Dendam Istri Yang Tak Dianggap

Dendam Istri Yang Tak Dianggap
BAB 74


__ADS_3

David melepas pelukannya dari tubuh Alya, mendengar bayi nya menangis. Lagi-lagi David bertingkah konyol, panik melihat bayi nya menangis.


"Alya, kenapa Nayla menangis? Apa dia sakit perut, atau sedang lapar? Atau mungkin haus?" David panik sendiri melihat bayi nya menangis, sementara Alya tersenyum-senyum sembari menggeleng-gelengkan kepala nya.


"Kak, Kak David jangan panik gitu, mungkin dia haus mau minum susu" ucap Alya, dan David pun langsung menatap nya.


"Iya, terus susu nya dimana?" David mengedarkan pandangannya didalam ruangan itu mencari susu untuk bayi nya.


"Kak, coba lihat di dalam situ itu, mungkin masih ada stok ASI di situ" tunjuk Alya pada lemari pendingin khusus penyimpanan ASI.


David segera membuka lemari pendinginan itu, tapi ia tidak menemukan apa yang di carinya.


"Alya, gak ada" jawab David lalu menutup kembali lemari pendingin itu.


"Oh, berarti stok ASI nya sudah habis. Kak David, tolong ambilkan itu" tunjuk Alya pada pompa ASI dan juga botol dot yang terletak di atas meja kecil di samping lemari pendingin.


David pun segera mengambilkan benda yang diinginkan Alya. Sebelum memberikan nya pada Alya, David menatap intens pada kedua benda itu, yang satu ia tahu itu adalah dot, dan yang satunya lagi ia tidak tahu itu apa karena belum pernah melihat sebelumnya.


"Alya, ini dot kosong. Dan ini untuk apa? tanya David mengangkat tangannya yang memegang pompa ASI, menurut David benda itu mirip trompet tukang es keliling.


"Kak, tolong berikan padaku" Alya mengulurkan tangannya meminta dua benda yang berada di tangan David.


David maju dengan langkah pelan, sambil memperhatikan benda yang asing dilihatnya, ia benar-benar penasaran dengan benda apa itu?


"Kak, tolong cepat berikan padaku, Nayla harus segera minum susu!" ucap Alya dengan nada yang agak meninggi, ia menjadi kesal dengan tingkah David saat ini yang lambat.


David terkesiap, dengan cepat ia memberikan dua benda itu pada Alya, namun ia masih penasaran dengan benda yang mirip dengan terompet tukang es keliling.


"Alya, bagaimana Nayla bisa minum susu? sementara disini tidak ada susu, hanya ada dot kosong dan itu, benda apa itu?" tunjuk David pada benda yang baru saja diberikan nya pada Alya.

__ADS_1


"Kak, ini namanya..... Huh, lebih baik sekarang kakak keluar dulu" ucap Alya, ia harus segera memompa ASI nya.


"Apa aku harus beli susu untuk Nayla?"


"Tidak perlu membeli susu, Kak. Nayla akan minum ASI ku, kakak sekarang tolong keluar dulu, karena aku akan..... Kak, please, keluar!"


"Ok-e baiklah aku keluar" David tergagap, ia segera keluar, takut istrinya itu akan berubah pikiran dan tidak mau melihat nya lagi.


Setelah David keluar, Alya segera membuka pakaian bagian atasnya dan memompa ASI nya. Setelah di rasa cukup, Alya menyimpan pompa ASI ditempat semula.


Sementara di luar ruangan, ternyata di sana sudah ada Kevin, Papa Tyson dan juga Mama Herlina. Dan nek Minah, ia pamit pulang untuk mengambil beberapa keperluan Alya selama berada di rumah sakit.


"Loh, kok kamu sendirian, Alya nya mana? kok gak keluar juga" tanya Mama Herlina.


"Itu Ma, kata Alya dia mau kasih minum susu untuk Nayla"


"Iya Ma, sekarang nama anak aku dan Alya, itu Nayla. Nayla Richardo, bagus kan Ma" David nampak semangat memberitahu nama bayi nya.


"Iya, Nak bagus sekali" Mama Herlina tersenyum.


"Tapi, Ma. Aku heran, katanya Alya mau kasih minum susu Nayla, sementara di dalam itu tidak ada susu, hanya ada dot kosong dan benda apa itu ya? Yang mirip seperti terompet tukang es keliling" tutur David dan membuat Mama Herlina juga Kevin tertawa pelan mendengarkan nya, sementara Papa Tyson menatap ke arah lain sambil berusaha menahan tawa nya.


"Kok Mama ketawa, sih? Kamu juga, kenapa ketawa, apa nama anak aku itu lucu ya?'' David menunjuk Kevin yang juga tertawa.


"Enggak. Nama anak kamu itu udah cantik seperti Mama nya" ucap Kevin lalu menutup mulutnya agar berhenti tertawa.


"Terus, kenapa kamu ketawa kalo gak ada lucu"


"Aku tuh ketawain kamu, ternyata kamu itu minim pengetahuan juga" ucap Kevin, dan kembali tertawa.

__ADS_1


"Apa maksud kamu, aku minim pengetahuan. Apa kau lupa? aku seorang CE-O" ucapan David terhenti saat Papa nya langsung melihat ke arah nya, David sadar ia sudah lama tidak menjalankan perusahaan itu lagi, dan Papa nya lah yang kembali turun tangan mengelola perusahaan.


"David, sini deh aku kasih tau" Kevin melangkah mendekati David. "Benda yang kamu bilang seperti terompet tukang es keliling itu namanya pompa ASI" ucap Kevin sambil menepuk bahu David.


"Pompa ASI? apa itu pompa ASI?"


"Aduh gimana ya cara aku jelasin nya" Kevin menggaruk garuk tengkuknya yang tiba-tiba saja terasa gatal karena David yang begitu minim pengetahuan.


"Tan, coba deh tante Herlina yang jelasin sama CEO ini" ucap Kevin menyindir David.


"David, pompa ASI itu kegunaan nya untuk memompa air susu ibu lalu diberikan pada bayi nya dengan menggunakan dot, karena ibunya tidak bisa menyusui bayinya secara langsung. Contohnya seperti Alya, dia saja luka jahitan nya belum kering betul, dan juga bayi kalian harus berada di dalam inkubator" jelas Mama Herlina.


"Oh gitu Ma" David terkekeh sambil menggaruk garuk belakang kepala nya. Dia menyadari kebodohannya sekarang, pantas saja Kevin mengatai nya minim pengetahuan.


"Udah paham kan? jangan bilang lagi itu terompet tukang es keliling" ucap Kevin lalu tertawa lagi. Dan akhirnya Papa Tyson yang sedari tadi menahan tawa nya pun akhirnya tertawa juga begitupun dengan Mama Herlina yang tidak menyangka Putra nya tidak tahu dengan yang namanya pompa ASI.


Di dalam ruangan, baby Nayla kembali terlelap setelah setelah meminum ASI dengan menggunakan dot.


Alya tak lepas menatap bayi mungil nya itu sambil mengelus elus pipinya. Sesekali baby Nayla menggeliat karena merasa terganggu dengan ulah Alya yang mengelus pipinya.


"Maafin Mama ya, Nak. Mama memang egois, tapi Mama emang udah gak bisa bareng sama Papa kamu lagi, karena sampai kapanpun Mama gak akan bisa lupain apa yang sudah di perbuat Papa kamu sama Mama" Alya menyudahi mengelus pipi baby Nayla, dan kemudian mencium pipi yang masih terlihat memerah itu karena baru beberapa jam yang lalu dilahirkan.


"Tapi Mama janji, Mama gak akan ngelarang Papa kamu buat ketemu kamu, dan Mama juga janji akan selalu ada buat kamu"


Tak lama pintu ruangan itu terbuka. Alya menoleh melihat siapa yang masuk, ternyata itu David.


"Alya, kita keluar yuk, Mama sama Papa juga mau lihat baby Nayla, di luar juga ada Kevin" ucap David.


"Oh iya, ayo. Sayang, Mama keluar dulu ya, nenek sama kakek kamu juga mau lihat kamu" setelah mencium pipi baby Nayla bergantian dengan David. David pun mendorong kursi roda Alya keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2