
Aslan menyudahi mandinya lalu kemudian keluar hanya menggunakan handuk saja, saat dia keluar bertepatan juga ketika Tari hendak masuk ke ruang ganti.
Tari pun terkejut bukan main ketika melihat Aslan keluar hanya menggunakan Handuk, dia pun berinisiatif pura pura tak melihat dan mempercepat langkahnya menuju ruang ganti, namun baru saja selangkah masuk dia didorong Aslan hingga tersungkur dipintu lemari.
" Ma-ma-Mas..." ucap Tari gugup apa lagi melihat tubuh kekar Aslan ditambah dengan rambut yang masih basah.
" Sial kenapa aku tak bisa menahan diri" batin Aslan tak sadar dengan apa yang dia perbuat.
" Bagaimana.. puas menikmati nya semalam, seharusnya aku berterimakasih terhadapmu karena sudah menolongku, tapi cara kotor mu memanfaatkan waktu agar aku sentuh sungguh wanita licik" ucap Aslan tepat berhadapan diwajah Tari.
" Atau kau belum puas, sehingga ingin menggodaku lagi dengan hanya menggunakan baju semacam ini"
" Aku bisa saja menyentuhmu kapan saja" ucap Aslan hendak mencium bibir Tari namun Tari memalingkan wajahnya, membuat Aslan kesal dan menangkup wajahnya dan memegang rahangnya kuat kuat.
__ADS_1
" Wanita licik..." ucap Aslan ******* habis bibir Tari, selesai melakukannya dia mengambil Boxser nya juga kaos putih lalu pergi meninggal Tari yang terdiam melihat Aslan pergi.
" Di~Dia mencium ku dalam keadaan sadar..." batin Tari salah tingkah lalu tampa sengaja dia menendang sebuah benda hitam yang sedikit masuk kedalam kolong lemari, Tari kemudian berjongkok dan meraih benda tersebut betapa terkejutnya dia ketika melihat sebuah foto yang didalamnya terlihat jelas Aslan sedang merangkul pinggang seorang wanita cantik dan tersenyum penuh kebahagiaan. Seketika hatinya sakit melihat sangat suami bermesraan dengan wanita lain, namun entah kenapa dia merasa familiar dengan wajah wanita itu, dia berusaha mengingat namun bukannya mengingat dia malam pusing dan pingsan dilantai.
Aslan yang sedari duduk diruang tamu bingung ketika menyadari Tari belum keluar sedari tadi. Saking penasarannya Aslan memilih melihat kenapa Tari belum keluar juga.
" Tar~" Belum selesai berbicara, Aslan kelabakan ketika melihat Tari tersungkur dilantai sambil memegangi se bingkai Foto yang tak asing baginya.
" Tari.. Tari..." pekik Aslan, entah kenapa dia cemas terhadap keadaan Tari seperti ini. Tanpa pikir panjang Aslan lalu menggendongnya Ala bridal style, membawanya keluar tak lupa dia mengambil kunci yang ada diatas meja makan. Ketika di lift Aslan bertepatan dengan Reno yang menenteng makanan yang sempat Aslan minta sesaat sebelum mandi.
" Gua gk tau tadi pas gua tinggal dia udah pingsan Aja di kamar ganti.. daripada cuman ngomong mending lu siapin mobil gua okey ini kuncinya.." ucap Aslan memberikan kunci, secepat kilat Reno berlari keluar gedung beruntung mereka bertemu ketika dibawah.. jadi mudah baginya untuk berlari keluar dan menyiapkan mobil.
Aslan menempatkan kepada Tari di pangkuannya, entah kenapa hatinya ikutan cemas ketika melihat Tari dalam keadaan seperti ini.
__ADS_1
Didalam perjalanan..
" Tari kok bisa kek gini sih.." tanya Reno lagi.
" Diem aja deh Ren" bentak Aslan kepada Reno, bukannya diam Reno malam berbicara kembali dengan nada mengejek.
" Oh gua tau.. pasti kelamaan gegara semalam kan, keterlaluan lu Slan.. istri sendiri lu bikin tepar kek gitu" ucap Reno berhasil membuat Aslan bicara.
" Maksud lu.. lu tau apa yang terjadi semalem.."
**Lanjut lah......
Mau cerita dikit boleh gk, sebenernya aku sedih seh akhir akhir ini yang baca novel aku dikit nih.. yaa walau pun emang prosesnya kek gitu sih.. tapi aku masih bersyukur karna masih ada orang yang baca di lapak ini, semoga kedepannya makin suka yaa.. aku juga habis ini mau rilis yang baru, makanya kedua novel aku jalanin bareng bareng supaya tamatnya gk lama😅
__ADS_1
Udah ampe situ aja seh ceritanya babay**...