Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
EPS 88(BOM PART)


__ADS_3

Belum sempat melanjutkan pembicaraannya, Joni datang dengan tergesa-gesa membuka kasar pintu ruangan itu membuat kedua wanita itu terkaget.


" Joni ada apa, kenapa kau seperti ini" tanya Bunda Tika berdiri menyambut putra angkatnya itu.


" Bunda..." Joni menatap Nyonya Ariana berkaca kaca.


" Ada apa" Bunda merasakan tubuh Joni bergetar hebat.


" Bibi..." bibir Joni bergetar ketika mengatakan kalimat itu, Joni berjalan perlahan lalu memegangi wajah Nyonya Ariana yang terlihat sedikit berkerut.


" Kau kah ini Bii..." tanya Joni Nyonya Ariana tersenyum sambil mengangguki kepalanya. Air mata Joni luruh jatuh dengan cepat dia memeluk erat tubuh wanita baya itu.


Bunda yang sempat terkejut ketika mendengar Joni memanggil Nyonya Ariana dengan sebutan Bibi, kini dia hanya mengamati sambil mendengar cerita Joni. Bunda yang hanya mendengar menjadi mengerti siapa Nyonya Ariana bagi Joni, karna Joni dulu sering menceritakan masa lalunya.


" Dia merencanakan pembunuhan ku Bi, untung saja ada mbok Inah yang waktu itu juga sama aku tapi mbok Inah gak selamat bersama Arya Bii, demi nyelamatin aku dia mengorbankan diri dengan Arya" ucap Joni berderai air mata.


Nyonya Ariana terkejut pasalnya ketika dia keluar dari rumah Joni bertepatan ketika sang adik sepupu atau ibu kandung Joni baru saja meninggal dunia.

__ADS_1


" Keterlaluan ternyata dia menikah lagi, apa itu tujuannya membuat ku keluar dari rumah" batin Nyonya Ariana geram.


" Sudah berapa lama mereka menikah" tanya Nyonya Ariana lembut melepaskan pelukannya.


" Bahkan sebelum Mama meninggal Bii, Papa mengkhianati mama, aku benci mereka Bii aku benci bahkan papa punya anak laki-laki yang seumuran ku" ucap Joni penuh amarah bercampur sedih.


" Dari mana kau tau bibi disini?" tanya Nyonya Ariana mengalihkan pembicaraan ketika melihat Joni sudah agak mendingan.


" Aku melihat CCTV saat Bunda masuk bersama Bibi" jawabnya.


" Huh... sekarang bibi ingin bertanya dan jawab jujur" ucap Nyonya Ariana menatap Joni tajam membuat pria itu tersedak dan menunduk.


" Apa yang kau dan Aslan perbuat" tanya Nyonya Ariana membuat Joni tersentak meneguk ludahnya susah payah.


" Anu, itu Bii" gelagap Joni.


" Jujurlah apa yang kau perbuat pada kakamu" tanya Nyonya Ariana membuat Bunda Tika terkejut.

__ADS_1


" Maksudmu nyonya, Tari putrimu bukankah tadi kau bilang putrimu adalah Sasya" tanya Bunda Tika bingung. Kini Joni lah yang terlihat tampak bingung.


" Maksud bunda apa, dan apa maksud Bibi jika anak yang bibi maksud dulu adalah Tari tapi apa hubungannya dengan Kak Sasya" tanya Joni bingung.


" Akan aku jelaskan semuanya, tapi sebelum itu jawab pertanyaan Bibi tadi Joni jangan pikir kau bisa membohongi ku anak nakal" tekan Nyonya Ariana membuat Joni kembali gugup.


" Ini adalah salah satu petunjuk, biarkan saja Bibi marah pada bang Aslan toh dia terlalu keras kepala" batin Joni. Lalu dia pun menceritakan segala rencana yang di atur Aslan dan juga dirinya.


" Awalnya aku tidak masalah dengan ini, karna aku dendam pada pak Gali karnanya kak Sasya meninggal, namun aku tidak menyangka bang Aslan akan bertindak sejauh ini, hingga ia terjebak dalam permainannya sendiri" jelas Joni tersenyum sedih ketika mengingat bagaimana cintanya Aslan dan bagaimana terpuruknya ketika harus kehilangan orang yang sangat ia sayangi.


" Sebenarnya ini semua rencana Bibi, tapi bibi lupa memperhitungkan ini. Disini Aslan tidak salah namun juga bibi tidak membenarkan itu, tapi bibi tenang jika dia mencintai Tari"


" Maksud Bibi" tanya Joni.


" Sebenarnya Tari dan Sasya itu....."


Bersambung............

__ADS_1


##


sabar yaa, dari sini kita bakal tau dan bakal terkuak apa yang mengganjal dari semua yang terjadi.


__ADS_2