
David melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, tujuannya sekarang adalah kerumahnya karena ia yakin Alya pasti ada disana. Sepanjang jalan David merutuki kebodohannya hari ini yang lagi-lagi membohongi Istrinya, dan lihatlah apa yang terjadi sekarang.
Sementara kini Alya sudah sampai dirumahnya, kediaman keluarga Richardo tempatnya dibesarkan oleh keluarga itu sebagai putri mereka sendiri sebelum pada saatnya Tyson menjodohkannya dengan David, yang adalah kakak angkatnya.
Dengan langkah gontai Alya melangkah menaiki satu persatu anak tangga menuju kamarnya, melihat suasana rumah yang sepi Alya tau jika Tyson dan Herlina tidak sedang berada di rumah. Kedua paruh baya itu memang sering keluar untuk menghabiskan waktu bersama menikmati masa tua mereka. Dulu Alya berharap, setelah menikah dengan David ia juga bisa seperti Tyson dan Herlina, namun harapan nya itu pupus begitu saja dengan perlakuan suaminya yang ternyata tidak menganggapnya sebagai istri.
Dengan tangannya sedikit gemetar Alya meraih knop pintu lalu membuka pintu kamarnya, iapun melangkah masuk dan langsung menuju lemari pakaiannya.
Tak lama kemudian 1 buah koper berukuran besar sudah terisi penuh dengan pakaian Alya, iapun menarik kopernya keluar dari kamar. Sepanjang langkahnya pandangannya menelusuri setiap sudut ruangan rumah masa kecilnya itu.
Gambaran canda tawa seolah berada dihadapannya saat ini, ia menatap setiap tempat yang dulu sering ia tempati bermain kejar-kejaran bersama David. Juga Tyson dan Herlina yang tak pernah pudar senyum diwajah mereka melihat Alya kecil dan David putra mereka begitu dekat dan menyayangi Alya sudah seperti adik kandungan nya sendiri.
Hingga langkahnya terhenti didepan sebuah pigura berukuran besar yang tergantung di ruang keluarga. Difoto itu terdapat Tyson dan Herlina, David dan juga Alya yang saat itu masih remaja.
"Papa, Mama terima kasih karena sudah merawat aku selama ini. Walaupun itu semua karena bentuk balas budi kalian kepada kedua orang tua ku yang sudah mengorbankan nyawa nya demi kalian. Dan untukumu Kak David, Aku juga berterima kasih karena pernah menjadi kakak yang menyayangi Aku. Dan aku ucapkan selamat tinggal, semoga harimu menyenangkan tanpa adanya aku lagi di kehidupan mu. Untuk Mama dan Papa, aku minta maaf karena aku harus pergi, sekali lagi Aku ucapkan maafkan aku Ma, Pa" setelah mengeluarkan semua isi hatinya dihadapan foto keluarga nya itu, Alya kembali melanjutkan langkahnya menuju Taksi yang sedang menunggu di luar sana. Ia meninggalkan rumah masa kecilnya, membawa setiap kenangan manis serta kebencian dan dendam terhadap Pria yang masih berstatus sebagai suaminya itu.
"Jalan Pak" ucapnya kepada supir Taksi itu.
"Maaf Mba, sekarang Mba mau kemana?" Tanya supir Taksi.
"Ke stasiun Pak?" Jawab Alya, dan di angguki oleh supir Taksi itu.
Tak lama setelah Taksi yang akan membawa Alya ke stasiun, pergi. David pun kini telah sampai dirumahnya, ia memarkirkan mobilnya asal lalu keluar dari mobilnya kemudian berlari memasuki rumah sambil memanggil-manggil nama Istrinya.
Karena tidak ada jawaban, David langsung segera menuju kamarnya. Barangkali Alya berada disampingnya, pikirnya. Namun, saat sudah didalam kamar, David tak juga menemui sosok yang dicarinya. Matanya pun tertuju pada lemari pakaian Alya yang sedikit terbuka, David segera memeriksakannya dan seketika matanya membulat mendapati lemari pakaian Alya telah kosong hanya tersisa kan selimut yang selalu digunakan Alya untuk tidur di sofa.
__ADS_1
David pun segera berlari lagi keluar kamar, ia akan mencari Alya barangkali belum jauh.
Saat akan keluar dari rumah David yang berlari menabrak kedua orangtuanya yang baru saja pulang.
"David! Apa-apaan ini?" Tyson pun sedikit kesal pada putranya itu, begitu juga dengan Herlina yang mendelik kan matanya menatap David.
"Papa, Mama apa kalian tau dimana Alya?" Tanya David dengan begitu paniknya.
"Alya?" Tyson dan Herlina saling pandang, lalu kemudian serentak menggelengkan kepalanya. "Kami tidak tau, David. Kami baru saja pulang" Ucap Tyson dan membuat David mengacak rambutnya, frustasi.
"Pa, Ma Alya pergi Ma. Semua pakaiannya tidak ada, dia pergi meninggalkan kita Ma" David begitu kacau saat ini, seketika ia merasa kehila sesuatu yang berharga.
"Apa?" Tyson dan Herlina begitu terkejut mendengar penuturan putranya itu.
'Ada apa ini, David? Mama harap Kau tidak menyakiti istrimu lagi. Alya dimana kau, nak' ucap Mama Herlina dalam hati menatap sendu putranya yang terlihat kacau, sedikit keyakinan bahwa putranya itu tidak menyakiti putri mereka, melihat David yang begitu paniknya dan kacau saat ini.
Tiba-tiba David teringat sesuatu. "Papa, Mama Aku pergi dulu, Aku akan membawa Alya pulang" tukasnya lalu berlari lagi menuju mobilnya.
"David tunggu dulu, jelaskan kenapa Alya pergi, apa kalian bertengkar" teriak Tyson menerka apa yang telah terjadi sehingga membuat Putri yang sudah mereka besarkan seperti anak sendiri, pergi tanpa berpamitan pada mereka.
Tujuan David saat ini adalah menemui Kevin, ia yakin kalau Kevin tau kemana Alya pergi karena Kevin begitu dekat dengan istrinya itu.
.
.
__ADS_1
.
.
.
Awok...awok... Yeayπ hari ini sudah up 3 bab ya π mana nih hadiah buat othor biar tambah semangat update πππ (ngarep.com)ππππ
Pokoknya aku ucapkan terima kasih buat kalian yang sudah mengikuti sampai sini, tanpa kalian aku apalah ππππ
Lanjutannya besok lagi ya, othor mau ngelonin anak duluπππβ
Oh ya karena novel ini sedang mengikuti event, jadi othor juga mau mengadakan give away dan pengumuman nya nanti setelah novel tamat.
othor akan memilih 3 peringkat teratas, dan 1 komentar terHOT.
Hadiahnya : Juara 1: Pulsa senilai 20k
Juara 2: pulsa senilai 10k
Juara 3: pulsa senilai 5k
Dan untuk komentar terHOT: pulsa senilai 20k.
Hehehe,π hadiahnya kecil ya π eh tapi gak apa-apa lah ya, anggap saja othor sedang berbagi.
__ADS_1