
Tin... Tin... Tin...
"Nah itu pasti Kevin. Ma, Pa aku pergi dulu ya" Alya mencium punggung tangan kedua mertua sekaligus pengganti orangtuanya.
"Hati-hati, Nak" kata Tyson, ia mengelus rambut Alya yang mencium punggung tangannya. Mendengar Alya akan pergi ke makam kedua orangtuanya, Tyson teringat lagi pada kejadian 22 tahun silam yang menewaskan kedua orang tua Alya.
Dan giliran Herlina yang dicium punggung tangannya oleh Alya, tapi tatapannya tertuju pada putranya yang menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa.
Dan saat David sampai dimana orangtuanya berada, Alya sudah keluar.
Melihat Alya sudah tidak ada, David dengan langkah cepat menyusu Istrinya ke luar. Tyson yang melihat gerak-gerik putranya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, sementara Herlina, ia tahu kalau putranya itu akan menyusul Istrinya.
"Mama harap kamu tidak terlambat Nak, untuk menyadari semuanya" ucap Herlina dalam hati.
"Kita mau kemana sih sebenarnya?" Tanya Kevin, saat Alya sudah masuk ke dalam mobilnya.
"Jalankan saja dulu mobilnya, nanti aku beritahu" kata Alya, ia melihat David mengikutinya, makanya ia menyuruh Kevin untuk segera melajukan mobilnya.
"Ah sial!!!" David melayangkan sebelah tangannya di udara saat ia terlambat menyusul Istrinya, ia menatap nyalang pada mobil Kevin yang melaju membawa istrinya.
"Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus mengikuti kemana mereka pergi" David berlari menuju dimana mobilnya berada, ia juga segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar tidak kehilangan jejak mobil Kevin.
"Sebenarnya kemana mereka akan pergi, awas saja kalau mereka berdua memiliki hubungan dibelakang ku" Gerutunya, David tidak melepaskan pandangannya pada mobil Kevin.
"Kita mau kemana, Alya?" Tanya Kevin lagi, sebenarnya ia sedikit kesal saat Alya memintanya untuk datang menjemputnya dan mengantarkannya ke sesuatu tempat tapi Alya tidak memberitahu kemana. Namun Kevin tetap datang, karena ia sudah menganggap Alya sebagai adiknya sendiri. Yah, bagaimanapun kesalnya Kevin pada Alya, ia tidak bisa menjauhinya karena semenjak bertemu Alya, Kevin menemukan sosok seorang adik pada Alya.
__ADS_1
"Ke pemakaman umum" jawab Alya, ia menatap jalanan didepannya tanpa ia sadari suaminya kini tengah membuntutinya.
Sementara David yang mengikuti mobil Kevin terus menggerutu sepanjang jalan.
"Oh jadi kau ingin mengunjungi makam kedua orangtuamu?"
"Iya Kevin, sudah lama sekali aku tidak mengunjungi makam mereka. Papa Tyson memberitahu ku tentang peristiwa meninggalnya kedua orangtuaku, aku kira mereka berdua meninggal karena murni kecelakaan" kata Alya, matanya mulai berkaca-kaca mengingat Tyson memberitakan kejadian yang menyebabkan kematian kedua orangtuanya.
"Maaf kalau sedikit lancang, tapi kalau boleh tau apa penyebab kedua orangtuamu meninggal?'' Kevin menatap Alya dari kaca spion didepannya, ia ikut merasakan kesedihan melihat raut wajah gadis itu, karena ia sendiri juga sudah tidak memiliki orangtua.
Papa Kevin meninggal karena riwayat penyakit jantung, dan Mama nya pun menjadi sakit-sakitan saat itu, kemudian juga meninggal setelah sebulan Papa nya meninggal. Kevin mempunyai kakak, namun kakak nya berada diluar negeri menjalankan bisnis peninggalan orangtuanya disana, sementara Kevin tetap memilih berada di Indonesia menjalankan perusahaan yang awalnya kecil dan kini berkembang pesat saat dikelola olehnya.
"Ternyata orangtuaku meninggal karena berusaha menyelamatkan Papa Tyson dari kejaran musuh saat itu, namun tindakan Papa ku itu malah membuatnya kehilangan nyawanya bersama Mama ku, begitu juga dengan luka-luka di wajahku ini" sebelah tangan Alya refleks menyentuh wajahnya, kala mengingat cerita Tyson kalau luka diwajahnya itu adalah akibat dari peristiwa itu.
"Jadi waktu itu, kau juga berada di tempat kejadian?" Tanya Kevin.
Hingga tak terasa, mobil Kevin sudah memasuki area pemakaman.
Dan David yang membuntuti mobil Kevin, merasa bingung karena mobil Kevin memasuki area pemakaman.
"Mau apa mereka kesini?" David menerka-nerka kenapa Alya dan Kevin datang ke pemakaman. "Ah ya ampun, kenapa aku bisa lupa kalau orangtuanya Alya di makamkan disini'' David memarkirkan mobilnya agak jauh dari mobil Kevin agar ia tidak ketahuan kalau sudah membuntuti mereka.
Kevin keluar dari mobilnya, lalu membukakan pintu mobil disebelah untuk Alya. Alya pun juga keluar dari mobil, lalu memasuki pemakaman dengan berpegangan pada lengan Kevin.
David yang melihat itu dari dalam mobilnya, begitu kesalnya hingga memukul-mukul kemudi mobilnya.
__ADS_1
"Aku tadi sempat menahan mu, Alya! Kenapa kau tidak memintaku yang mengantarkan mu kesini, dan kenapa malah meminta kepada laki-laki sialan itu. Aku juga bisa mengantarmu Alya, apa aku sama sekali tidak kau perlukan sehingga untuk ke makam kedua orangtuamu saja kau meminta dia untuk mengantarkan mu. Kenapa harus dia?!!" David mengepalkan tangannya dan terus memukuli kemudi mobilnya dengan meninjunya.
David pun menghubungi Lestari untuk segera menyusulnya ke apartemen, dan Lestari yang begitu senangnya David memintanya datang ke apartemen dengan cepat ia membereskan pekerjaannya di kantor lalu segera menyusul David, bayangan adegan ranjangnya bersama David sudah menari-nari di pelupuk matanya.
Kini Alya pun bersimpuh dihadapan makam kedua orangtuanya, matanya yang sudah berkaca-kaca sejak ia memasuki area pemakaman kini sudah tidak bisa menahan lagi cairan bening itu keluar dari sudut matanya.
Tubuhnya bergetar, sebelah tangannya yang terulur mengelus nisan orangtuanya pun sangat kentara terlihat bergetar. Alya tidak bisa berkata-kata lagi, air matanya sudah membanjiri pipinya, suara isakan itupun berhasil keluar.
Kevin merasa tidak tega melihatnya, iapun membawa tubuh yang bergetar itu kedalam pelukannya sembari mengelus yang tertutup kain panjang yang Alya gunakan untuk menutupi kepalanya.
"Aku bisa merasakan apa yang kamu rasakan rasakan sekarang, karena aku juga sudah tidak memiliki orang tua seperti mu"
Mendengar itu, Alya mengusap air matanya lalu mengangkat kepalanya menatap Kevin.
"Iya Alya, aku juga sudah tidak memiliki orang tua" kata Kevin yang mengerti arti dari tatapan Alya padanya, dan Alya yang baru tau kalau Kevin juga sama dengan dirinya sudah tidak memiliki orangtua langsung memeluk tubuh Kevin. Dan Kevin pun tersentak dengan tindakan tiba-tiba Alya, namun ia membiarkan karena menurutnya Alya kini membutuhkan sandaran, dan ia yang sudah menganggap Alya seperti adiknya sendiri memberikan tubuhnya sebagai sandaran untuk Alya sebagai kakak nya.
Sementara David sendiri, kini sudah berada di apartemen nya menunggu sang kekasih datang untuk memuaskan hasratnya juga meluapkan emosinya yang kesal melihat kedekatan Istrinya bersama lelaki lain, dengan menikmati tubuh kekasihnya itu seperti yang sudah-sudah sering ia lakukan bersama Lestari di atas ranjang yang kini menjadi tempat duduknya.
.
.
.
.
__ADS_1
Hai hai kembali aku ingatkan π mohon dukungannya untuk karya ini karena sedang mengikuti lomba πππ