Dendam Istri Yang Tak Dianggap

Dendam Istri Yang Tak Dianggap
BAB 27


__ADS_3

Alya merasa risih karena terus ditatap oleh pria yang akan menjadi partner nya sebagai Brand Ambassador di perusahaan Kevin, ia mengumpati Kevin didalam hati karena tidak ikut menemaninya hari ini.


'Awas saja nanti kau Kevin kalau tidak segera menyusul ku kesini'


'Wah ternyata partner ku sebagai Brand Ambassador cantik juga, tidak sia-sia aku menerima tawaran Kevin, kalau begini 2 keuntungan yang akan aku dapatkan. Uang dan juga wanita cantik' ucap Doni dalam hati sembari tersenyum menyeringai dengan terus menatap Alya. Yah nama pria yang akan menjadi partner Alya sebagai Brand Ambassador adalah, bernama Doni Lelaki yang terkenal playboy dikalangan nya dan suka gonta-ganti pasangan.


Untuk menguraikan rasa risih nya, Alya mengulurkan tangannya dengan tujuan untuk berkenalan dengan Doni.


"Perkenalkan nama saya Alya, senang bekerjasama dengan Anda" ucap Alya dengan memaksakan senyuman.


Doni pun dengan senang hati menyambut uluran tangan Alya, dengan tatapan lapar seakan ingin menyantap Alya.


"Ah ya nama saya Doni, senang juga bekerjasama dengan Anda" jawab Doni, ia menjabat tangan Alya dengan erat sembari menggerak-gerakkan ibu jarinya mengusap tangan Alya.


Doni selalu mengandalkan ketampanannya untuk memikat setiap wanita yang disukainya, dan iapun yakin jika Alya juga akan terpikat padanya.


Namun ia sedikit terkejut saat Alya menarik paksa tangannya dari genggamannya, tidak seperti wanita lainnya yang selalu merespon sentuhannya.


"Ah maaf, Anda begitu cantik sehingga saya terhipnotis'' ucap Doni dengan tanpa malunya.


Alya memalingkan wajahnya sejenak, dan lagi-lagi ia mengumpati Kevin dalam hati karena telah memilihkan nya partner yang kurang ajar seperti itu.

__ADS_1


'Pria apa yang kau jadikan partner ku ini Kevin?!'


"Terima kasih atas pujiannya, kalau begitu kita segera mulai saja pembahasannya" Alya ingin segera pergi dari tempat itu dan menghampiri Kevin untuk memberi perhitungan padanya.


"Ok baiklah" jawab Doni.


Alya pun menjelaskan pada Doni poin-poin penting tentang pekerjaan nya, sementara Doni seakan masa bodoh tidak menghiraukan penjelasan Alya dan malah terus menatap Alya tanpa berkedip.


'Ah bodoh amat dengan tawaran Kevin, pokoknya hari ini juga aku harus bisa mendapatkan wanita ini. Yah, harus!' Ucap Doni dalam hati dengan mantap.


"Bagaimana? apa Anda sudah mengerti? atau kalau masih ada yang Anda belum pahami, saya akan menjelaskannya lagi" ujar Alya.


"Baiklah kalau begitu, saya permisi dulu" ucap Alya lalu beranjak dari tempat duduknya.


"Ah ya, biar saya mengantar Anda, anda ingin ke kantor Kevin kan? kebetulan saya juga ingin menemui Kevin untuk mengucapkan terima kasih"


Alya berpikir sejenak, sebenarnya ia tidak berlama-lama di pria itu namun tidak ada salahnya menerima tawarannya apalagi tujuan mereka sekarang satu arah, yaitu ke kantor Kevin.


"Baiklah selagi tidak merepotkan" ucap Alya, menerima ajakan Doni untuk pergi bersama ke kantor Kevin.


"Oh tentu saja tidak, mari" Doni mempersilahkan Alya untuk lebih dulu.

__ADS_1


Sementara Kevin, setelah urusannya selesai ia langsung menuju ke cafe dimana Alya bertemu dengan Doni. Namun saat ia baru sampai di cafe ia melihat Alya masuk kedalam mobil Doni. Kevin pun akhirnya mengikuti mobil Doni karena Alya ikut bersama Doni.


Diperjalanan, Doni menepikan mobilnya untuk membeli minum untuknya dan juga Alya. Kevin yang mengikutinya pun menghentikan mobilnya, dan tanpa sengaja ia melihat Doni seperti menaruh sesuatu kedalam salah satu minuman yang dibelinya, Kevin diam memperhatikan apa yang dilakukan oleh Doni. Setelah beberapa saat, Kevin menepuk jidatnya sendiri setelah menyadari sesuatu.


"Ya ampun kenapa aku bisa sampai lupa kalau Doni itu playboy yang suka bergonta-ganti pasangan, bagaimana kalau dia berniat buruk pada Alya, dan yang dia masukkan kedalam minuman itu? jangan-jangan, ya ampun aku harus segera mencegah Doni" Namun baru saja Kevin hendak membuka pintu mobilnya, mobil dibelakang membunyikan klakson dan dengan terpaksa Kevin menutup kembali pintu mobilnya.


Dan Doni pun telah kembali melajukan mobilnya, Kevin pun juga segera melajukan mobilnya tidak ingin kehilangan jejak mobil Doni karena itu akan sangat fatal akibatnya.


"Ini minum dulu" ujar Doni menyodorkan minuman kepada Alya.


Alya pun mengambil minuman itu karena memang merasa haus, tanpa merasa curiga.


"Terima kasih" ucap Alya, lalu meminum minuman yang diberikan Doni.


''Sama-sama"


'Aku yang seharusnya berterima kasih, karena setelah ini kita akan bersenang-senang' ucap Doni dalam hati, tertawa puas.


Setelah beberapa saat setelah minum minuman yang diberikan oleh Doni, tiba-tiba Alya merasa pusing dan merasakan sesuatu yang aneh ditubuhnya yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Alya pun menjadi gelisah, ia bingung kenapa ia bisa tiba-tiba merasa seperti itu, ia tidak menyadari kalau Doni lah yang membuatnya seperti itu dari minuman yang ia minum.


Dan Doni pun tersenyum menyeringai melihat Alya yang duduk nya mulai gelisah, Doni pun memutar arah, yang awalnya ingin pergi ke kantor Kevin kini melajukan mobilnya menuju hotel.

__ADS_1


__ADS_2