Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
EPS 54


__ADS_3

" Huh.. lega banget rasanya" ucap Mitha berjalan keluar kamar mandi menuju wastafel.


" Hey kamu... " teriak seorang dengan suara berat.


Mendengar teriakan tersebut, spontan saja Mitha berbalik menghadap belakang.


" Kamu ngapain disini hah.. inikan toilet pria" pekiknya menatap tajam Mitha.


" Eh ngaco yaa lu, ini toilet wanita mas.." bantah Mitha juga menatap pria tersebut yang menggunakan setelan jas lengkap.


" Enak aja.. bisa baca gk sih" kesal Pria tersebut menarik Mitha keluar dan berdiri tepat di depan tanda pengenal ruangan yang mana tertera gambar pria, sontak saja mata Mitha membulat sempurna. Dia kemudian menatap sekitar, dan terlihatlah banyak padang mata melihatnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Malu.. itulah yang dirasakan Mitha, dengan cepat dia berlari meninggalkan Pria tersebut.


" Heh... dasar wanita gilla" gerutu pria tersebut lalu berbalik menuju lantai dua dimana sang boss berada.


___ ___ ___ ___


Mitha terus berlari hingga berhenti tepat dimeja mereka tadi.


" Hosh... hosh.. hosh.." segera ia merebut minuman Ayya dan menyeruput nya sampai tandas.


" Astagfirlloh..." kaget Ayya.


" Astaghfirullah...." ucap Tari membenarkan ucapan Ayya.

__ADS_1


" Lu kenapa Ogep" tanya Ayya.


" Aaaaa... Tari, gua malu" ucanya memeluk Tari.


" Yaampun Mit.. malu kenapa coba" tanya Tari melepas pelukannya.


" Au lu.. emang Nape Mit" timpal Ayya.


" Gua malu njirrt.. masa gua salah masuk toilet sih, mana ketemu cowo galak bener lagi" bisiknya dan hanya Tari dan Ayya yang mendengar nya.


" Bwahahaha..." tawa Ayya pecah ketika melihat muka Mitha memetah, memang benar jika Mitha keperti itu ketika malu, bahkan mukannya sudah seperti kepiting rebus.


" Eh Ogep.." ucap Mitha memukul kepala Ayya.


" Yaudah pulang yuk, udah siang.." ajak Mitha yang sebenarnya ingin pergi cepat dari Caffe.


" Cus lah..." ucap mereka serempak lalu berdiri, namun Ayya terlebih dahulu mencegat mereka, ketika sehabis membaca pesan dari sang kaka.


" Guys maaf nih, barusan kak Rendy chat gua katanya minta dateng ke rumah sakit, kak Lisya sakit" ucap Ayya meminta maaf.


" Yaudah gk papa kali, lu pergi aja kita naik taxi bisa kok yakan Mit" ucap Tari meminta persetujuan Mitha.


" Iya.. udah gih sono, udah ditungguin" ucap Mitha.

__ADS_1


" Yaudah gua deluan yaa bye.." ucap Ayya berlari meninggalkan mereka sambil melambaikan tangan.


" Bye..." ucap mereka serempak.


" Yaudah yuk.. ntar kesiangan lagi pulang nya" ucap Tari.


" Cus lah.." mereka kemudian berjalan keluar Caffe tersebut.


Kini mereka sedang duduk di halte depan, terlihat banyak mobil yang berlalu lalang.. namun tak ada satu taxi lewat, adapun itu hanya beberapa angkutan umum, namun juga dipenuhi dengan orang". Walau kaya, Mitha juga tak masalah bila harus naik angkut namun, ayahnya juga sering melarangnya jika terlalu sering naik angkut.


" Yah Tari.. gk ada nih gimana dong" ucap Mitha lesu.


" Yaudah sabar aja kali.." ucap Tari, tak lama terlihat dua mobil mewah berhenti tepat didepan Tari juga Mitha.


" Kayak kenal.. " bisik Tari kepada Mitha.


" Moga moga bukan penjahat.." balas Mitha.


" Ih.. parnoan lu, mana ada penjahat naik mobil mewah kek gini" ucap Tari, tak berselang lama dua orang berjas lengkap turun dari masing masing mobil. Satunya dibaluti dengan jas berwarna Navi yang senada dengan celana dibaluti sepatu berwarna hitam, dan satunya lagi dibaluti dengan jas hitam senada dengan celana juga sepatunya.


" Mamposs gua.." batin Mitha.


Hayo.. siapa hayoo, pasti bingung nih kenapa Mitha berurusan sama cowo padahal ada cowonya, disini juga bukan hanya cerita cinta antara Aslan sama Tari yaa, tapi juga Ayya dan seseorang yang mungkin udah ketebak sama para readers, dan Mitha dengan... Dengan siapa yaa🤔 Haha, pantengin terus dan kalian bakal ngerti alurnya.

__ADS_1


Lanjut....


__ADS_2