
Diperjalanan pulang David merasa semakin gelisah, ia mencoba menghubungi nomor Alya lagi namun hasilnya masih saja nihil, ponsel Alya bahkan sudah tidak aktif.
David pun melempar ponselnya ke sembarang tempat didalam mobilnya lantaran kesal tidak bisa menghubungi Istrinya.
"Ada apa dengan ku ini? kenapa aku merasa gelisah seperti ini, sebelumnya aku tidak pernah seperti ini" gumamnya dengan mencengkeram erat kemudi mobilnya.
'Alya kenapa sekarang nomor mu malah tidak aktif, apa kau sengaja menonaktifkan ponsel mu untuk mengindari aku' David berpikir kalau sekarang ponsel Alya tidak aktif karena sengaja untuk mengindari nya, padahal David tidak tau kalau Alya saat ini sedang dalam masalah dan sedang membutuhkan pertolongan.
Entah bagaimana reaksi David kalau mengetahui situasi yang dialami Alya saat ini?
Dan entah bagaimana jadinya Alya jika tidak ada yang menolongnya?
David pun menambah kecepatan laju mobilnya agar cepat sampai rumah, ia ingin beristirahat, kepalanya sudah terasa sakit dengan banyaknya pertanyaan yang melintas di kepala nya namun seperti tidak ada jawabannya.
Dilain tempat, Kevin berhasil mencapai mobil Doni yang terparkir di area hotel. Namun saat Kevin memeriksa mobil Doni ternyata sudah kosong, Kevin pun segera masuk kedalam hotel untuk mencari keberadaan Alya dan Doni, ia tidak akan membiarkan pria brengsek itu sampai menyentuh Alya.
Setelah tahu dikamar mana Doni membawa Alya, Kevin bergegas menuju ke kamar itu dengan 2 orang pria yang bertubuh tegap yang tak lain adalah penjaga keamanan hotel tersebut.
Sementara didalam kamar itu, Doni dengan beringasnya memaksa untuk melucuti pakaian Alya, namun dengan segenap tenaganya yang tersisa Alya berusaha melawan meski tubuhnya merespon sentuhan Doni.
Doni tak segan-segan menyakiti Alya karena terus berontak, ia menampar pipi Alya kiri dan kanan namun Alya tak gentar meski pengaruh obat yang diberikan oleh Doni itu semakin menguasai tubuhnya dan ingin segera meminta pertolongan agar rasa aneh ditubuhnya itu segera hilang.
"Jangan sentuh aku atau kau akan tahu akibatnya nanti!" ancam Alya dengan menunjuk tepat diwajah Doni. "Asal kau tahu, aku adalah Putri dari Tyson Richardo"
__ADS_1
Mendengar nama Tyson Richardo, Doni mengerutkan keningnya, ia tahu bahwa keluarga itu tidak akan segan-segan memusnahkan siapapun yang berani bermain-main dengan anggota keluarganya. Belum lagi David Richardo, putra dari Tyson Richardo yang terkenal dikalangan pebisnis dan akan menyingkirkan siapapun yang berani menyinggungnya.
Awalnya Doni takut setelah tahu bahwa Alya adalah bagian dari keluarga Tyson Richardo, namun nafsu nya yang kini tidak bisa ia tahan lagi, dan apalagi saat ini mangsa nya sudah didepan mata tetap akan melancarkan aksinya, biarlah setelah ini ia akan pergi jauh untuk menghilangkan jejak, begitulah yang ada dipikiran Doni saat ini.
"Hahahaha, kau pikir aku takut hah!" Doni mencengkeram wajah Alya lalu mendorongnya dengan kasar dan Alya pun terjatuh tepat di atas ranjang.
Doni pun kembali tertawa, ia melepas satu persatu kancing kemejanya sembari melangkah ke arah ranjang mendekati Alya.
Dan Alya pun meringkuk ketakutan di atas ranjang melihat Doni yang melangkah mendekatinya.
"Stop! aku mohon jangan mendekat" Alya merentangkan sebelah tangannya untuk menyuruh Doni berhenti melangkah, namun Doni malah tersenyum melihat pergerakan Alya yang semakin memancing gairahnya.
Dengan cepat Doni naik ke atas ranjang, ia menarik dress yang dikenakan Alya hingga robek di bagian depan dada nya, Doni pun mengelus lengan Alya, dan Alya tubuhnya semakin memanas dengan sentuhan Doni itu.
"Doni!!!?" dengan mata yang memerah dan rahang mengeras Kevin melangkah menghampiri Doni.
Doni pun sama terkejutnya melihat Kevin tiba-tiba bisa berada disana.
"Brengs*k!!!''
Entah kekuatan dari mana, Kevin menarik kerah kemeja Doni lalu menghempaskan nya hingga terjungkal ke lantai. Belum puas dengan itu, Kevin kembali menarik kerah kemeja Doni lalu menghajarnya tanpa ampun. Di sudut bibir dan hidung Doni pun mengeluarkan darah akibat pukulan dari Kevin yang membabi-buta, melihat itu 2 pria penjaga keamanan hotel itupun segera melerai Kevin dan menahannya.
"Sudah Tuan sudah, orang ini bisa mati jika Tuan terus menghajarnya, biar kami yang mengurus dan membawanya ke pihak berwajib, Tuan tolong urus saja Nona itu" ucap salah satu petugas keamanan hotel itu, sembari menunjuk ke arah Alya yang meringkuk di atas ranjang.
__ADS_1
Kevin pun menoleh ke arah Alya dan langsung menghampirinya.
Sementara kedua petugas keamanan hotel itu keluar dengan membawa Doni.
Kevin melepaskan jas nya lalu menutupi tubuh Alya karena pakaiannya sudah robek, Kevin memerhatikan gerakan Alya dan Kevin pun yakin jika Alya diberi obat perangs*ng oleh Doni.
"Brengs*k kau Doni!"
Kevin bisa saja memanggil Dokter untuk memberikan obat penawar pada Alya, namun ia tidak ingin melewatkan kesempatan ini untuk bisa menyatukan Alya dengan David. Alya pernah memberitahu nya bahwa David belum pernah menyentuhnya, dan Kevin pun yakin setelah itu terjadi Alya akan melupakan segala dendamnya pada David.
"Alya dimana ponselmu?"
"Dibuang oleh Doni kejalan"
"Dasar bajing*n!" umpat Kevin, lagi-lagi kesal dengan ulah Doni.
"Apa kau menghafal nomor David?"
Alya mengangguk, karena ia memang menghafal nomor David. "Untuk apa kau menanyakan nomornya?"
"Tidak usah bertanya, sebutkan saja nomornya David"
Akhirnya Alya pun menyebutkan nomor David, dan Kevin pun segera menghubungi David.
__ADS_1