
Setegas apapun bibir mengatakan tidak, sekeras apapun hati membenci, tapi jika cinta itu pernah ada, maka semua hanya akan terlihat konyol bila mempertahankan keegoisan yang mungkin juga hanya menyakiti diri sendiri.
Di sebuah bangku taman, dibawah langit senja. Wanita yang sudah menyandang status sebagai single parents selama hampir 20 tahun, menengadahkan kepalanya menatap awan-awan yang mulai membelah diri berganti warna.
Jika hatinya ibarat senja, maka ada yang tak tenggelam ketika senja datang, yaitu rasa. Senja mengajarkan kita bagaimana keindahan tak harus datang lebih awal. Karena senja tahu bagaimana cara permisi tanpa ada sedikitpun insan yang merasa tersakiti.
'Tadi David datang, dia mencari ruangannya Reyhan, tapi aku malah dengan iseng nya menunjukkan ruangan mu, jadi mungkin saja dia yang memindahkan mu ke sofa, maaf aku tidak tau kalau kau sedang tidur' (Keyla)
'Ini sudah hampir 20 tahun Alya, apa tidak ada setitik saja didalam hati mu untuk David. Oh tidak, maksudnya ayahnya Nayla. Setidaknya kasihanilah putrimu, dia juga ingin seperti yang lainnya memiliki orangtua yang lengkap yang bisa tinggal dibawah satu atap' (Kevin)
'Iya tante, aku kasihan sama Nayla. Dia sampai menangis saat bercerita padaku tentang Om David dan tante Alya. Dia sangat berharap jika tante bisa menerima Om David kembali. Oh ya tante sebentar lagi kan ulang tahun Nayla yang ke-20, maaf jika aku lancang tapi aku hanya menyarankan, andai saja tante bisa mewujudkan keinginan Nayla, anggap saja sebagai kado ulang tahunnya' (Reyhan )
Ucapan-ucapan tiga orang yang berperan penting dalam hidupnya, beberapa jam yang lalu saat dia masih berada di perusahaan Kevin lebih tepatnya diruangan Kevin, terus terngiang-ngiang di telinganya.
__ADS_1
'Mama, aku mohon tolong terima Papa lagi ya'β
Bahkan, ucapan putrinya yang memohon masih terekam jelas di memory nya.
"Nayla, apa kamu sangat menginginkan Papa dan Mama mu ini bersatu kembali?" lirih nya, Alya mengusap sudut matanya yang tiba-tiba saja berembun.
"David Richardo, apa aku bisa... " gumamnya terputus, Alya tidak tahu harus mengatakan apa tentang itu. Perasaannya benar-benar bimbang saat ini.
Beriringan dengan helaan nafas yang memburu, Alya beranjak dari bangku taman, kemudian dengan langkah gontai berjalan meninggalkan taman tersebut.
......
David yang baru saja sampai dirumah nya, dia menghentikan langkahnya saat akan memasuki kamarnya kala terdengar suara dentingan ponselnya yang menandakan ada pesan masuk, dan ternyata itu adalah pesan dari Nayla.
__ADS_1
π© "Papa jangan lupa ya, acara ulang tahun aku nanti harus yang istimewa karena saat itu juga nanti akan ada yang lebih istimewa"
David tersenyum membaca pesan dari putrinya, padahal baru tadi pagi mereka membahasnya, dan sekarang putrinya itu sudah mengirim pesan peringatan.
"Baiklah Nayla, demi kamu apapun akan Papa lakukan" gumamnya, kemudian kembali melanjutkannya langkahnya memasuki kamar.
Dan masih sama seperti 20 tahun silam, sampai saat ini David masih belum pernah tidur di atas ranjangnya. David juga tidak tidur di sofa lagi melainkan tidur di lantai dengan beralaskan kasur lipat yang hanya muat untuk satu orang saja. David mengakui, tidur di sofa sepanjang malam rasanya sangat tidak enak, badan akan terasa sakit dan pegal saat terbangun pada pagi hari.
.
.
.
__ADS_1
RAMAIKAN GAESS π€π€π€