Dendam Dalam Pernikahan

Dendam Dalam Pernikahan
Bab.36 Terbongkar


__ADS_3

Setelah sarapan bersama, Daniel dan Livia pun langsung kembali ke rumah. Mereka disambut baik oleh Mami Luci dan Danis yang ternyata mengira jika pasangan itu menghabiskan malam bersama di apartemen.


"Wah, aku kira bakal lama di apartemen? Ternyata cuma semalam?" ujar Danis sambil mendoorong kursi roda Mami Luci untuk menemui Daniel dan Livia yang baru saja masuk ke dalam rumah.


"Kalau butuh bulan madu bilang dong, Kak. Gak usah tiba-tiba ilang terus gak pulang. Bikin orang khawatir aja," sambung Danis lagi dengan senyum menggodanya.


"Sudah Danis, jangan goda kakak kamu terus. Mereka kan masih pengantin baru, jadi wajar kalau cari waktu berdua." Mami Luci mencoba menjadi penengah, walau kekehan di akhir perkataannya membuat wajah Daniel dan Livia memerah.


"Sebaiknya kamu atur jadwal kakak kamu dari sekarang, biar mereka bisa pergi bulan madu." Akhirnya, Mami Luci pun ikut menggoda pasangan baru itu.


"Apartemen?" Daniel melirik Livia ketika mendengar godaan dari Mami Luci dan Danis. Walau dia juga ikut malu mendengar semua ucapan Daniel dan Mami Luci, tetapi dia belum mengerti tentang kata 'apartemen' yang disebutkan oleh Danis.


Livia yang lupa mengatakan alasan yang dia buat kepada Mami Luci kemarin malam pun meringis pelan kemudian memberi kode pada Daniel kalau dia harus mengiyakan perkataan adik dan ibunya.


"Ah iya!" Daniel terkekeh pelan sambil menggaruk belakang kepalanya seolah sedang menahan malu.


"Aku merasa sedikit kelelahan kemarin, jadi memutuskan menginap di apartemen," jawab Daniel dengan sedikit alasan yang dia tebak juga digunakan oleh Livia.


"Iya, gak apa-apa. Malah kita kira hari ini Kaka juga gak akan pulang. Iya, kan, Mam?" Danis masih saja menggoda kakaknya.


...❤️‍🔥...


Seorang wanita paruh baya berpakaian seksi terlihat duduk di kursi sebuah restoran bintang lima dengan tangan memegang gelas anggur yang sesekali dia goyangkan. Langit malam yang hanya sedikit menampilkan bintang karena sedang tertutup awan membuat dia tersenyum tipis.


Beberapa saat menunggu, seorang laki-laki yang mungkin berumur sedikit lebuh muda darinya pun terlihat berjalan menghampirinya, kemudian menyapa dengan nada suara ramah. "Selamat malam, Nyonya."

__ADS_1


Wanita itu mengalihkan pandangannya kepada laki-laki itu kemudian tersenyum tipis sambil mengangguk pelan. "Malam. Silahkan duduk."


Setelah saling menyapa dan berbincang sebentar, wanita itu pun memberitahu tujuannya meminta bertemu dengan laki-laki itu di restoran ini. Ternyata laki-laki yang berprofesi sebagai seorang pemimpin produksi acara gosip di salah satu stasiun televisi itu, diminta untuk menyiarkan sebuah berita eksklusif yang dimiliki oleh wanita itu.


"Apa beritanya? Saya tidak bisa asal menyiarkan," ujar laki-laki itu masih belum menyetujui permintaan sang wanita.


Wanita itu mengambil sesuatu dari dalam tasnya, kemudian menaruhnya di atas meja dalam keadaan terbalik. Laki-laki itu pun tampak penasaran dari apa yang akan ditunjukkan sang wanita di selembar foto itu.


"Ini adalah berita yang pasti akan menjadi sangat heboh. Ini tentang salah satu pengusaha," ujar wanita itu dengan tatapan meyakinkan.


"Pengusaha? Siapa?" tanya laki-laki itu terlihat mulai tertarik.


Wanita itu menyeringai dengan cukup lebar, kemudian membalik lembar foto di tanganya.


"Iya. Anda tentu masih mengingat bagaimana pemberitaan tentang pernikahannya beberapa saat yang lalu bukan? Ini masih tentang pernikahannya," ujar wanita itu yang ternyata Murti.


Laki-laki itu menatap Murti dengan tatapan rumit, keduanya saling beradu pandang dengan seringai aneh di wajah mereka.


...❤️‍🔥...


...Fakta mengejutkan. Ternyata pernikahan rahasia yang dilakukan oleh pengusaha kaya, Daniel Arslan Hartoyo dengan wanita yang bernama Livia Aymar Gasendra, hanyalah sebuah pernikahan palsu. Livia yang selama ini menjadi sosok misterius yang tidak diketahui asal usulnya ternyata hanyalah seorang perawat yang sudah satu tahun ini bertugas untuk merawat Luciana, ibunda Daniel yang mengalami kelumpuhan karena kecelakaan bersama suaminya beberapa tahun lalu. Daniel diketahui sudah memanfaatkan Livia untuk melakukan pernikahan pura-pura agar bisa menentang rumor tentang dirinya yang beredar sebagai penyuka sesama jenis. Pernika--...


Daniel langsung mematikan televisi di kamarnya yang menyiarkan tentang rumor yang kini beredar tentang dirinya dan Livia. Dia bahkan langsung melemparkan remot televisi itu ke sembarang arah hingga hancur berantakan.


"Sialan!" umpat Daniel dengan suara tertahan. Entah siapa yang berani menyebarkan berita ini kepada media, hingga kembali membuat kekacauan.

__ADS_1


Setelah berita itu beredar dengan berbagai bukti yang diperlihatkan oleh media, kini saham perusahaan kembali anjlok, Daniel yang baru saja menghirup napas lega karena tender yang dia incar telah berhasil dia miliki sekarang harus kembali kecewa karena banyak dari para pemegang saham protes bahkan mulai mencari pembeli untuk saham mereka di perusahaan.


"Dasar cucu tidak berguna! Untuk apa kamu melakuakn pernikahan palsu seperti ini, hah?! Kamu pikir kebohongan bisa menyelesaikan masalah?!" sentak Kakek Banu di depan seluruh keluarga yang tengah berkumpul di ruang tengah kediaman keluarga Hartoyo.


Livia dan Daniel tampak duduk dengan kepala menunduk dalam, tak sanggup menghadapi tatapan tajam dan sorot mata penuh kecewa dari laki-laki tua itu. Begitu pun juga dengan yang lainnya, mereka semua tidak ada yang berani mengangkat kepalanya.


"Kamu lihat sekarang! Karena kebodohan kamu ini, saham perusahaan anjlok, dan kita rugi besar!" Kakek Banu masih berbicara dengan menggebu-gebu.


"Aku memang sudah curiga dari awal. Kalian memang bukan pasangan suami istri yang sesungguhnya, dan sekarang semuanya terbukti. Kalian memang hanya berpura-pura?" Kakek Banu tampak terkekeh pelan walau sudut matanya terlihat basah.


"Aku gak mau tau, kamu harus menyelesaikan semua masalah ini, atau perusahaan akan aku alihkan pada Julio!" putus kakek Banu yang membuat Daniel dan Danis langsung mengangkat kepala sambil menggeleng pelan.


"Tidak, Kakek tidak bisa melakukan itu kepada kami! Selama ini aku dan Danis sudah berusaha untuk memajukan perusahaan. Karena masalah seperti ini, Kakek tidak bisa berbuat seperti itu pada kami!" Daniel langsung menentang, dia benar-benar tidak menyangka jika sekarang kakeknya bahkan ingin memberikan perusahaan ini pada Julio. Padahal dulu Julio adalah cucu yang tidak pernah dia anggap keberadaannya.


"Semua ini bukan salah Daniel dan Livia." Tiba-tiba Mami Luci ikut angkat bicara, hingga semua orang kini mengalihkan atensinya pada wanita paruh baya itu.


"Mami?" Daniel dan Livia bergumam pelan menatap penasaran apa lagi yang akan Mami Luci ucapkan.


"Aku yang meminta Daniel untuk menikah dengan Livia. Sebagai ibu, aku takut jika dia terus memilih melajang di usia yang sudah sangat matang seperti sekarang. Ditambah lagi dengan rumor menyimpang yang beredar. Ibu mana yang tidak khawatir mendengarnya," ujar Mami Luci dengan tetes air mata jatuh begitu saja membasahi pipinya.


"Mami." Livia memeluk pundak Mami Luci yang kini duduk di sampingnya.


"Maaf." Mami Luci mengusap tangan Livia. Sebenarnya dibalik semua permintaan pernikahan antara Daniel dan Livia. Dia juga menyembunyikan jika selama ini dirinya mengetahui semua berita tentang Daniel di luar sana.


Mami Luci juga sudah tahu niat Daniel dalam menikahi Livia, sejak awal. Hanya saja, Mami Luci berpura-pura tidak tahu dan membiarkan Daniel dan Livia saling mengenal. Sebagai seorang ibu, Mami Luci tentu tahu jika Livia yang lembut dan penyabar adalah tipe wanita yang cocok menikah dengan Daniel yang keras kepala dan selalu kelelahan dengan segala urusannya. Namun, dia melupakan sesuatu. Jika sebuah kebohongan tidak akan bisa menyelesaikan masalah. Karena sebuah kesalahan akan menemukan cara untuk meminta dibenarkan.

__ADS_1


__ADS_2