Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
EPS 38


__ADS_3

Aslan berjalan dengan senyum palsunya,sambil mendekat kearah Vina.


" Sayang coba liat.. apa aku bawa.." ucap Aslan memberikan paper bag.


" Apa itu yang..." tanya Vina kegirangan, setelah membuka nya Vina tampak tercengang dan langsung memeluk Aslan dan memberikan sebuah ******* kebibir Aslan.


" Hmm.. anggap saja hadiah perpisahan" ucap Aslan membuat Vina spontan melepaskan pelukannya.


" Maksud kamu apa yang.." tanya Vina.


" Gk lucu yaa.." sambungnya tak percaya, seketika senyum devil muncul di wajah Aslan. Kemudian dia memberi aba aba dengan menepuk kedua tangannya, muncullah dua orang anak buahnya sambil membawa orang yang sangat dikenalinya, kemudian menendang nya hingga berhenti tepat dikaki Vina.


" Apa ini yang.. kamu tau kan dia Kaka aku, pokoknya aku gk mau tau pecat mereka sekarang kalau gk.." Vina membentak Aslan.


" Kalau gk apa hmm.." potong Aslan dengan ekspresi membunuh, lalu mendekat kearah Vina.


" Kamu mau ngapain.." Vina ketakutan.


" Kamu pikir saya gk tau seberapa liciknya kamu sama Kaka kamu itu.. saya tidak bodoh nona.." ucap Aslan semakin mendekat kearah Vina yang juga berjalan mundur.

__ADS_1


" Mau bermain main dengan saya pakai trik kecil kamu seperti itu.. c.k. gk mempan nona.." ucap Aslan semakin membuat Vina ketakutan.


" Sayang tolong maafkan aku.." dengan tak tau malunya dia memeluk Aslan kemudian menghadiahinya *******, dia juga meraih tangan Aslan meraba roknya.


" C.k. wanita sialan...." Aslan menghempaskan tubuh Vina kelantai.


" Bima.. bawa mereka kekantor polisi.." titah Aslan dengan cepat Bima juga Arga membawa mereka keluar, tak lupa Arga mengikat tangan Vina terlebih dahulu.


Setelah semuanya keluar tampaklah Reno berjalan sambil membawa beberapa berkas dari apartement nya.


" Woy.. itu bukannya Vina" tanya Reno.


" Yailah gk sabar yaa.. mau bulan madu" ledek Reno.


" Kalau lu mau, lu aja Sono" ucap Aslan datar.


" Dih bentar lagi lu paling bucin.." ucap Reno memelan.


" Gua denger yaa.." ucap Aslan membuat Reno bungkam.

__ADS_1


Hampir jam Dua belas malam menyelesaikan masalah perusahaan, kini Aslan pulang dengan membawa mobil sendiri karena Reno sedang lembur.


Ketika memasuki kedalam apartment nya terlihat Tari yang sudah tertidur lelap di sofa, tanpa mempedulikan keberadaan Tari Aslan terus saja berjalan menuju kamarnya, dilihatnya semua pakaian yang tadi masih di dalem koper sudah tersedia semua didalam lemarinya dengan Rapi.


Langsung saja dia merebahkan tubuhnya di atas kasur, tanpa memakan waktu lama Aslan pun kini telah terlelap dan masuk kedalam mimpi.


Tepat pukul jam 03:00 Dini hari, Tari terbangun akibat merasakan perutnya yang melilit. Dia kemudian memeriksa keberadaan Aslan kedalam kamar dan benar saja terlihat Aslan tertidur lelap dengan masih memakai pakaian kerja lengkap.


Tari berjalan menuju kedalam dan membukakan sepatu dan juga jas yang masih menempel ditubuhnya, dan kembali keluar menuju dapur untuk makan karena sejak tadi dia belum makan sesuap nasi pun. Sampai dimeja makan dia mengeluarkan masakannya yang tadi dia masak, ada sedikit rasa kekecewaan yang ia rasakan.


" Ah.. mungkin mas Aslan kecapeaan.." ucap Tari tersenyum kemudian menyantap masakannya. Setelahnya dia menuju ke kamar yang berdampingan dengan Aslan, karena di atas pesawat tadi Aslan sudah mengingatkan agar mereka tidur terpisah.


" Ya Allah kuatkan hambamu ini dalam menghadapi cobaan dalam rumah tangga ya Allah.." ucap Tari memejamkan matanya.


...~~~...


" Sayang jangan tinggalin aku yang.."


Lanjut .......

__ADS_1


__ADS_2