Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
EPS 37


__ADS_3

Pesawat mereka kini berenti disebuah bandara Kanada, Aslan yang sudah selesai kini bersiap siap turun diikuti Reno yang menuntun Tari dibelakang.


" Ren.. lu anter dia keapartement, gua lanjut kekantor" ucap Aslan yang berjalan didepan.


" Lah lu kan suaminya"


" Serah lu, gk mau yaa tinggal gua pecat" ancam Aslan.


" O, Oky.. " Reno pun tak punya pilihan lain selain mengantar Tari ke apartement milik Aslan.


Kini Aslan duduk di mobil dengan disupiri anak buahnya sedangkan Reno menaiki mobil salah satu anak buah Aslan yang juga anak buahnya.


Tiga puluh menit diperjalanan, kini mobil yang Reno kendarai telah sampai dipekarangan apartement Aslan. Reno kemudian turun lalu membukakan pintu untuk Tari.


Dia kemudian berjalan beriringan dengan Tari yang menarik satu koper sedangkan milik Aslan dipegang oleh Reno. Tiba didepan pintu apartement Reno berbalik dan menyuruh Tari yang memencet password nya.


" Password nya 072123..." ucap Reno, Tari pun langsung memencet angka angka yang disebutkan oleh Reno. Aslan masih memakai tanggal jadiannya juga tanggal lahir milik dirinya dan Sasya.


" Ren.. mau dibikinin apa" tanya Teri.


" Gk perlu tar, gua langsung kekantor aja" ucap Reno meletakkan koper milik Aslan didekat koper Tari, lalu bergegas keluar.

__ADS_1


" Oh iya Ren, makanan kesukaan mas Aslan apa" tanya Tari memberhentikan langkah Reno.


" Sup iga, sama steak.." ucap Reno hendak melangkah namun terhenti.


" Bentar Ren, bahan bahanya ada gk yaa, didapur" tanya Tari lalu berbalik.


" Bentar gua suruh anak buah gua beliin yaa, ntar dia yang antar.. good luck yaa.." ucap Reno melangkah meninggalkan Tari.


" Terima Kasih Ren.. udah support gua" ucap Tari tersenyum menatap punggung Reno yang berjalan keluar.


Sementara di kantor, Alsan sedang berjalan masuk namun terhenti ketika melihat seorang wanita berdebat bersama resepsionis.


" Begini pak wanita ini ingin menerobos masuk, tapi kami melarangnya.. malahan dia mengaku ngaku sebagai pacar bapak.." ucap resepsionis tersebut berbahasa indo karena memang semua pekerja di kantor Aslan memang murni orang Indonesia hanya beberapa sahabat nya saja orang luar namun fasih berbahasa indo.


" Sayang....." wanita itu berbalik lalu memeluk Aslan, kemudian mencium pipi sebelah kanannya.


" Kedepannya Biarkan dia masuk..." ucap Aslan berjalan sambil merangkul tubuh seksi Vina


" Ba,ba,baik boss..." ucap resepsionis tersebut sembari menunduk. Vina yang melihat tersebut hanya bisa tertawa dalam hati.


" Sayang kenapa kau tidak memecatnya sih, dia sudah membuat ku kesal" ucap Vina bergelayut manja di lengan Aslan.

__ADS_1


" Biarkan saja dia.." kini mereka sampai di ruangan Aslan, dia kemudian menduduki dirinya di kursi kebesaran miliknya. Sudah lama dia tidak merasakan duduk disitu, dan sekarang dia kembali merasakannya. Meski sekarang dia jarang mengunjungi kanada, tidak ada yang berubah dari dekorasi tempatnya.


Melihat Aslan duduk Vina lalu mendekat dan langsung duduk di pangkuannya, kemudian dia mengalungkan tangannya dileher Alsan dan secepat kilat mel*ma* bibir Aslan, tanpa pikir panjang Aslan membalas l*ma**n tersebut melihat respon Aslan seketika Vina tersenyum. Dia lalu melepaskan l*ma**nnya dan menatap Aslan.


" Aku kira kamu marah sama aku yang..." ucap Vina, dia adalah kekasih Aslan yang setelah Sasya, dia memanfaatkan kesempatan tersebut dan dengan gencar mendekati Aslan dan menjadi kekasihnya, Aslan pun hanya menganggapnya sebagai pelampiasan. Beberapa bulan setelah mereka jadian Vina menghilang entah kemana Aslan juga tak ambil pusing, namun dia selalu mencari tau kebusukan Vina akhir akhir ini.


" Kenapa.." tanya Aslan.


" Ah lupakan" dia kemudian kembali mel*ma* bibir Aslan, dan dengan senang hati Aslan membalasnya.


" Yang kita shoping yuk" ajak Vina saat selesai ******* bibir Aslan.


" Bentar yaa, aku ada hadiah buat kamu" ucap Aslan yang mulai memainkan aktingnya.


" Apa itu yang.." tanya Vina kegirangan.


Aslan berjalan menuju kamarnya yang ada didalam ruangan. Terlihat dua orang anak buahnya dengan seorang pria yang diikat dikursi dengan lakban dimulutnya, salah satu anak buahnya juga sudah memegang sebuah map berisi data penggelapan uang yang dilakukan Vina. Selama ini dia selalu menggelapkan uang bersama pria yang diduga adalah Kaka dari Vina yang bekerja di bagian keuangan.


" Lanjutkan misi.." ucap Aslan kemudian mengambil sebuah paper bag, yang sudah dia isi dengan perhiasan.


Lanjut..........

__ADS_1


__ADS_2