
Mampir yuk man teman, sudah ada satu bab, dan isi bab nya panjang ππ€
"Tania, jika saya menawarkan kamu kerja sama, apa kamu bersedia? Kerja sama yang akan saya tawarkan ini memang sedikit sulit tapi hasilnya bisa buat biaya pemasangan ring jantung Ayah kamu, dan sisanya yah mungkin bisa kamu gunakan untuk modal usaha agar kamu tak perlu bekerja keras lagi." ucap Vino langsung pada intinya.
Tania masih diam menyimak dengan pupil mata yang melebar.
__ADS_1
"Dua ratus juta saya bayar dimuka, dan sisanya setelah kerja sama kita selesai." ucap Vino lagi. Jadi yang akan kamu dapat totalnya lima ratu juta." sambungnya yang membuat Tania seketika tercengang.
Kerja sama dengan penghasilan lima ratus juta. Bahkan dengan uang mukanya saja sudah sangat lebih dari cukup untuk biaya pemasangan ring jantung ayahnya. Tapi tunggu, kerja sama apa yang dimaksud oleh direktur utama perusahaan tempatnya bekerja ini?
"Ma-af, Pak, kalau boleh tahu, kerja sama apa yang Bapak maksud?" tanya Tania akhirnya.
Vino terdiam sejenak sambil menelisik wajah gadis yang duduk didepannya. Cantik dan muda, yah itulah yang Vino tangkap dari pandangannya. Namun, bukan karena itu ia menawarkan kerja sama, tetapi karena sebuah keterpaksaan yang mengharuskannya mencari seseorang yang bisa ia ajak bekerja sama, dan ia rasa Tania adalah gadis yang cocok. Sedang membutuhkan uang, dan juga Tania masih muda yang tentunya juga pasti sehat.
__ADS_1
Tania kembali terdiam dengan menundukkan pandangannya, mencerna apa yang baru saja di ucapkan oleh Vino.
"Kamu tenang saja, sebelumnya kita harus menikah terlebih dahulu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang kemungkinan bisa saja terjadi selama proses kerja sama kita berlangsung. Dan jika kamu benar-benar bisa mengandung anak saya, setelah kamu melahirkan kita akan bercerai dan anak tersebut sepenuhnya menjadi hak milik saya!" sambung Vino yang membuat Tania mengangkat pandangannya, menatap sang direktur dengan penuh tanda tanya sekaligus terkejut.
Ini adalah kesempatan untuknya agar ayahnya bisa segera tertolong, yah walaupun dengan harus mengorbankan dirinya sendiri. Namun, yang membuat Tania tidak mengerti kenapa sang direktur menawarkan hal demikian?
"Mungkin kamu bertanya-tanya kenapa saya menawarkan hal demikian, baiklah akan saya jelaskan dan saya harap kamu bisa pahami. Kamu sudah tahu bukan jika saya dan istri saya sudah lima tahun menikah tapi belum juga mendapatkan keturunan. Sudah beberapa kali kami memeriksakan diri dan dokter mengatakan jika saya dan istri saya baik-baik saja. Tapi istri saya selalu mengklaim jika saya lah yang tidak bisa memiliki keturunan. Maka dari itu saya ingin membuktikan jika sebenarnya saya sehat, yah dengan cara menanam benih saya pada rahim perempuan lain." tutur Vino menjelaskan.
__ADS_1
"Saya rasa itu sudah jelas. Jika kamu bersedia temui saya kembali dan kita akan buat peraturan tertulis selama proses kerja sama berlangsung. Sekarang silahkan pergi, karena ada banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan. Tapi kembali saya ingatkan, ini adalah kesempatan besar untuk bisa menolong ayah kamu. Tapi yah itu juga tergantung kamu sendiri mau atau tidak menerima tawaran saya ini." ucap Vino kemudian kembali membuka laptopnya.
Tania terdiam sejenak tampak berpikir. "Baik, Pak, akan saya pikirkan lagi tentang tawaran bapak ini." ucap Tania kemudian berdiri dari tempat duduknya.