
"Tidak, kamu bahkan tidak mempunyai bukti tentang semua itu. Kamu pikir aku bodoh karena bisa tertipu dengan trik murahan seperti ini, heh?" Murti tiba-tiba terkekeh dengan raut wajah meremehkan pada Livia.
Bukannya takut, Livia malah menyeringai. Dia kemudian mundur beberapa langkah lalu mengambil ponsel di saku celananya, dia lebih dulu mengoprasikannya sebelum memperlihatkan layar benda pipih itu pada Murti.
Saat Livia mengangkat tangan dengan layar yang menampilkan sebuah cuplikan video, seketika itu juga mata Murti melotot hingga tampak seperti hampir ke luar dari tempatnya. Di sana, Murti melihat video dirinya yang sedang menyuruh pelayan itu untuk memberikan air di dalamnya ke mangkuk sarapan Mami Lucia.
"Tidak mungkin!" ujarnya dengan wajah tak percaya.
"D--dari mana kamu mendapatkan semua ini? I--ini semua pasti rekayasa? Iya, ini semua hanya rekayasa kamu saja?" ujar Murti dengan wajah panik.
Livia memutar bola matanya malas, saat melihat wajah panik dan mendengar asumsi yang diucapkan oleh Murti. "Apa kamu tidak mengenali dirimu sendiri?" tanya Livia dengan wajah datarnya.
"Tidak! Kam-- Akh!" Murti hampir saja meraih ponsel di tangan Livia jika saja Livia tidak sigap menghindar hingga Murti yang berdiri tidak seimbang akhirnya terjatuh mencium dinginnya lantai marmer kamarnya sendiri.
"Ups, sorry." Livia pura-pura terkejut. Dia kemudian berjongkok tepat di depan wajah Murti kemudian mengatakan sesuatu yang mampu membuat wanita paruh baya itu hampir saja terkena serangan jantung.
"Bagaimana permainannya? Apa kamu suka, Bibi mertua yang tak dianggap?"
Livia tersenyum sambil kembali menegakkan tubuhnya tanpa berniat membantu Murti untuk bangun. Dia kemudian berbalik dan berjalan pergi meninggalkan kamar Murti dengan santainya seolah tidak terjadi apa pun sebelumnya.
Sementara itu, tanpa Livia dan Murti tahu, seseorang terlihat berjalan cepat dari arah kamar Murti sebelum Livia berhasil ke luar.
...❤️🔥...
"Kami mendapati jika Pak Julio banyak menggunakan uang perusahaan untuk keperluan pribadinya. Pak Julio bahkan sudah menghabiskan hampir satu miliar dalam waktu beberapa bulan ini," lapor salah satu manajer keuangan yang sudah merasa resah dengan sikap semena-mena Julio di kantor.
__ADS_1
Mendengar itu, tanpa terasa Daniel meremas berkas yang ada di tangannya hingga berkas itu menjadi kasut dan tak berbentuk lagi. Untuk kesekian kalinya, Julio kembali berulah. Setelah dia mencoba mengacaukan semua rencananya, kini Julio juga mencoba menggunakan kekuasaannya untuk mengambil uang perusahaan dengan seenaknya. Padahal, saat ini uang perusahaan belum stabil akibat dari banyaknya masalah akir-akhir ini, tetapi kini Julio malah membuat keadaan semakin rancu.
"Blokir semua kartu kredit dan ATM perusahaan yang dia pegang. Kalau dia protes pada kalian, suruh dia langsung bertemu denganku!" tegas Daniel yang sudah hampir kehilangan kesabarannya. Semenjak kedatangan Julio dan Murti ke dalam hidupnya, kini mereka seakan tidak bisa melihatnya tenang sebentar saja. Mereka terus saja membuatnya sibuk hingga rasanya tidak ada waktu untuk beristirahat walau hanya sekejap saja.
"Baik, Pak!" jawab laki-laki paruh baya yang sudah beberapa tahun ini menjabat sebagai manajer keuangan di perusahaan.
"Dasar bajingan! Apa sih sebenarnya yang dilihat kakek dari laki-laki brengsek seperti dia?!" geram Daniel dengan wajah yang tampak memerah, menahan amarah yang terasa mendesak di dalam dada.
...❤️🔥...
Markas Black Eagle di Jakarta.
"Ada kiriman makanan dari tuan putri kita!" teriak salah satu anggota sambil membawa banyak kantong plastik berisi banyak makanan dan minuman. Di belakangnya juga terlihat ada beberapa orang yang berjalan mengikutinya juga dengan banyak kantong makanan di tangan.
"Wah, makan besar nih kita hari ini!" sambut para anggota mafia black eagle dengan mata berbinar.
Ya, sebenarnya pesta pertunangan Ziko beberapa hari lalu, sudah black eagle sabotase, mereka membantu Livia untuk membuat Daniel kebingungan dan semakin penasaran dengan identitas Livia yang sebenarnya. Bahkan dua orang yang berperan sebagai pemegang saham yang berbicara di toilet pun, itu adalah rencana Livia yang dilakukan oleh anggota black eagle. Itu sebabnya, Daniel tidak bisa mengenali mereka di antara kerumunan para tamu, karena mereka memang sengaja menghilang dari pandangan Daniel.
"Wah ... sebenarnya dia tidak perlu melakukan ini. Kami semua senang bisa membantunya," ujar salah satu anggota yang memiliki kulit lebih gelap dibandingkan dengan yang lain.
"Ah, tapi begini juga tidak apa-apa, kami sama sekali tidak menolak. Bener gak?" sanggah anggota yang memiliki bekas luka di bawah mata sebelah kirinya.
"Iya, kami dengan senang hati akan menerimanya," jawab anggota yang tampak paling muda sambil mengambil dua kentong keresek kemudian duduk lesehan di atas lantai dan mulai membukanya dengan santai.
Semua anggota pun menyetujui ucapan anggota paling muda itu kemudian mengikuti duduk lesehan di atas lantai tanpa alas, kemudian mulai membuka berbagai makanan kiriman Livia dan memakannya bersama-sama.
__ADS_1
Mereka mengambil makanan itu seraya berterima kasih pada Livia dengan berbagai macam cara dan sebutan, sebelum melakukan suapan pertama.
"Terima kasih tuan putri black eagle!"
"Terima kasih, Livia cantik!"
"Ini pasti enak, jangan sungkan untuk meminta bantuan kami!"
"Kami selalu ada di belakangmu, Livia!"
"Semangat, Livia!"
"Cepat kembali, kami semua sudah sangat merindukanmu, Livia!"
...❤️🔥...
Livia tersenyum senang saat melihat kiriman video dari Max yang memperlihatkan berbagai reaksi dari para anghota black eagle, bahkan ada yang melakukan berbagai simbol hati dengan berbagai macam cara terbaru seperti yang sering dilakukan oleh idol korea.
"Aku juga ingin segera kembali pada kalian semua," gumam Livia dengan raut wajah yang terlihat berubah menjadi sendu.
Mereka sudah Livia anggap sebagia keluarga. Bersama mereka dirinya melewati banyak hari dengan suka dan duka yang menjadikan sebuah kenangan dalam hati yang terdalam. Menjadikan ikatan mereka semakin dalam tanpa adanya ikatan darah dan pernyataan cinta dan ungkapan rasa sayang. Yang mereka lakukan hanya bekerja sama untuk lolos dari setiap masalah dan saling menyemangati dan peduli satu sama lain tanpa ada kata pamrih.
Kepercayaan. Satu kata yang menjadi pondasi balck eagle sejak lama dan kini menjadikan mereka semakin besar dengan banyak anggota yang ikut serta di dalamnya. Walau tidak jarang ada pengkhianat di antara mereka, tetapi semua itu tidak mebuat mereka terpecah, kecuali dengan si penghianat itu sendiri.
Livia berbalik hendak kembali ke luar ketika tiba-tiba suara pesan masuk datang. Dia langsung membukanya ketika melihat nama Agra di sana.
__ADS_1
Agra: [Julio sudah mulai hilang kendali, dia bisa membuat perusahaan kembali dalam masalah, jika kita tidak menghentikannya]
Livia menatap pesan itu dengan kening berkerut dalam, entah apa yang kini akan direncanakan oleh Livia untuk menyelesaikan semua masalah yang dibuat oleh Julio? Bagaimana dengan kakek Banu? Apakah dia mengetahui apa yang selama ini dilakukan oleh Livia?