Dendam Istri Yang Tak Dianggap

Dendam Istri Yang Tak Dianggap
BAB 39


__ADS_3

Setelah sampai di perusahaan Kevin, David langsung menerobos masuk walaupun sudah diberitahu bahwa Kevin sedang berada diruang meeting saat ini. David sama sekali tidak perduli, ia harus segera menemui Kevin untuk menanyakan dimana keberadaan Istrinya.


"Kevin... Kevin..." David terus berteriak memanggil nama Kevin hingga ia masuk kedalam ruangan meeting, dimana saat ini Kevin tengah melangsungkan meeting bersama beberapa koleganya.


Dan semua orang yang berada didalam ruangan itu langsung mengalihkan pandangan mereka pada David yang tiba-tiba masuk dan berteriak-teriak memanggil nama Kevin, begitu juga dengan Kevin yang langsung berdiri dari tempat duduknya melihat keberadaan David.


Setelah menemukan yang dicarinya, David langsung menghampiri Kevin lalu mencengkeram kerah kemeja Kevin.


"Kevin, katakan dimana Alya, dimana istriku!" Sarkas nya dengan nada tinggi, dan membuat semua orang yang berada didalam ruangan itu saling pandang menanyakan maksud ucapan Lelaki yang tiba-tiba datang mengacaukan meeting mereka.


Kevin pun mengerutkan keningnya mendengar pertanyaannya David yang menurutnya aneh, bukankah Alya berada dirumahnya dan sedang sakit saat ini?


"Apa maksudmu David? Apa maksud pertanyaan mu ini, kenapa menanyakan keberadaan istrimu sendiri kepada ku. Bukankah saat ini Alya berada dirumah dan sedang tidak enak badan" ucap David mengatakan sebenarnya yang ia ketahui, karena Alya tadi pagi mengabarinya kalau sedang tidak enak badan.


"Jangan mengeles, Kevin! Sekarang cepat katakan dimana Alya, dimana istriku?!" David tidak percaya dengan ucapan Kevin, ia terus mendesak Kevin untuk mengatakan dimana Alya.


"Aku tidak berbohong, Alya sendiri tadi pagi yang menelpon ku, dia bilang tidak jadi datang kemari karena sedang tidak enak badan" jelas David mengatakan sebenarnya.

__ADS_1


David menggelengkan kepalanya, dan semakin mengeratkan cengkeraman nya dikerah kemeja Kevin. "Aku tidak percaya, kau pasti berbohong kan? Kau pasti tau kemana Alya pergi, pasti kau yang sudah membantunya untuk pergi, iya kan Kevin!?" Lagi-lagi David berteriak, dan membuat semua orang yang berada diruang itu seketika berdiri.


Kevin melihat koleganya yang sudah mulai tidak nyaman melihat perdebatannya dengan David, iapun memutuskan untuk menunda meeting.


"Maaf semuanya atas ketidaknyamanan nya, dengan sangat terpaksa meeting ini kita tunda dulu dan akan kita lanjutkan lain waktu" ucap Kevin kepada para koleganya.


Tanpa merespon ucapan Kevin, satu persatu mereka keluar meninggalkan ruangan meeting dengan raut wajah yang terlihat kesal. Bagaimana tidak kesal? Baru saja meeting dimulai, namun harus ditunda seperti itu.


Setelah para koleganya meninggalkan ruangan meeting, Kevin mendorong David hingga cengkeraman tangan David dikerah kemejanya terlepas.


"Coba kau jelaskan apa yang sebenarnya terjadi? Karena Aku benabe tidak mengerti dengan pertanyaan mu itu, dan aku juga sudah mengatakan yang sebenarnya kalau tadi pagi Alya menelpon ku dan dia bilang sedang tidak enak badan. Lalu bagaimana sekarang kau bisa menanyakan keberadaan Alya kepadaku?"


"Alya pergi, dan semua pakaiannya tidak ada" ucap David sendu, ia menundukkan kepalanya.


"Apa?" Kevin tersentak kaget mendengar penuturan David.


"Apa aku tidak salah dengar? Bagaimana Alya bisa pergi?" Pernyataan beruntun Kevin hanya dijawab dengan gelengan kepala oleh David.

__ADS_1


"Aku yakin pasti sudah terjadi sesuatu, tidak mungkin Alya tiba-tiba pergi seperti ini tanpa sebab" kini giliran Kevin yang mencengkeram kerah kemeja David. "Kau pasti sudah melakukan sesuatu yang membuat Alya pergi, iya kan? Apa kau menyakiti Alya lagi, hah!?" Kevin pun tersulut emosi, ia tidak bisa membayangkan bagaimana Alya sendiri diluar sana. Iapun mengingat saat pertama kali bertemu Alya dengan keadaan yang begitu terpuruk karena ulah suaminya itu.


David diam, ia tahu kalau ialah yang menyebabkan Alya pergi.


"Katakan David! Apa yang kau lakukan sehingga Alya pergi?"


"Lepaskan" David menarik kedua tangan Kevin yang mencengkeram kerah kemejanya, lalu iapun membelakangi Kevin kemudian menceritakan apa yang terjadi pagi ini, dan kesalahan pahaman Alya padanya yang hanya berniat menolong Lestari.


Kevin pun kesal mendengar cerita David, ia melayangkan bogem mentah diwajah David.


"Brengsek! Ternyata kau masih menemui wanita jal*ng mu itu, David! Aku pikir kau sudah berubah, namun ternyata Aku salah besar" Kevin pun benar-benar marah David mengatakan ia pergi menemui Lestari.


David pun diam tidak membalas serangan Kevin, karena ia tau itu memang adalah kesalahannya.


"Dengarkan penjelasan ku dulu Kevin, Aku tidak berniat seperti itu. Aku harus bagaimana? Lestari benar-benar membutuhkan pertolongan ku" ucap David membela diri.


"Tapi apa dengan membohongi istrimu, hah!? Lihatlah sekarang, Alya sudah pergi"

__ADS_1


Sementara orang yang sudah membuat kedua Lelaki itu berdebat, sudah sampai ditempat tujuannya.


__ADS_2