
Dimobil
" Kamu gk mau pindah sekampus sama Virli" tanya Aslan.
" Gk ah mas, nanti susah lagi dapet temen lagian aku juga udah betah di kampus ini" jawab Tari.
" Betah gegara ada dia" tanya Aslan dingin.
" Haa.. Dia siapa" tanya Tari tak paham,membuat Aslan mengerem mendadak untung saja jalanan masih sepi.
" Dia lah.. Attar yang selalu nemenin kamu, ngejar ngejar kamu, masih tanya lagi siapa" ucap Aslan tak suka.
" Oh Ayolah mas, dia bukan siapa siapa aku yah meskipun aku tau dia suka sama aku, tapi Ayolah mas.. aku juga udah punya kamu" ucap Tari meyakinkan.
" Tuh kan bener, dia suka sama kamu bukan gk mungkin kan kamu gk suka balik sama dia" halah keluarlah ke posesifan sang tuan Arogan.
" Mas.. aku emang pernah suka sama dia tapi cuman sebatas suka biasa aja.. Okey aku udah jujur sama kamu dan gada yang aku sembunyiin lagi dari kamu" ucap Tari lagi sambil menatap lekat lekat mata Aslan, seperkian detik Aslan pun menarik Tari kedalam pelukan nya.
" Aku mohon jangan berpaling" ucap Aslan memohon membuat Tari terkejut.
" Mas.. gk mungkinn lah aku berpaling, kamu suami aku" ucap Tari melepas pelukan nya sambil tersenyum kearah Aslan.
" Makasih.." balas Aslan juga tersenyum.
Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan menuju kampus Tari, hingga keduanya tak menyadari Mobil seseorang ada dibelakang mereka.
" Mas kok dibelakang kayak ada yang ngikutin yaa" tanya Tari ketika ia tersadar saat melihat kaca mobil.
" Ah mungkin searah kali.." ucap Aslan tak sadar ketika mereka sudah masuk di pekarangan kampus dan tak sengaja berpapasan dengan sebuah mobil Ferrari putih dari arah berlawanan juga memasuki pekarangan kampus.
" Kok kayak kenal ya" gumam Aslan memperhatikan perawakan mobil putih itu.
" Kenapa mas" tanya Tari.
" Gk.. aku kayak kenal aja gitu sama yang punya mobil" ucap Aslan sambil tersenyum.
" Yaudah mas aku ke dalam yaa" pamit Tari sambil menyalimi tangan Aslan, hingga kemudian berganti dengan Aslan yang mencium kening Tari.
__ADS_1
" Hati hati belajarnya.." ucap Aslan. Tari pun bersiap keluar namun sedetik kemudian Aslan kembali menarik tangan Tari hingga tanpa sengaja membuat bibir keduanya bertabrakan.
" Mas.." pekik Tari terkejut sambil memundurkan kepalanya.
" Morning kiss.. sayang" ucap Aslan tersenyum manis membuat hati Tari berbungan bunga.
" Ih mas,, dasar mesum" kesal Tari memukul pelan dada Aslan.
" Udah.. yuk keluar kamu Ben Tar lagi masuk kan, sini biar mas anter" ucap Aslan keluar lalu membukakan pintu untuk Tari.
" Tapi kan mas,, bukannya kamu mau ke kantor" tanya Tari saat keluar dari mobil.
" Udah, gak papa lagian aku boss nya Gada yang berani marahin" jawab Aslan terkekeh.
" Ih sombongnya suamiku.." cibir Tari sambil melangkahkan kakinya bersama dengan Aslan melewati mobil putih tadi.
" Loh Tari.." Sapa seorang gadis saat baru saja keluar dari mobil putih itu.
" Ayya.. lu" tanya Tari kepada sahabatnya itu.
" Tari.. ini suami lu" tanya Ayya yang memang belum mengetahui wajah Aslan.
" Emm.. itu, anu.. si-" jawab Ayya gelagapan.
" Loh.. Zaky" pekik Aslan terkekeh saat melihat wajah pria yang baru saja keluar dari pintu kemudi, sehingga membuat etensi pria itu mengarah kepada Aslan.
" A, Aslan..." pelik ketika melihat siapa yang memanggilnya.
" Lu ngapain disini" tanya Aslan dan pria yang bernama Zaky itu secara bersamaan. Sedangkan Tari dan Ayya hanya geleng geleng kepala melihat keduanya yang begitu kompak.
" Gua disini jadi dosen, lu sendiri" tanya Zaky.
" Gua anterin istri gua ngampus disini" jawab Aslan membuat Zaky terkejut.
" Istri" tanya Zaky terkejut dijawab anggukan oleh Aslan.
" Mas... Mas kenal" tanya Tari.
__ADS_1
" Iya sayang.. dia ini teman kuliah aku dulu" Jawab Aslan merangkul pundak Tari.
" Pak.. emang bener" tanya Ayya.
" Ya memang benar saya ini sahabatnya" jawab Zaky.
" Ah Tari, yuk kekelas.. ntar kalau lambat masuk gorila ngamuk" ajak Ayya kepada Tari sekaligus menyindir seseorang.
" Heh kamu bilang saya, saya sudah bantuin kamu loh bukannya bilang makasih, malah bicara kayak gitu.. mau saya hukum kamu" ucap Zaky menatap tajam ke arah Ayya.
" Gilla galak bener lu, perasaan dulu gk kayak gini" ucap Aslan kepada Zaky.
" Gk bakal kayak gini kalau, anaknya nurut" jawab Zaky menatap tajam ke arah Ayya, sedangkan yang ditatap hanya menunduk sambil ngedumel.
" Ini yang lu bilang dosen killer itu" tanya Tari sambil berbisik.
" Hu'u killer banget kan, gua do'ain deh moga moga cepet tua" jawab Ayya juga berbisik.
" Udah gk usah ngedumel disitu, mending kalian masuk deh.. Dari pada saya hukum" titan Zaky kepada keduanya.
" Iya pak.." jawab Tari.
" Mas.. aku masuk dulu yaa" pamit Tari mengambil tangan Aslan dan menyalami nya.
" Iya.. baik baik yaa sayang, ntar aku bakal jemput" jawab Aslan kembali mencium pucuk kepala Tari sehingga membuat iri para kaum yang sedang menatap mereka. Beruntung nya tidak ada Attar dan kedua dayang dayang nya.
" Gosa lama lama, yuk kekelas" ajak Ayya dan merekapun pergi meninggalkan kedua pria itu.
" Sama istri gua jangan galak galak, awas lu" ancam Aslan kepada Zaky.
" Hmm,, lu utang penjelasan sama gua" ucap Zaky meninggalkan Aslan sendiri. Sehingga Aslan pun ikut minggat dari tempat itu dan mengendarai mobil nya pergi.
**
" Gua bakal hancurin lu Tari" ucap seseorang yang tadi mengikuti mobil Aslan dari belakang.
Bersambung........
__ADS_1
##
Hmm, kita kira siapa yaa dia?