Dendam Istri Yang Tak Dianggap

Dendam Istri Yang Tak Dianggap
BAB 32


__ADS_3

David seketika menghentikan aksinya, mendengar suara pintu terbuka. Lalu menarik selimut menutupi tubuh istrinya.


"Ooppsss soryy, aku pikir kalian sedang tidur dan berniat untuk membangunkan kalian karena ini sudah sore. Tapi ternyata kalian masih belum selesai juga rupanya, baiklah kalau begitu silahkan dilanjutkan aku akan keluar'' ucap Kevin lalu menarik gagang pintu hendak keluar dan menutupnya lagi, namun pintu belum tertutup Kevin menoleh pada Alya yang meneriakinya.


"Kevin!"


"Yah Alya? apa kau membutuhkan sesuatu?" tanya Kevin mengerutkan keningnya.


"Apa yang kau bawa itu?" tanya Alya dengan menunjuk sebuah paper bag yang dibawa oleh Kevin. "Apa itu pakaian untuk ku?" tanyanya lagi.


Kevin mengangkat paper bag yang dibawa nya. "Oh ini, iya ini pakaian untukumu, David yang menyuruhku membawakannya untukmu karena pakaian mu sudah robek akibat ulah si brengsek itu" ucap Kevin sedikit geram mengingat kejadian saat ia masuk kekamar hotel itu mendapati Doni hendak melecehkan Alya.


"Kemarikan paper bag itu" perintah Alya, mengulurkan sebelah tangannya, dan sebelah tangannya lagi menggenggam selimut menutupi tubuhnya.


"Ah nanti saja, sebaiknya kalian lanjutkan saja yang tadi biar kalian cepat memberikan aku keponakan'' ucap David terkekeh, ia ia membalikan badannya hendak keluar namun lagi-lagi Alya meneriakinya.


"Kevin!! aku bilang berikan paper bag itu!"


Kevin melenguh, iapun akhirnya meletakkan paper bag itu di atas nakas" Ok baiklah, silahkan memakai pakaian mu setelah selesai melanjutkan membuat keponakan untukku" ucap Kevin tertawa menaik turunkan alisnya menggoda Alya dan David.

__ADS_1


David pun ikut tertawa dengan candaan Kevin, namun ia mengaminkan dalam hati ucapan Kevin. 'Semoga benihku segera tumbuh'


"Sekarang lebih baik kau keluar, Kevin. Aku muak mendengar celotehan mu" ucap Alya menatap tajam Kevin.


"Oke baiklah aku keluar, tapi jangan lupa ronde kedua. Kaborrrrr"


Setelah Kevin keluar, Alya menoleh menatap David. "Kak David juga keluar"


Tapi David menggeleng. "Tidak mau!"


"Terserah" Alya menarik seluruh selimut untuk menutupi tubuhnya, lalu ia bergerak menuruni ranjang, dan iapun meringis merasakan sakit dibagian intinya.


"Alya kau kenapa?" panik David melihat Alya meringis kesakitan.


Mendengar pertanyaan David itu, Alya malah kesal dan memakinya.


"Brengs*ek!" Alya pun turun dari ranjang lalu melangkah menuju kamar mandi dengan mendumel kesal.


"Masih saja dia bertanya kenapa, sudah jelas-jelas ini karena perbuatannya"

__ADS_1


"Eh dia itu kenapa? aku kan hanya bertanya, tapi kenapa dia malah memaki ku" gumam David dengan menggaruk-garuk belakang kepalanya.


David pun menyunggingkan senyum karena mengingat sesuatu. Ia mengingat saat pertama kali berhubungan badan dengan Lestari, Lestari juga mengeluhkan sakit dibagian intinya. Namun saat mengingat perbuatannya itu, membuatnya semakin merasa bersalah pada Istrinya.


Didalam kamar mandi Alya membuka selimutnya hendak mandi, namun ia melihat pantulan tubuhnya dari cermin yang ternyata terdapat banyak tanda merah di leher dan juga dadanya.


"Dasar brengs*k! bisa-bisanya mengambil kesempatan dalam kesempitan, apakah ini yang dinamakan menolong"


Sementara didalam kamar, David yang masih terduduk di atas ranjang terus tersenyum dengan menatap pintu kamar mandi yang baru saja tertutup. Ia mengingat lagi saat menjamah tubuh istrinya, Alya mengeluarkan suara-suara yang terdengar indah ditelinga nya. Tapi ia tahu, desah*n yang keluar dari bibir istrinya itu semata-mata hanya karena reaksi dari pengaruh obat perangs*ng itu, dan bukanlah karena dirinya, melihat Alya yang begitu marah setelah sadar dari pengaruh obat itu.


Tapi David berharap setelah ini, perbuatannya itu akan segera membuahkan hasil agar Alya tidak lagi meminta perpisahan darinya. Maka dari itu, ia akan terus menghindar dan mengulur waktu hingga saat yang dinantikan nya itu tiba. Sejujurnya ia juga sudah sangat menginginkan menjadi seorang ayah.


Di apartemen elite milik David. Lestari tersenyum memandang pigura kecil yang terdapat Foto David. Ia mengusap foto David yang sedang tersenyum. Namun percayalah, senyuman Lestari itu penuh dengan maksud.


Segala kemewahan yang sudah diberikan oleh David sebagai bentuk pertanggungjawabannya pada Lestari ternyata belum cukup membuat Lestari untuk melepaskan David begitu saja. Tentu saja Lestari sudah menyusun rencana untuk kedepannya.


Entah rencana apa yang sudah disusun oleh Lestari? tentu saja itu ada kaitannya dengan David, mantan kekasihnya itu yang secara sepihak memutuskan hubungan dengannya hanya karena sudah jatuh cinta pada Istrinya sendiri.


Sementara Kevin yang kini berada didalam mobilnya juga tersenyum-senyum sendiri mengingat Alya dan David. "Ah mereka berdua sudah meracuni pikiranku, sepertinya aku juga harus segera mencari pendamping" gumamnya lalu menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya meninggalkan pelataran hotel.

__ADS_1


__ADS_2