
"kenapa ada dia disini, eh tunggu apa dia client yang mau berkerjasama" gumam zoya sambil berpikir
"kenapa ada lelaki ini dihadapan ku!" memandang sinis tetapi secepat mungkin ia merubah ekspresinya
"apa dia bekerja di Perusahaan yang akan bekerja sama denganku? apa suaminya ada disini? dimana suaminya?" ucap lelaki itu dalam hati
mereka bertiga masih dengan pikiran mereka, sehingga sekretaris khabir memperkenalkan diri
"hallo tuan, perkenalkan saya rian sekretaris dari tuan khabir" menunjuk khabir seraya menjabat tangan client nya
"saya ardi, yang akan melaksanakan kerja sama dengan kalian" ucapnya
"perkenalkan tuan nama saya roy, saya kepala direktur yang memegang bagian desain secara penuh" ucap roy sembari menjabat tangan client nya dan disambut dengan senyum "ardi" ucapnya
"hallo tuan, saya zoya bagian desain yang akan merancang bangunan yang akan didirikan" ucap zoya seraya tersenyum, ardi merahi jabat tangan zoya dan tersenyum agak lama sampai tangan mereka belum terlepas
"uhukk.." manatap sinis kearah istrinya dan mereka pun melepas jabat tangannya
"perkenalkan nama saya Irsyad Khabir Zafran yang akan bekerja sama dengan anda" ucapnya penuh ketidaksukaan. ardi merahi tangan khabir "ardi" ucapnya
"baiklah mari duduk, agar kita bisa memulai meeting kita pada pagi ini" ucap rian sekretaris khabir, dan mereka pun duduk
Zoya mempresentasikan bagaimana rancangan desainnya dihadapan mereka dengan sangat baik dan memukau. tanpa zoya sadari ardi menatapnya dengan sangat dalam dan khabir pun memperhatikan ardi dengan jengahnya.
"apa-apan laki laki ini memperhatikan istri orang begitu dalam" gerutu khabir dan memandang sinis ke ardi, tetapi ardi tidak menyadarinya.
"sekian, terimakasih" ucap zoya seraya mengakhiri presentasinya dan disambut dengan tepuk tangan mengapresiasi kerja kerasnya
"saya suka dengan presentasi kamu, lugas, tidak bertele tele dan rancangan desain kamu sangat keren sekali" ucap ardi dan tersenyum kearah zoya.
khabir melihat ardi melemparkan senyum kearah istrinya, dan itu membuat ia semakin kesal saja
"apakah ada lagi yang ingin disampaikan!" ucap khabir pada ardi yang belum mengakhiri pandangannya kearah zoya
"saya rasa cukup, dan saya akan bekerja sama dengan perusahaan kalian" Ucap ardi dan menjabat kembali tangan mereka menandakan metting sudah berakhir
Ketika mereka akan beranjak pergi ardi menghentikan mereka
"mohon maaf tuan-tuan dan nona bagaimana kita makan terlebih dahulu, sayang sekali kita tidak makan bersama direstoran mewah ini" ucap ardi seraya mengajak mereka untuk makan
__ADS_1
"iyaya benar sekali saya juga sebenarnya sedang lapar, kalian semua tidak keberatan kan? ucap rian meminta persetujuan mereka
"iya boleh, sekalian mempererat kerja sama kita" ucap roy
"Sepertinya saya tidak bisa, saya ada urusan lagi" ucap khabir dan hendak melangkahkan kaki
"hee.. tunggu tuan, mari kita makan saja, tidak enak menolak niat baik seorang, saya juga sedang lapar, tapi kalo tuan sedang ada urusan yang sangat penting tidak apa apa saya akan pulang bersama mereka" ucap zoya mengajak khabir
"cih.. bilang saja kalian mau berduaan, sok sok mengajak tapi diujung kalimat mengusir secara halus" ucap khabir dan memandang sinis kearah istrinya
khabir tidak menjawab ajakan istrinya ia kembali duduk dikursinya tadi. zoya yang melihatnya kesal sendiri "untuk apa aku mengajak mu makan, lebih bagus kamu pergi saja" gerutu zoya dan mengalihkan pandangannya kerah roy dan rian
"tuan ajak istri kalian makan, jangan berfoto saja" ucap zoya pada roy dan rian dan tertawa kecil meledek mereka
"mereka akan segera kesini nona" ucap rian
"ha.. lihat mereka sudah datang" tersenyum kearah istrinya
mereka pun duduk bersama sembari menunggu makanan datang yang telah dipesan dan berbincang bincang.
"maaf tuan ardi, apakah tuan sudah menikah?" tanya rian
"hmm.. saya sebenarnya sedang menunggu seseorang dan berniat menikahinya tapi sepertinya kami tidak berjodoh" ucap ardi dan melirik sekilas kearah zoya
khabir menghentikan tatapannya kelayar handpone nya dan memandang istrinya dan ardi secara bergantian
"memuakan sekali mereka" gerutu khabir dan melirik sinis kearah istrinya dan juga ardi
"tuan ardi seperti apa wanita yang anda sukai itu? tanya khabir
"dia lucu, menggemaskan pula dan sangat baik" ucap ardi dan melirik sekilas kearah zoya yang dilirik lebih milih bermain handpone
"eh siapa yang menyuruh mu melirik istri ku, pake ngatain dia menggemaskan lagi! tahu apa engkau tentang dia" gerutu khabir dalam hati
"kenapa kalian bisa tidak berjodoh? apa dia sudah punya pacar?" sambung roy
"bukan hanya pacar tapi sayang dia sudah menikah" ucap ardi sedikit kecewa
"sudah tuan jangan bersedih, wanita itu pasti menyesal, dan anda sepertinya laki laki yang baik pasti akan dapat yang lebih baik" ucap rian memberi semangat.
__ADS_1
disela rian berbicara, makanan yang ditunggu akhirnya datang juga...
"jadi maksud mu aku tidak baik! awas saja kau ya rian!" gerutu khabir dalam hati
"tapi aku berharap tetap denganya" gumam ardi
"mari makan semua" ucap zoya
mereka pun makan sambil Bersenda gurau diiringi tawa mereka, sepertinya mereka nyambung satu dengan yang lain tapi jangan tanya perasaan khabir sepertinya dia sudah ingin menelan orang :D
Selesai mereka makan, mereka pun berfoto bersama untuk mengingat hari ini. selesai itu mereka berpamitan satu dengan yang lain untuk kembali kehotel.
"tuan tunggu kenapa anda buru buru sekali, aku bahkan belum sempat mengambil foto" ucap zoya kesal dan mengikuti irama langkah kaki suaminya menuju taxi yang sudah ada didepan resto tersebut
"tuan" panggil zoya
"kenapa kau berisik sekali!" ketus khabir yang sangat kesal
"ehh.. kenapa anda kesal, jika tidak mau berfoto yasudah tidak perlu marah marah!" ucap zoya dengan tatapan jengah
"masuk" ucap khabir dan zoya pun masuk kedalam taxi tersebut diikuti khabir setelahnya
mereka kembali menuju hotel didalam perjalanan mereka tidak ada yang bersuara satu sama lain sampai mereka telah sampai di halaman hotel. mereka turun dan tidak lupa zoya mengucapkan terimakasih pada supir taxi nya.
Khabir terus melangkah dan zoya mengikutinya dari belakang
"kenapa cepat sekali dia berjalan"
sampailah mereka dikamar hotel, zoya duduk disofa sedangkan khabir ke kamar mandi membersihkan dirinya.
"ada apa dengan ku, kenapa aku kesal sekali melihat ada yang memujinya pake bilang lucu, gemas lagi, tahu apa laki laki itu tentang istriku" mengeram kesal "apa aku cemburu, ehhh. tidak" menggoyangkan kepalanya dan mentap kearah cermin
.
.
.
Hallo teman² selamat membaca novel ku, maaf ya enggak bisa up banyak²😁 tapi semoga kalian suka dengan ceritanya😍
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya, di like dong hehe🤪🥰
terimakasih untuk kalian yang telah memberi dukungan🥰🥰🥰