Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
BAB9


__ADS_3

Matahari telah meyingsing menandakan pagi telah tiba. Pernikahan mereka telah berjalan selama sebulan. Seperti biasa mereka sarapan bersama dimeja makan dengan hidangan yang begitu lezat, mereka tetap makan bersama walau perlakuan mertua dan suaminya selalu membuat kesal dirinya.


Hari ini syahlaa ingin mengajak Khabir kesuatu tempat, tidak tahu tempat apa itu. bahkan mertuanya tidak mengajak menantunya. Karena ia sudah biasa merasa terasingkan dikeluarga Zafran.


"toh ngomong sama mereka enggak nyelesaikan masalah yang ada nambah masalah" gumamnya dalam hati


Setelah selesai sarapan mereka langsung meninggalkan meja makan dan bersiap untuk pergi. Berhubung suami syahlaa dan anak perempuannya juga tidak dirumah dikerenakan banyaknya tugas yang harus ia urus diluar negeri jadi untuk beberapa bulan tidak akan pulang dan untuk Nafisah sendiri dia harus menyelesaikan kuliah semester akhirnya, Belum tahu kepulangannya kapan karena belum bisa dipastikan.


Akhirnya zoya berfikir untuk memulai misinya untuk menemukan alasan mereka mengapa membencinya dan sepertinya keberuntungan ada dipihak zoya sekarang.


“hmm.. seperti aku hari ini punya sedikit kebebasan walau banyak pelayan yang akan memata mataiku, sekarang aku harus focus menemukan sedikit bukti agar aku juga bisa bebas dari rumah ini aku sudah tidak betah berada disekeling orang orang sialan itu. maafkan aku memaki kalian, habisnya kalian semua menjengkelkan” gerutu zoya dalam hatinya


“harus mulai darimananya” berfikir sejenak hmm. sepertinya aku harus mulai dari kamar nyonya terlebih dulu" tersenyum sedikit licik


“tapi aku tidak akan semudah itu masuk kekamar nyonya, apa alasan aku masuk kedalam sananya, jika aku masuk tiba tiba pasti para pelayan curiga denganku” gumamnya dalam hati



Selesai dengan rencana yang sudah ia kembangkan didalam otaknya akhirnya ia memulainya.


“permisi pak saad”


menundukan kepala “ada apa nona” Tanyanya


“pak tadi saya terjatuh sehingga cincin pernikahan ku jatuh" menunjuk pintu kamar mertuanya "tadi saya melihat kearah pintu nyonya masuk dari celah celah pintu dari bawah, bapak bisa temenin saya mengambil cincin itu” memasang wajah pias

__ADS_1


“tapi nona saya tidak diizinkan memasukan orang sembarangan kekamar nyonya” sebenarnya pak saad kasian tapi dia juga harus mengasianin dirinya juga bukan, bagaimana nanti nyonya murka sama saya


“hmm, enggak bisa ya pak, lalu bagaimana dengan cincin itu pak” ucap zoya "ayolah pak bekerja sama sebentar saja, kumohon pak" wajahnya yang mulai menghiba


“baiklah nona tapi nona tunggu didepan pintu saja biar saya yang masuk mencari cincin nona” mencari jalan tengah


“baiklah pak tidak mengapa yang terpenting cincinnya bisa ketemu” sudah iya saja dulu pikir zoya


Mereka pun berjalan menuju kamar nyonya syahlaa, pak saad yang sudah masuk kekamar nyonya nya berusahan mencari cincin nonanya, sedangkan zoya menunggu didepan pintu.


Sudah ada sekitar 20 menit tapi cincinnya belum ia temukan..


“nona sepertinya cincinya tidak ada disini”


“tapi memang tidak ada nona” (:jawab pak saad


“baiklah kita cari berdua bagaimana pak?” ayolah pak bolehkan


lama terdiam akhirnya pak saad nenyetujui "baiklah nona kita cari bersama sama, tapi saya mohon nona jangan menyentuh barang barang milik nyonya ya" ucapnya


“baik pak”


Akhirnya zoya bisa masuk kedalam kamar ini, ini kali pertamanya ia masuk kekamar mertuanya, "kamar yang indah" gumamnya dalam hati. Ia melihat suasana yang ada didalamnya "seperti tidak ada apa tapi terlihat kamar yang mewah, tapi mengapa penjagaan kamar nyonya sangat-sangat ketat ada apa ya dikamar ini! menerka nerka


Zoya kembali focus mencari cincinnya, alasanya agar bisa masuk kekamar ini tapi sepertinya tidak ada apa apa yang mencurigakan. "baiklah kita sudahi mencari sesuatu dikamar ini"

__ADS_1


Tapi ketika ia ingin meyudai pencariannya,ia tertuju pada suatu benda kotak tidak begitu besar dan tidak kecil juga, yang membuat ia penasaran akhirnya ia memutuskan membuang cincinya beneran ke kolong tempat tidur karena akan susah mengambilnya pikirnya, karena ia membutuhkan waktu sedikit lagi. Akhirnya zoya berkata.


“pak itu cincinya” tunjuk zoya ke kolong tempat tidur "pak itu keujung banget tidak ada benda atau apa gitu agar bias diambil kalo masuk..." sudah dipotong oleh pak saad


“sudah biar saya yang masuk kekolongnya nona” pikir pak saad agar cepat selesai perkara ini


Pak saad langsung masuk kekolong menagambil cincinya,sedangkan zoya focus dengan kotak kecil yang berada dimeja paling pojok dan tertutupi oleh pas bungga, ia langsung melihat kotak tersebut, alangkah terkejutnya ia melihat isi kontak tersebut.


Zoya yang tidak punya waktu banyak langsung menaruh kembali barang itu ketempatnya.


Meraka sama sama selesai dalam urusanya dan pak saad menyerahkan cincinya kepada zoya.


“terimakasih pak saad” ucap zoya


“sama sama nona, itu sudah tugas saya membantu anda”


Akhirnya mereka meninggalkan kamar syahlaa. Dan zoya yang memilih istirahat kekamarnya dan ia kembali berpikir tentang sosok yang ia lihat dikamar."apa yang mereka coba sembuyikan dariku" zoya berpikir keras mengenai hubungan mereka


Baiklah setidaknya aku menemukan sedikit bukti agar aku bisa terlepas dari pernikahan ini dan agar aku tahu motif mereka menikahi putranya dengan diriku


...


Tinggalkan Jejak kalian ya gusy 🥰


terimakasih dukungannya😍

__ADS_1


__ADS_2