
" Alya.......
David segera berlari, ia benar-benar seperti kehilangan separuh nyawa nya melihat keadaan Alya sekarang.
Sementara Denis berlari kembali ke tempat mobilnya diparkiran lalu membawa ke tempat kejadian untuk membawa Alya kerumah sakit.
Pakaian David dan Kevin kini sudah sama-sama berlumur darah Alya, setelah berada di dalam mobil Denis, David berteriak agar Denis segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
Tak butuh waktu lama, mobil Denis pun telah sampai dirumah sakit, karena kebetulan dari tempat kejadian terdapat rumah sakit yang tidak jauh dari situ.
David menggendong tubuh Alya yang bersimbah darah berlari masuk kedalam rumah sakit, perawat yang melihat itu dengan cepat membawa brankar ke arah David. David pun meletakkan tubuh Alya di atas brankar lalu ikut mendorong brankar itu menuju ruang UGD, sementara salah satu perawat pergi memanggil dokter.
Dokter pun datang, David yang ikut masuk kedalam ruang UGD segera diminta keluar oleh perawat karena mereka akan mengerjakan tugas mereka.
Awalnya David tidak ingin keluar, ia ingin menemani Alya, tapi setelah Kevin membujuknya ia pun menurut, dan lagi lagi Denis menarik sudut bibirnya melihat David yang begitu menurut pada Kevin.
David tak henti-hentinya terus mondar-mandir didepan ruang UGD, sementara Kevin berdiri sambilan bersender di dinding dengan melipat kedua tangannya serta matanya tak lepas memperhatikan David yang benar-benar terlihat berantakan, dan Denis duduk di kursi tunggu yang tersedia juga sesekali melihat kearah David dan Kevin.
Denis pun teringat pada Alya, ia tidak menyangka ternyata wanita yang dikagumi nya itu telah bersuami, namun Denis masih belum mengerti kenapa Alya bisa sampai tinggal di desa nya? apa benar dugaan nya kalau David adalah suami yang memperlakukan Alya dengan tidak baik.
Sementara Kevin, ia mengingat saat pertama kali bertemu dengan Alya, saat itu Alya adalah wanita yang gendut dan mengingat itu Kevin tak sadar menyunggingkan senyum, namun Kevin tidak pernah menilai buruk fisik Alya ia memang tidak pernah memilih-milih teman apalagi membandingkan nya, hingga sampai saat ini, tersirat kebanggaan pada dirinya sendiri karena sudah berhasil membuat Alya menjadi seorang wanita yang sangat cantik.
Kalau David, jangan ditanyakan lagi. David merutuki dirinya sendiri atas semua yang sudah ia lakukan tehadap Alya, ia tidak akan memafkan dirinya sendiri jika sampai terjadi sesuatu pada Alya.
Lelah mondar-mandir, David malah memukul-mukul dinding dengan meninju nya, Kevin yang melihat itu segera menghentikan David.
"Berhenti David! apa yang kau lakukan? jangan menyakiti dirimu sendiri, bagaimana kau bisa seperti ini sementara Alya didalam sana kita tidak tau keadaannya" Kevin menarik David menjauh dari dinding yang sudah terdapat bercak darah dari tangan David.
__ADS_1
Sementara Denis, ia hanya menjadi penonton dan menggeleng-gelengkan kepala nya melihat apa yang dilakukan oleh David.
'Dasar bodoh! istrinya didalam sana sedang sakit, dia juga malah mau menyakiti dirinya sendiri'
"Kenapa tidak aku saja, kenapa harus Alya yang berada didalam sana" David mulai terisak dengan menujuk ke arah pintu ruang UGD yang masih tertutup rapat.
"Ini semua gak adil buat Alya! setelah semua kesakitan yang aku berikan, sekarang dia... huh" David menghela nafasnya dengan kasar, tidak sanggup meneruskan kalimat nya.
'Oh jadi benar dugaan ku, ternyata David itu memang bukan suami yang baik, dan sekarang dia sudah menyesali perbuatannya, begitu?'
"Sudahlah David, jangan bicara seperti itu, kita tidak bisa menyalahkan siapapun karena ini semua sudah kehendak-NYA"
"Aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu pada Alya" David menarik tangannya yang digenggam Kevin lalu mengacak-acak rambutnya.
David pun membawa tubuhnya duduk di kursi tunggu yang tak jauh dari tempat Denis duduk, ia menyandarkan kepala nya lalu memejamkan matanya.
Kevin yang melihat David seperti itu merasakan iba, Kevin juga ikut merasakan hal yang sama. Tak bisa dipungkiri, kedekatannya dengan Alya juga membuat nya terpukul dengan apa yang terjadi pada Alya sekarang.
Dulu Alya adalah adik kecil kesayangan nya, ia begitu senang saat Papa Tyson membawa Alya pulang. Jika dipikir, sebenarnya David turut andil dengan perubahan tubuh Alya yang menjadi gendut.
Bagaimana tidak? David selalu membelikan makanan kesukaan Alya, David sangat senang saat Alya menghabiskan makanan darinya, seperti tak merasa puas, David tak jarang membelikan makanan kesukaan Alya walaupun sudah menjelang dini hari, David bahkan dengan sengaja membangunkan Alya untuk makan makanan yang sudah ia beli, melihat Alya yang makan begitu lahap menjadi kesenangan tersendiri untuk David. Namun, entah kenapa saat Alya menjadi gendut David malah tidak suka dan mulai menjauhi Alya.
Perlahan David membuka matanya, mengingat itu semua ia lagi lagi merutuki kebodohan dirinya. Bertepatan dengan itu, pintu ruang UGD itu juga terbuka dan keluar lah dokter yang menangani Alya.
David, Kevin dan Denis segera berhambur menghampiri sang dokter
"Dokter, bagaimana keadaan istri saya?" David bertanya dengan tidak sabar sampai menggenggam erat tangan dokter itu.
__ADS_1
Terlihat dokter menghela nafasnya sebelum menjawab pertanyaan David.
"Dokter ayo jawab! bagaimana keadaan istri saya?" David sampai menguncang tubuh si dokter karena diam sajasaja tak menjawab pertanyaan nya.
Melihat dokter itu diam saja, membuat David berpikir yang tidak tidak.
Bagaimana sebenarnya keadaan Alya didalam sana?
.
.
.
Sementara Tyson, yang sudah dikabari oleh Kevin melalui pesan singkat segera berangkat ke rumah sakit bersama istrinya serta nek Minah.
Bagaimana keadaan Alya? sementara yang mereka tahu Alya sedang hamil, bagaimana dengan kandungan Alya?
Di usia kandungan yang masih sangat muda, jangan kan kecelakaan seperti yang dialami oleh Alya, terpeleset saja bisa mengakibatkan keguguran, lalu apa kabar dengan kandungan Alya yang saat kecelakaan ia terpental jauh.
Dan David menyaksikannya didepan matanya sendiri, tapi David tidak tahu kalau saat ini Alya sedang hamil, bagaimana kalau David mengetahui nya?
......
"Dokter ayo jawab! kenapa diam saja! bagaimana keadaan istri saya?" dan sekarang David mencengkeram kerah seragam si dokter, David marah karena si dokter hanya diam saja.
"David tenang dulu, bagai dokter bisa menjelaskan nya kalau kau seperti ini" Kevin membuka suara menenangkan David, walau sebenarnya ia juga kesal dengan si dokter yang hanya diam saja.
__ADS_1
"Baik Pak, akan saya jelaskan mari ikut ke ruangan saya" ucap dokter itu pada akhirnya membuka suara, dan David pun melepaskan cengkeraman nya.
David mengikuti si dokter menuju ruangan nya bersama Kevin, sementara Denis lebih memilih menunggu di ruang UGD.