Dendam Dalam Pernikahan

Dendam Dalam Pernikahan
Bab.38 Siapa sebenarnya Livia


__ADS_3

"Aku dengar salah satu teman selebritas kamu ada yang akan melangsungkan acara pertunangan?" tanya Livia ketika keduanya kini sedang duduk di dalam kamar setelah Daniel selesai membersihkan diri.


"Kata siapa?" tanya Daniel sambil menatap Livia penuh tanya.


"Danis," jawab Livia singkat sambil memperlihatkan sebuah kartu undangan yang Danis baru saja berikan padanya beberapa saat lalu.


"Lalu? Kamu berharap aku akan mengajakmu pergi ke pesta itu bersama?" Daniel bertanya dengan nada sinis dan sorot mata meremehkan.


"Jangan harap! Sebaiknya kamu tahu diri, apa posisimu saat ini," sambung Daniel lagi sambil menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi lalu menatap Livia dengan wajah sinis.


"Justru karena aku sadar diri bahwa sekarang aku ini istrimu," jawab Livia sambil bersidekap dada.


Daniel mengangkat satu alisnya, dia belum terlalu mengerti dengan ucapan Livia barusan.


"Aku istrimu dan semua orang tau itu," jawab Livia sambil menampilkan seringai tipis, dia kemudian berdiri dan bersiap untuk ke luar.


"Dia selebritas, tentu kamu mengerti apa maksudku?" sambung Livia lagi kemudian berjalan ke luar dari kamar tanpa menjelaskan apa maksudnya pada Daniel.


Daniel terdiam beberapa saat sebelum akhirnya dia tersenyum kecil ketika sudah menemukan maksud dari ucapan Livia. "Kenapa aku tidak terpikirkan semua itu sejak kemarin?" gumam Daniel sambil tersenyum tipis.


...❤️‍🔥...


Malam ini Livia dan Daniel tampak sedang duduk berdampingan di dalam sebuah mobil yang sedang menangantre untuk masuk ke dalam tempat acara pertunangan itu berlangsung. Kali ini Daniel datang sebagai tamu dari pihak laki-laki yang merupakan sahabatnya.


"Lakukan sebaik mungkin. Aku tahu kamu pasti bisa melakukannya," ujar Daniel sambil menatap lurus ke depan, melihat mobil depan yang sedang menurunkan penumpang.


"Tentu," jawab Livia sambil mengangguk pelan.


Kini giliran mobil mereka yang berhenti di depan lobi gedung mewah tersebut. Dua orang staf acara yang bertugas menyambut tamu pun terlihat membuka pintu, keduanya kemudian mempersilahkan mereka untuk masuk.


Para wartawan yang terlihat berjejer di sana, bersiap untuk menyambut kedatangan para tamu pun tampak telah bersiap dengan kamera dan alat untuk mencari berita mereka masing-masing.


Livia turun dari mobil tepat di depan lobi, sementara Daniel yang ke luar dari pintu lainnya tampak berjalan memutar mobil untuk menghampiri Livia yang telah berdiri menunggunya di ujung karpet merah.


Tentu saja, kedatangan pasangan yang tengah santer dibicarakan di hampir seluruh negeri itu pun langsung mengalihkan atensi semua orang di sana, terutama para pencari berita. Mereka langsung merangsak mendekati Livia dan Daniel untuk menanyakan tentang rumor yang beredar dalam masalah rumah tangga mereka.


Namun, dengan sigap para penjaga yang berjaga di sana langsung menghalangi pergerakan para pencari berita dan membawa Daniel juga Livia masuk ke dalam dengan pengawasan khusus. Daniel tampak melingkarkan tangannya di pinggang Livia, seolah dia juga ikut melindungi wanita itu dan memastikan jika Livia tidak akan terluka.

__ADS_1


Setelah melakukan pemeriksaan dan menandatangani daftar hadir di luar ruangan kini keduanya tampak berjalan menuju ruang pesta itu dilangsungkan. Dekorasi mewah yang indah dapat terlihat jelas ketika keduanya memasuki ruangan.


Daniel dan Livia pun diarahkan untuk duduk di kursi yang sudah disiapkan karena acara sebentar lagi akan segera dimulai. Seluruh tamu tampak mengikuti acara pertunangan itu dengan khidmat, hingga akhirnya berakhir ketika pemilik acara sudah saling bertukar cincin.


"Selamat, Bro. Gue gak nyangka, lo akan tunangan secepat ini," ujar Daniel sambil bersalaman dengan sahabatnya yang sekarang bertunangan dengan sebritas terkenal.


"Thank's, Daniel," jawab sahabat Daniel yang ternyata adalah Ziko.


Daniel sempat tidak menyangka jika Ziko yang dia kenal berjiwa bebas, nyatanya harus pasrah dan menerima perjodohan yang sudah disiapkan sejak lama oleh keluarganya, dengan seorang selebritas yang sedang naik daun.


Setelah selesai berbincang dan saling mengenalkan pasangannya masing-masing, Daniel dan Livia pun menuju tempat makan yang dihidangkan secara prasmanan. Keduanya tampak mengambil makanannya masing-masing sambil sesekali berbicara, lalu kembali ke tempat duduk untuk makan di sana.


Namun, Daniel tak langsung duduk setelah menaruh piringnya di atas meja, dia kembali lagi ke meja minuman kemudian mengambil dua minuman untuk dirinya dan Livia.


"Makasih," ujar Livia saat Daniel menaruh gelas minuman itu di samping tangannya.


"Heem," angguk Daniel sambil tersenyum lembut, dia bahkan sempat mengusap puncak kepala Livia sebelum duduk di kursi tempatnya.


Kemesraan Daniel dan Livia tentu saja bisa terlihat oleh para tamu yang hadir di acara itu, termasuk beberapa pencari berita yang memang diizinkan untuk masuk dan meliput acara secara eksklusif.


Namun, kemesraan itu harus terhenti sementara ketika ibu mempelai wanita terlihat menghampiri mereka bersama beberapa temannya yang lain.


"Nona Livia? Saya tidak menyangka Anda bisa hadir di acara pertunangan anak saya," ujar wanita paruh baya yang jelas sangat dikenal oleh Livia.


'Ternyata ini adalah pesta pertunangan anaknya salah satu pelanggan Vip perusahaan Alisya, batin Livia sambil tersenyum canggung.


"Ah, kebetulan mempelai laki-laki adalah teman suami saya, Nyonya," jawab Livia berusaha sesantai mungkin di depan Daniel.


Sementara Daniel sendiri kini tampak memperhatikan interaksi antara Livia dan beberapa ibu-ibu yang tampak mengenalnya dengan baik, dan menyambut kedatangan istrinya itu dengan prilaku istimewa.


'Ini bukan reaksi seseorang saat bertemu dengan mantan seorang perawat atau pekerja mereka. Tapi, ini terlihat lebih menghormati dan menghargai Livia, seolah Livia adalah sosok yang sangat mereka segani, batin Daniel dengan kening berkerut dalam.


Karena merasa bosan dengan perbincangan para wanita, Daniel pun memilih pamit untuk pergi ke toilet, demi menghindari perbincangan para wanita, sedang dia juga sedang malas berbicara bisnis dengan para pengusaha lainnya.


"Apa Anda juga dihubungi oleh Nona Livia, saya lihat Anda masih mempertahankan saham dan investasi di perusahaan milik Daniel Hartoyo?" tanya seseorang yang terdengar jelas oleh Daniel.


"Iya. Jika saja saya tahu sejak awal jika Livia yang dinikahi oleh Daniel adalah Livia yang sama, sejak awal saya tidak akan pernah meragukan perusahaan Daniel Hartoyo." jawab orang yang terlihat berdiri berdampingan di depan washtafel tepat di depan toilet tempat Daniel berdiam diri.

__ADS_1


"Benar sekali. Saya juga mengurungkan niat untuk menjual saham karena Nona Livia yang menghubungi saya secara langsung."


Daniel tersentak dalam diam, dia sama sekali tidak mengerti dengan perbincangan para orang do luar sana. Namun, satu yang dia tangkap dari sana.


'Mereka mengenal Livia? batinnya dengan kening berkerut dalam. 'Siapa sebenarnya dia? Kenapa Livia seolah bukan orang biasa di mata mereka?


Daniel ke luar dari salah satu bilik kamar mandi ketika dia sudah memastikan jika kedua orang utuh telah ke luar sari toilet, dia langsung ke luar dari toilet demi mencari tahu, siapa sebenarnya dua orang yang dihubungi secara langsung oleh Livia dan mengenal Livia selain sebagai istrinya.


Namun, ternyata begitu dia ke luar, di sana sudah tidak ada siapa pun yang dapat dia curigai. Daniel sempat memperhatikan sepatu dan celana yang dipakai oleh beberapa tamu, mengingat tadi dia hanya bisa melihat semua itu dari celah bilik toilet. Namun, dia masih tidak bisa menemukan sesuatu yang sama dengan dua orang yang berbicara di toilet tadi.


Dia akhirnya menyerah dan memilih untuk menyusul Livia kembali ke kursi duduk mereka dan menganjaknya untuk segera pulang. Sepertinya, Daniel perlu menanyakan sesuatu pada istrinya itu.


Livia dan Daniel ke luar setelah acara telah selesai. Keduanya pun berjalan beriringan dengan Livia yang berjalan di samping Daniel. Namun, ketika mereka hampir saja sampai di depan lobi, tiba-tiba ada seseorang yang menabrak pundak Livia hingga wanita itu terpelanting dan hampir saja jatuh, jika tidak ada Daniel yang menangkap punggungnya dengan sangat cepat.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Daniel sambil membawa tubuh Livia agar bisa berdiri dengan benar lagi.


"Aku gak apa-apa." Livia menghembuskan napasnya lega kemudian kembali berjalan bersama ke luar dari area lobi gedung, dengan mobil yang sudah bersiap di depan sana.


Daniel sempat melirik sekali lagi ke belakang di mana orang yang tadi menabrak Livia berada. Tatapan sinis itu terlihat jelas oleh orang-orang yang ada di sana hingga membuat mereka cukup terkejut dengan sikap Daniel.


Daniel mmebuka pintu mobil untuk Livia dan memastikan istrinya itu masuk dengan selamat lebih dulu sebelum dirinya. Keduanya pergi dari acara dengan banyak mata yang melihat mereka dengan sorot berbeda-beda. Kini berbagai presesi dan kebingungan yang terjadi dari banyak pencari berita.


Jika memang pernikahan antara Daniel dan Livia hanya sebuah kepalsuan, lalu kenapa sikap keduanya sangat terlihat berbeda. Sikap perhatian dan posesif Daniel bahkan tak ayal dapat membuat banyak orang menginginkan untuk berada dalam posisi Livia saat ini.


[Walaupun cuman pura-pura, tapi aku juga mau menjadi seperti Livia] Sebuah komentar terlihat di bawah postingan berita online.


[Kayaknya ini emang nikah beneran deh, liat aja tatapan Daniel sama Livia, dalem banget woy. Bikin meleleh😳🫠🫠] Komentar lainnya ikut terlihat meramaikan berita online yang menampilkan cuplikan video kemesraan Daniel dan Livia.


[Gue malah fokus sama pasangan Daniel dan Livia woy, mereka serasi banget, bikin iri🤪🤪😭] Kali ini komentar dalam cuplikan video prosesi pertunangan Ziko yang tak sengaja ada Daniel dan Livia di dalamnya.


[Yang bilang pasanga ini pura-pura. Woy, mata lo ke manain, liat nih! Apanya coba yang pura-pura, orang Daniel bucin banget gitu sama istrinya. Iri bilang bos😂😂]


Begitu banyak komentar dukungan yang ditunjukan kepada Livia dan Daniel. Sebagian mereka percaya jika pernikahan Daniel dan Livia memang benar adanya dan tidak pernah ada kepura-puraan diantara mereka. Ada juga yang mengira jika kisah cinta Daniel dan Livia bagaikan sebuah cerita novel fiksi yang berawal dari sebuah keterpaksaan kini berakhir dengan cinta mendalam.


Namun, ada juga yang masih menganggap jika semua itu hanya intrik yang dibuat oleh Daniel dan Livia untuk meredam pemberitaan miring tentang rumah tangga mereka yang mengakibatkan saham di perusahaan Daniel sempat anjlok.


Pro kontra pasti tetap ada dalam sebuah pemberitaan, semua itu tak membuat Daniel dan Livia mengambil pusing semua komentar para warga net. Yang terpenting sekarang, berita positif yang dikeluarkan oleh banyak media, membuat perusahaan berangsur membaik, apa lagi ditambah dengan bantuan dari Livia, walau tanpa ada yang tahu tentang jasanya itu. Mungkin?

__ADS_1


__ADS_2