Dendam Dalam Pernikahan

Dendam Dalam Pernikahan
Bab.89 Mau adik


__ADS_3

Livia kembali memeluk erat sesuatu yang begitu nyaman itu, dia menduselkan wajahnya di tempat yang terasa hangat dengan mata yang masih tertutup rapat. Wanita itu tampaknya masih belum sadar dengan keadaan saat ini.


Livia perlahan mulai membuka matanya seiring kesadarannya yang semakin pulih. Namun, begitu ingatannya kembali, Livia langsung mendorong apa yang ada di depannya, walau saat dia melakukannya ternyata itu sudah sangat terlambat.


Daniel yang sudah bangun lebih dulu terlanjur menahan pergerakannya, hingga kini Livia tidak bisa lagi menghindar dari laki-laki itu. Livia menutup matanya kencang sambil merutuki perbuatannya sendiri.


Perlahan, wanita itu tampak mulai mengangkat kepalanya, hingga dia bisa melihat dengan jelas wajah Daniel yang tampak sedang tersenyum puas padanya.


"Selamat pagi, sayang," ujar Daniel sambil kembali memberikan kecupan ringan di kening Livia.


Wanita itu tampak mengerjap beberapa kali, sebelum kemudian dia menarik kembali kepalanya secepat kilat. Dia menundukkan kepalanya hingga keningnya menabrak dada Daniel.


"Ish," desahnya menahan sakit.


Ah, entah kenapa, setelah menikah dengan Daniel dia mudah sekali merasa sakit dan merintih hanya dengan kejadian remeh seperti ini, padahal biasanya dia tidak mengeluh walau itu sebuah luka dalam sekali pun.


Daniel terkekeh, kini dia bisa melihat sisi lain Livia, setelah beberapa bulan ini dia mendapatkan Livia yang sudah mulai jujur dengan perasaannya, sekarang dia juga bisa melihat sisi manja wanita itu. Ah, itu terasa sangat menyenangkan.


"Sakit ya, sayang? Sini aku lihat dulu," ujar Daniel sambil mengangkat dagu Livia hingga wajah wanita itu kembali mendongak.


"Uh, merah," sambung Daniel lagi kemudian mulai meniup kening Livia yang tampak memerah.


Mendapati napas hangat Daniel yang menerpa wajahnya, tanpa sadar Livia kembali menutup mata.


Melihat itu, Daniel tersenyum dengan niat kembali menggoda Livia. Laki-laki itu tampak mengecup kilas bibir Livia hingga Livia tampak langsung membuka mata dengan wajah yang bingung.


"Kamu sedang menggodaku? Mau melakukannya lagi, hem?" tanya Daniel sambil menggerakan matanya melihat ke arah dada Livia.


Mendapat godaan dari Daniel, tak ayal membuat pipi Livia kembali memerah bagaikan kepiting rebus. Wanita itu langsung menarik selimut dan menutup seluruh kepalanya hingga tak terlihat lagi.


"E--enggak. Aku gak ada menggoda kamu, ya!" teriak Livia dari dalam selimut.


Tawa Daniel pecah begitu saja. Laki-laki itu tergelak kencang mendapati sikap malu istrinya yang tampak begitu lucu untuknya.


Dalam satu gerakan, Daniel pun ikut masuk ke dalam selimut hingga wajahnya tepat berada di depan wajah Livia.


"Kamu yang menggodaku, jadi--" ujar Daniel terhenti sambil menatap wajah Livia.


"J--jadi apa?" tanya Livia terbata.


"Jadi kita main satu kali lagi," jawab Daniel sambil kembali ******* bibir Livia.

__ADS_1


Namun ....


Tok tok tok!


"Mama, Papa!"


Daniel dan Livia langsung melepaskan tautan bibir mereka dan ke luar dari selimut ketika mendengar teriakan seorang anak yang begitu mereka kenali.


"Ares?" ujar keduanya bersamaan.


Cepat Livia menarik selimut ntuk membungkus tubuhnya yang bahkan masih polos, lalu turun dari ranjang dan berlari menuju kamar mandi.


"Kamu temui Ares dulu," uajar Livia lagi sambil mengeluarkan kepalanya dari balik pintu kamar mandi yang hampir tertutup.


Daniel menghembuskan napasanya kasar, kemudian beranjak dari tempat tidur dengan terpaksa.


"Untung anak sendiri," desah Daniel sambil mengambil baju acak dan memakinya asal.


"Papa, Mama! Buka pintunya, ini Ares!"


Daniel kembali mendesah berat ketika mendengar teriakan anak kecil itu.


"Iya sebentar, sayang!" jawab Daniel sambil berjalan menuju pintu.


...❤️‍🔥...


"Iya. Dia yang mengeluarkan Juno dari penjara dan membantu Juno mendapatkan kembali anggota gengster yang menaungi Julio, kemudian membalas dendam padamu," jelas Agra.


Daniel mengepalkan tangannya erat ketika mendengar semua ucapan Agra. Dia begitu marah pada mantan tunangannya. Laki-laki itu tak habis pikir, kenapa dia bisa jatuh cinta pada wanita jahat macam Selvia, bahkan sangat terpuruk saat wanita itu mengkhianatinya?


"Dasar wanita tidak tahu diri!" geram Daniel dengan tatapan menyorot tajam dan penuh kebencian.


"Lalu, sekarang bagaimana dengan dia? Apa kamu juga menyingkirkannya?" tanya Daniel kini beralih pada Agra.


Keduanya sepakat tidak akan lagi menggunakan kata formal, mengingat sekarang mereka sudah berkeluarga, lagi pula umur Daniel lebih tua sedikit dibandingkan dengan Agra, hingga tidak pantas jika Daniel memanggil Agra Tuan atau Kakak, seperti Livia.


"Aku serahkan dia padamu. Tapi, kalau kamu mau menghancurkannya, aku memiliki sesutu yang pasti akan langsung melemparkannya sampai ke dasar," jawab Agra sambil menaruh sebuah flash disk di atas meja.


Daniel mengambilnya sambil tersenyum tipis. "Dia sudah membahayakan anak dan istriku, tentu saja harus mendapatkan harga setimpal untuk itu."


"Tenang saja, aku tidak akan pernah mengecewakanmu," sambung Daniel lagi.

__ADS_1


...❤️‍🔥...


Esok harinya, publik digemparkan dengan tersebarnya video fulgar Selvia bersama dengan beberpa laki-laki yang sengaja disamarkan wajahnya.


Rumor itu, tentu saja langsung membuat wanita itu terkena kasus. Apa lagi dari sekian banyak video yang tersebar, ada juga video yang memperlihatkan ketika Selvia sedang menggunakan obat-obatan terlarang.


Hanya berjarak beberapa jam saja setelah video itu tersebar melalui aku anonim di berbagai media sosial, Selvia pun diciduk polisi di rumahnya dengan beberapa pasal pelanggaran hukum yang dia lakukan.


Setelah melakukan serangkaian tes dan sidang, wanita itu pun akhirnya diponis bersalah dan harus menjalani hukuman sekaligus rehabilitasi karena ternyata sudah kecanduan obat terlarang. Dia juga mendapat banyak tuntutan dari berbagai merek yang telah menandatangani kontrak dengannya, mereka semua menuntut ganti rugi atas semua kerugian yang diakibatkan oleh kasus yang menimpa Selvia.


Berbagai usaha untuk naik banding yang Selvia minta selalu gagal dan menemui jalan buntu. Dia akhirnya harus pasrah dengan semua keputusan hakim.


Benar kata Agra. Wanita itu benar-benar jatuh sampai ke dasar. Bukan hanya semua kontraknya diputuskan secara sepihak dan mendapatkan banyak hujatan dari banyak netizen. Tetapi semua hartanya juga habis untuk membayar denda kepada para perusahaan.


...❤️‍🔥...


Daniel dan Livia kini sedang berdiri berdua di luar gerbang sebuah taman kanak-kanak. Keduanya tengah menunggu Ares yang sekarang sudah resmi bersekolah dan akan menetap di Indonesia bersama dengan Daniel dan Livia.


"Mama, Papa!" teriak Ares begitu anak kecil itu melihat kedua orang tuanya yang menunggunya.


Livia melambaikan tangan ketika melihat anak pertamanya itu berlari ke arahnya, sementara Daniel bersiap untuk menerima tubuh anak itu yang selalu langsung menghambur ke arahnya.


"Ma, Pa, boleh gak Ares minta hadiah ulang tahun yang ke enam? Kan ulang tahun Ares sebentar lagi," tanya anak itu dengan sorot mata polosnya.


Daniel dan Livia saling menatap kemudian terkekeh pelan sebelum menjawab pertanyaan anak mereka yang terdengar lucu.


"Tentu saja boleh, sayang. Memang kamu mau hadiah apa, hem?" tanya Livia sambil mencubit pelan hidung Ares.


"Aku mau adek!" jawab Ares dengan begitu semangat sampai suara terdengar kencang.


"Begitu? Ares mau adek?" tanya Daniel lagi sambil menurunkan Ares di kursi belakang mobil mereka dan memasangkan sabuk pengaman.


"Eum. Tadi temen aku cerita di kelas, katanya dia baru aja dapet adek perempuan. Katanya lucu, suka nangis kalau haus atau pipis. Dia juga bawa fotonya, lucu banget, kayak boneka. Pipinya merah. Aku juga mau, Pah." Anak kecil itu tampak bercerita dengan penuh semangat.


Daniel tersenyum kemudian masuk ke kursi kemudi. Dia menatap Livia yang sudah duduk di sampingnya. Ini memang sudah beberapa bulan mereka menikah, tetapi keduanya belum diberikan kepercayaan lagi untuk memberikan adik pada Ares.


Namun, Daniel dan Livia masih bersikap santai. Keduanya sudah pernah memeriksakan diri ke dokter dan ternyata tidak ada yang salah. Mereka hanya diberikan vitamin dan disuruh kembali jika sudah satu tahun menikah tetapi belum berhasil hamil.


Namun, kini Ares menginginkan seorang adik?


Daniel menggenggam tangan Livia kemudian menciumnya, dia tersenyum hangat untuk menenangkan wanita itu.

__ADS_1


"Sabar ya, sayang. Kamu berdoa saja, semoga Mama bisa segera memberikan kamu hadiah adik," jawab Daniel kembali menatap Ares dan Livia bergantian.


Livia tersenyum kemudian mengangguk pelan. Daniel pun memilih untuk mengalihkan pembicaraan ke hal lainnya hingga Ares mulai melupakan permintaannya.


__ADS_2