janji kan sama lu, ketika gua sama Sasya membantu lu dijalan dan bantu lu bangkit, secepatnya gua bakal cari nyokap tiri lu dan hancurin mereka itu janji yang gua buat bersama Sasya, gua bakal wujutin itu" Aslan melepaskan pelukannya. Dia terkejut saat mendapati Joni yang menangis, seumur umur dia belum pernah melihat joni menangis.


" Cengeng lu, hapus.. bukan joni yang gua kenal bisa nangis segampang itu" titah Aslan sambil memukul bahu joni dan tersenyum.


" Trima kasih bang.."


...~~~...


Sementara disebuah ruangan terlihat Tari duduk didepan cermin ditemani Ibu mila, widya dan juga Dea dan juga pada make up yang sudah disewakan widya khusus untuk merias Tari.

__ADS_1


" Wah, calon kaka ipar gua tambah cantik nih" goda Dea.


" Iya mbak, mbak Tari ini walau dipoles dikit aja udah secantik ini gimana full" ucap wanita yang merias wajah Tari.


" Siapa dulu dong, mantu mama gitu" celetuk Widya memegang bahu Tari.


" Kamu sangat luar biasa sayang" puji ibu mila setelah memperbaiki rambut Tari.


" Makasih maa..." Tari memeluk ibu mila dan juga Widya.


" Yah gua ketinggalan" Dea langsung bergabung dan saling memeluk.


" Loh Sayang kamu kok nangis" tanya ibu mila menghapus air mata Tari.


" Tari hanya bahagia aja maa.." Tari tersenyum tulus dan nampaklah sebuah lesung pipi dikanan dan juga kiri nya.


" Sayang.. keluar yuk, acaranya udah mau dimulai Aslan juga udah dibawah" Dimas datang menghampiri Dea.


" Loh kamu kok kesini yang, gk boleh tau" tegus Dea.

__ADS_1


" Yaudah kita keluar yuk, biarin aja Tari sama mama juga tante mila" Dimas lalu menarik tangan Dea dan mengalungkanny dilengannya.


Sementara dibawah nampak Aslan sudah duduk dihadapan penghulu dangan didampingi pak gali, yang tersenyum palsu.


" Pak silahkan" penghulu mengisyaratkan agar acara ijab kabul dilaksanakan. Pak gali langsung saja memajukan tangannya diikuti oleh Aslan yang langsung menjabat tangan pak gali dengan kuat, namun tidak nampak dimata orang.


" Bismillahhirahmannirrahim.. saudara Alsan Faturans Mahendra, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putriku bernama Tari Anastasya binti Suherman dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan juga berlian 25 karat dibayar.. TUNAI"


" Saya terima nikahnya Tari Anastasya binti Suherman dengan mas Kawin tersebut dibayar TUNAI" ucap Aslan mengeglegar diseluruh ruangan.


" Bagaimana para saksi, Sah"


" SAH.."


" SAH.."


" SAH.."


ucap semua orang, yang hadir.

__ADS_1


Lanjut.......


__ADS_2