Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
EPS 79,80(BOM PART)


__ADS_3

" Apa dia lagi chatting an sama cowo kemarin itu" batin Attar terus saja menatap Tari hingga tanpa sadar Tari dan yang lain telah selesai makan, namun dia tak kunjung selesai.


" Haii semua....." suara seorang pria dari arah belakang mengagetkan mereka berempat, terlebih untuk Mitha yang seakan malas melihat dia sudah tau pemilik suara tersebut.


" Elu Dit,, ayo duduk" ucap Attar membuat Ayya memelototkan matanya menatap Attar sedangkan yang dilihat tidak memperhatikannya.


Mendengar tawaran Attar, membuat Mitha menyelesaikan makannya dan berdiri hendak meninggalkan mereka.


" Loh yang, mau kemana" tanya Radit menahan tangan Mitha namun segera ditepis.


" Siapa yaa, maaf gua gak kenal.. emm guys gua deluan yaa" ucap Mitha.


" Eh kita juga ikut kok, Luan yaa Tta" ucap Tari juga berdiri dan hendak pergi.


" Loh kok lu pergi juga, disini aja temenin gua habisin makanan gua yaa" ucap Attar menahan tangan Tari.


" Maaf gua ikut Mitha yaa" kekeh Tari menepis tangan Attar sedikit kasar.


" Sayang.. dengerin dulu penjelasan aku, yang kemarin it-" ucap Radit memegang kedua tangan Mitha namun kembali di tepis dengan keras juga menghadiahi tamparan keras dipipi Radit, membuat Radit meringis.


" Mau bicara bohong apa lagi haa, dasar cowo matre tukang selingkuh, puas lu sakitin hati gua, puas lu manfaatin, puas puas...." teriak Mitha membuat semua yang ada di sana terkejut bukan main, karena selama ini mereka di kenal sebagai pasangan bahagia.


" Mitha..." ucap Tari pelan hendak menyentuh Mitha namun Mitha sudah terlanjur berbalik.


Bug...


Baru berjalan beberapa langkah, tubuh Mitha menabrak tubuh kekar seseorang.


" Nangis aja, keluarin semuanya" bisik orang itu memeluk Mitha, yang ternyata adalah Reno.


" Reno,, hiks-hiks-hiks" Mitha pun menumpahkan semua air matanya, sambil mengeretkan pelukannya.


" Reno..." Ucap Tari terkejut, lalu berjalan mendekat.


" Kita pulang yuk" bisik Reno diangguki Mitha.


" Reno lu ngapain disini" tanya Tari.


" Iya, gua mau jemput kalian yuk" jawab Reno segera ditahan Attar.


" Siapa lu ngajak pergi cewe gua haa" Teriak Radit membuat Reno tersenyum lalu menatap Mitha yang sudah tenang namun masih betah didalam pelukannya.


" Gua bakal beresin ini dulu, lu sama Tari dulu yaa" ucap Reno pelan sambil melepaskan pelukannya.


" Tapi gua gak mau jadi kayak kemarin" ucap Mitha menatap Reno yang tersenyum.


" Gak bakal kok" Ucap Reno yakin lalu mengecup kening Mitha membuat wanita itu dia membeku.


" Tar, bentar yaa" Reno pun berjalan kearah Radit sambil melipat lengan kemejanya.

__ADS_1


" Hmm, perlu saya ingatkan status kalian sekarang itu lebih tepatnya MANTAN, dan perkenalkan" Reno mengambil paksa tangan Radit lalu menggenggamnya " Saya adalah tunangan Mitha" ucap Reno membuat Radit menghempaskan kasar tangan Radit.


" Gak mungkin Mitha hianatin gua" gumam Radit seolah semua kesalahan atas ulah Mitha.


" Wah wah, hebat sekali perlu saya buktikan jika anda yang memulai" dengan tenang Reno tersenyum miring.


" Gua emang gak salah, kalian yang selingkuh dari gua" kekeh Radit.


" Baiklah...." Reno lalu merogoh sakunya lalu menelfon seseorang.


" Lakukan sekarang juga" ucapnya kemudian mematikan sambungan telepon nya.


" Nikmatilah Dramamu dalam beberapa menit kedepan" gumam Reno berjalan meninggalkan mereka.


" Yuk" ajak Reno kepada Mitha juga Tari, sedangakan Ayya menatapnya tak berkedip.


" Tapi gua sama teman" ucap Tari melirik Ayya yang ada di sampingnya.


" Emm yaudah ikut aja" ucap Reno.


" Eh gak usah gua ada urusan" ucap Ayya mengingat jika ia harus mengambil mobilnya di bengkel.


" Ikut aja sama saya, nanti saya bakal kasih turun di bengkelnya" ucap Reno membuat Ayya mau tidak mau mengikuti nya.


" Mampu jalannya" Tanya Reno membuyarkan lamunan Mitha.


" Haa kenapa" tanya Mitha, membuat Reno gemas sendiri lalu mencubit pipinya.


" Ayya..." teriak salah seorang mahasiswi dari belakang membuat keempat orang itu berhenti dan berbalik.


" Kenapa Ndin" tanya Ayya kepada mahasiswi yang bernama Andin.


" Itu, lu di panggil pak Zaky menghadap dia" ucapnya sedikit terengah.


" Aduh ada apa lagi sih tuh dosen killer" gumam Ayya lesuh seketika.


" Yaudah makasih infonya" jawabannya tersenyum sedangkan mahasiswi itu berjalan meninggalkan mereka.


" Guys sorry yaa, gua dipanggil" lirih Ayya.


" Yaudah gak papa, bye Ay" ucap Mitha dan Tari.


Sementara di kantor Aslan.....


" Reno kok lama banget sih, dasar ngaret" gerutu Aslan sambil menggoyangkan kursi kebesarannya.


" Pasti ngebucin nih, dasar Reno sialan" gumamnya baru terpikirkan pasti Reno sedang bersama Mitha dulu baru bertemu Tari.


" Ah Reno sialan" kesalnya berdiri lalu meraih kunci mobil serta ponselnya. Segeralah dia bergegas keluar meninggalkan kantor dan menuju Kampus Tari.

__ADS_1


" Kosongkan jadwal saya, semua perkejaannya alihkan ke pak Reno karna saya sedang ada urusan" ucapnya lalu berjalan meninggalkan Ratih yang bengong.


Dengan kecepatan lumayan tinggi Aslan menuju Kampus Tari, hingga tak butuh waktu lama akhirnya dia pun sampai di kampus, kedatangannya seakan menghipnotis para kaum hawa yang sedang berlalu di pekarangan kampus. Namun Aslan berjalan cuek sambil membuka ponsel nya dan menanyakan pada Joni dimana posisi Tari sekarang, karena selama ini gerak gerik Tari selalu di awasi Aslan.


Bak mendapatkan emas, Aslan berjalan cepat menuju Taman dekat kantin kampus.


" Yaudah jangan lama lama, ntar Si bos marah lagi" ucap Reno membuat Tari terkejut.


" Jadi bener mas Aslan kirim orang buat jemput aku" tanya Tari berjalan mengikuti langkah Mitha dan Reno. Hingga dia tak menyadari Attar kini ada di hadapan mereka untuk menghadang.


" Kalau lu mau pergi ya pergi aja, asal jangan bawa Tari" ucap Attar menghadang Tepat di hadapan mereka lalu menjauhkan Tari dari Reno.


" Apa masalahnya sama anda, toh Tari tidak keberatan" tanya Reno memicingkan matanya menatap Attar.


" Dia emang gak masalah, tapi gua masalah karena selama Tari disini itu tanggung jawab gua" ucap Attar kekeh, sambil menggenggam tangan Tari.


" Tta lepas Tta.." keluh Tari.


" Diem dulu" titah Attar.


" Atas dasar apa, lu bukan cowoknya jadi lu gak berhak larang larang dia" ucap seorang pria dari arah belakang lalu mendorong dengan kasar Attar dan melepaskan genggaman tangan Attar di tangan Tari.


" Sial.. siapa yang berani dorong gua" pekik Attar berdiri dan berbalik.


" Gua,, lu bukan apa apanya Tari jadi jangan ngatur dia seenak lu aja" ucap Pria itu dingin sambil merengkuh pinggang ramping Tari.


" Lu.." Pekik Attar menatap pria yang tak lain adalah Aslan.


" Siapa lu haa, dan kenapa lu meluk Tari asal lu tau Tari itu pa-"


" Lu apa,, jangan pernah sekalipun lu ngarep Tari bakal jadi milik lu, karena dia itu punya gua" Ucap Aslan menekan setiap kata yang keluar dari mulutnya.


" Reno,, gua tunggu lu di parkiran" ucap Aslan dingin sambil berjalan meninggalkan mereka dengan menarik Tari melinggalkan lokasi. Sementara Tari yang terkejut hanya terdiam.


" Mati gua" gumam Reno pelan tapi masih mampu di dengar oleh Mitha walau samar.


" Kenapa Ren" tanya Mitha menyentuh lengan Reno.


" Gak papa kok, mending sekarang kita balik juga yuk" ucap Reno kemudian berjalan beriringan bersama Mitha, tak peduli dengan tatapan kagum dari banyaknya mahasiswa.


**


" Gua bakal milikin tuh cowo, gua yakin pesona Mitha masih kalah dari gua" gumam seseorang yang sedang duduk di salah satu meja sambil memandangi Reno takjub.


" Haha,, gua bakal buat lu malu besok dan kita bakal liat trending topik kampus ini, dan sedikit lagi rencana gua bakal sempurna" gumam seseorang dari balik pohon setelah berhasil memvideokan aktifitas mereka tadi." Kejadian tadi semakin mempermudah rencana gua" sambungnya tersenyum puas lalu kembali memakai kacamata hitamnya.


Bersambung.........


##

__ADS_1


Hmm kira kira siapa yaa mereka,, nantikan terus kelanjutannya...


__ADS_2