
Hari ini ia akan kembali bekerja di perusahaan Fran Nik Grup perusahaan yang dipimpin oleh suaminya sendiri, untung saja dia tidak dibawah pimpinan Khabir langsung.
"seminggu dirumah ini rasanya aku ingin pergi jahu-jahu dari keluarga yang menyebalkan" pekik zoya dalam hati
Seminggu yang lalu...
zoya merasa bahwa kehadirannya tidak dianggap sama sekali, ia tidak seperti menantu dirumah ini ia lebih mengarah pada pembantu bahkan lebih dari itu.
seminggu ini dia selalu dibuat tidak tenang oleh mertuanya yang menyuruh ia seenaknya saja, iya mungkin sebagai menantu wajar untuk membantu apa yang bisa dibantu tapi ini lebih mengarah pada penyiksaan.
syahlaa tidak berhenti henti untuk menyiksa dan mengerjai menantunya itu, ia menyuruh zoya untuk membereskan segala pekerjaan rumah dari menyapu, mengepel, cuci piring, mencuci pakaian, menggosoknya sampai hal hal sepele juga harus ia yang melakukannya.
kecuali memasak ia tidak diizinkan untuk itu karena syahlaa khawatir jika menantunya itu meracuni keluarganya.
"apa aku sejahat itu dipikirkannya" (gumam gumam kecil bahkan hanya ia yang mendengarnya)
"aku ini siapa! aku menantu disini tapi dijadikan seperti pembantu bahkan lebih dari seorang pembantu" lirih zoya dalam hati
"ayah aku ingin pulang bersamamu dan mengadukan ini semua pada mu tapi apa daya ku aku tidak akan membiarkan mu bersedih apalagi keadaanmu yang memiliki riwayat sakit jantung, bagaimana aku mengatakan semua perlakuan mereka terhadap ku. aku hanya bisa memendam segala rasa sakit dihati ku agar ayah selalu bahagia"
---
"ah sudahlah aku harus bersemangat pagi ini, karena aku sudah tidak sabar ingin bekerja lebih tepatnya sih berjumpa dengan dia" tersenyum secerah mentari
selesai sarapan khabir meninggalkan ruang makan tapi langkahnya terhenti mendengar seseorang berbicara.
"aku akan kembali bekerja hari ini tuan" ucap zoya
Khabir yang hanya menghentikan langkahnya tanpa berbalik pada zoya menjawab sangat ketus "terserah mu, saya tidak peduli" beranjak dan langsung pergi meninggalkan nya.
__ADS_1
"baik tuan" jawab zoya
dan ia langsung beranjak ke kamarnya dan bersiap-siap untuk bekerja setelah selesai ia langsung keluar dan mencari mertuanya untuk berpamitan, meski sikap mereka sangat menyebalkan zoya tetap harus menghormati mereka terlebih lagi mertuanya yang jahu lebih tua darinya.
"nyonya saya akan berangkat kerja" sembari melebarkan senyumnya
syahlaa memberi tatapan tajam pada menantunya dan tidak menjawab apa apa padanya dan pergi begitu saja.
"baiklah saya harus pergi bekerja dan saya ingin bertemu dengan dia" gumam gumam kecil
...
sesampainya ia dikantor tatapan karyawan memandang ia aneh.
"ada apa tatapan mereka dengan ku" gumam zoya "ah sudahlah masuk saja keruangan dan bertemu dengannya" menghela nafas dan beranjak keruangannya
"sudah sudah jangan kangen kangen, basih tahu, kamu kan sudah punya suami mana mungkin kamu ingat aku apa lagi kamu sudah bercinta dengannya" meledek sembari memberi senyuman jail
"kalo iya emang kenapa" mengejek rayna balik sembari tertawa
"ihh.. kamu ngeselin tahu zoy, ah sudah aku malas ngomong sama kamu, aku kan tadi becanda dan ingin membuat kamu tersipu malu malah aku yang jadi ingin membuat" wajah bete padahal sih enggak wkwk
"siapa suruh kamu ngejahilin aku" mengejek
"baiklah aku akan pergi dari sini agar aku tidak menjadi pengganggu dari bayangan bayangan tuan khabir yang memulai adegan bercintanya haha.. " tertawa jahat dan meninggalkan zoya
"ehh.. dasarnya otak kamu enggak pernah lurus" teriak zoya pada rayna yg sudah hampir keluar dari ruangannya
"biarin.. haha" akhirnya hilang ditelan bumi, eh ditelan pintu deng eh enggak ditelan siapa siapa deng wkwk
__ADS_1
___
Hari-hari ia berjalan seperti biasa berangkat bekerja dan pulang tepat waktu karena itu sudah keputusan final dari mertuanya untuk dirinya.
Tidak dipekerjaan maupun dirumah ini membuat dia kesal sendiri dia ingin menyerah tapi apa daya dia mereka selalu mengancam menggunakan ayahnya.
Dipekerjaan, suaminya selalu menyuruh dia seenaknya padahal itu bukan tugasnya.
"ingin rasanya melemparkan berkas berkas itu kewajah sialan itu” memaki dalam hatinya
Sampai dirumah masalah hidupnya belum selesai! ia selalu mendapat perlakuan buruk dari mertuanya. selalu menyuruh dia seenaknya. enggak masalah menyuruh toh itu juga sebenarnya tugas dia sebagai menantu tapi mertuanya sangat keterlaluan selalu mengerjainya dengan segala cara.
“ingin rasanya menyiram air kotor kewajah mu nyonya” berguamam dalam hati
---
“hemm.. aku harus cari tahu mengapa mereka sangat membenciku dan apa motif mereka menikahkan ku dengan lelaki sialan itu!” berperang melawan hatinya "tapi siapa yang akan aku tanyai! Pelayan dirumah ini sangat pelit informasi mengenai rumah ini. hemm.. sepertinya aku harus bekerja keras untuk mendapat jawabanya… baiklah istirahat saja dulu aku rasanya sangat lelah dan ingin ambruk dikasur empuk itu..”
Tidak lama ia menjatukan tubuhnya kekasur ia langsung terlelap mungkin karena ia sangat lelah hari ini.
___
ikutin terusnya kelanjutannya novelnya 🥰
kalo ada saran tolong dicoment dong biar Author terus belajar menulis dengan baik.
Terimah kasih yang sudah meluangkan untuk membanca 🥰
jangan lupa tinggalkan jejak kalian 💚
__ADS_1