Dendam Istri Yang Tak Dianggap

Dendam Istri Yang Tak Dianggap
BAB 75


__ADS_3

Kini giliran Papa Tyson dan Mama Herlina yang masuk menjenguk cucu mereka. Kalau saja bayi mungil itu tidak harus dirawat di inkubator pasti Mama Herlina sudah menggendong baby Nayla dan menghujani banyak kecupan di pipinya.


Kedua paruh baya itu menatap cucu mereka yang terlelap, dengan haru. Papa Tyson sebenarnya sangat menyayangkan jika kedua Putra dan Putri nya itu akan berpisah setelah baby Nayla lahir. Namun, ia tidak bisa berbuat banyak, keputusan Alya sudah bulat dan Papa Tyson pun tidak bisa menentangnya karena ia juga kecewa dengan Putra nya.


"Pa, apa Alya tetap akan berpisah dengan David? Apa Alya tidak akan merubah keputusannya itu demi baby Nayla" Mama Herlina sampai tak berkedip menatap baby Nayla. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana nasib baby Nayla kalau kedua orangtuanya berpisah.


Papa Tyson menghela nafasnya, itulah yang sedang ia pikiran. Ia memang juga kecewa pada David, tapi setelah melihat baby Nayla hatinya merasa iba pada bayi mungil ini kalau David dan Alya benar akan berpisah.


"Papa juga gak tau, Ma. Tapi, apapun keputusan Alya nanti kita tidak boleh mencampuri nya" ucap Papa Tyson. Rasanya berat saat mengatakan itu, tapi ia sudah berjanji sebelumnya akan mendukung apapun keputusan Alya nanti.


"Kasihan kamu, sayang. Yang seharusnya di masa-masa seperti ini kedua orang tua mu harus kompak merawat mu, tapi mereka malah akan berpisah" Mama Herlina mengelus kepala baby Nayla dengan sayang. Bagaimana pun status David dan Alya nanti, baby Nayla tetap lah cucu mereka.


Setelah Papa Tyson dan Mama Herlina. Sekarang adalah giliran Kevin sendirian yang menjenguk baby Nayla.


"Hai cantik" ucap Kevin seolah menyapa baby Nayla. Terdengar Kevin menghela nafasnya dengan kedua tangannya ia masuk kedalam saku celana serta matanya terus menatap baby Nayla.


"Seandainya kamu bisa membujuk Mama kamu untuk mencabut gugatan cerainya pada Papa kamu, pasti Om akan ikut senang melihat kamu bisa bersama kedua orangtua kamu. Tapi sayang nya Mama kamu keras kepala, Mama kamu tetap ingin berpisah dengan Papa kamu"


Di luar ruangan tadi, saat Papa Tyson dan Mama Herlina masih berada di dalam melihat baby Nayla. Kevin kembali menanyakan perihal berita yang menayangkan tentang pengakuan Lestari soal anak yang di kandungnya, pada David. Kevin menahan emosinya saat menanyakan itu, kalau saja berita itu benar Kevin akan menghajar David saat itu juga. Tapi, setelah David menjelaskan semua soal tes DNA nya dengan anak Lestari, Kevin merasa lega karena ternyata anak yang di kandung Lestari bukanlah anaknya David.


Dan kemudian Kevin mengucapkan selamat pada Alya dan juga David karena sekarang mereka berdua sudah menjadi orang tua. Dan Kevin juga mendoakan semoga rumah tangga Alya dan David harmonis, dan juga menjadi keluarga kecil yang bahagia setelah kelahiran baby Nayla.


Tak bisa dipungkiri, Kevin sangat terkejut mendengar respon Alya atas do'a nya. Bukannya meng'amin'kan do'a Kevin, Alya malah menjawab dengan mengatakan akan menggugat cerai David.


Saat Kevin menanyakan alasannya, Alya hanya menjawab tidak bisa bertahan dengan orang yang pernah menyakitinya, dan tidak akan pernah bisa melupakan perbuatannya.


"Kita berdoa saja ya, cantik semoga Mama kamu merubah keputusannya untuk bercerai sama Papa kamu" ucap Kevin, ia mengecup pipi baby Nayla.


"Seandainya Om punya anak laki-laki, pasti bakal Om jodohkan sama kamu" ucap Kevin lagi, kemudian terkekeh dengan ucapannya sendiri. Jangankan anak, calon istri saja ia belum punya.


"Eh, Om ambil foto kamu ya buat kenang-kenangan" kemudian Kevin mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jas nya.


Tak puas dengan hanya mengambil foto baby Nayla, Kevin juga berselfie ria bersama baby Nayla dengan berbagai macam gaya.


Kevin pun tertawa sendiri melihat ulang hasil bidikan kamera ponselnya, ia terkekeh melihat dirinya mempraktikkan berbagai macam gaya yang menurutnya alay.


Setelah puas bercengkrama dengan baby Nayla. Kevin keluar dari ruangan itu dan berpamitan dengan David, Alya, Papa Tyson dan juga Mama Herlina serta nek Minah yang baru saja datang sehabis mengambil barang keperluan Alya, karena sebentar lagi ia ada pertemuan dengan klien.


"Kevin, terima kasih ya sudah mau repot-repot datang buat jenguk baby Nayla" ucap Alya. Dan Kevin yang hendak pergi menghentikan langkah nya lalu berbalik menatap Alya.


"Iya, sama-sama" Kevin melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, masih ada waktu 30 menit sebelum pertemuan dengan klien nya di mulai. Kevin pun berjalan ke arah Alya lalu merendahkan tubuhnya sejajar dengan Alya yang duduk di kursi roda.

__ADS_1


"Alya, kita sudah seperti kakak adik, bukan?" Alya mengangguk. "Kalau begitu, apa kau mendengarkan kakak mu ini?" Sejenak Alya diam ia mencoba mencerna apa yang dikatakan Kevin.


"Tergantung, apa yang akan kau katakan" jawab Alya.


"Aku tidak meminta banyak, Alya. Sebagai kakak, aku hanya ingin melihat adikku bahagia, dan itu dengan kamu berkumpul bersama baby Nayla dan juga David" Ucap Kevin dengan tatapan memohon, ia juga berharap Alya mau merubah keputusannya.


Alya menggelengkan kepalanya, dan itu membuat Kevin langsung bangkit berdiri.


"Ya sudah, kalau begitu aku pamit pergi dulu, sebentar lagi aku ada pertemuan dengan klien" ucap Kevin lalu membalikkan badanya hendak pergi, namun Alya memanggilnya lagi.


"Kevin...


Kevin menoleh tanpa membalikkan badanya.


"Maaf" ucap Alya, dan Kevin langsung pergi tanpa merespon kata maaf Alya. Kevin tahu apa arti kata maaf yang baru saja di ucapkan Alya, itu artinya ia meminta maaf karena tidak bisa menuruti keinginan nya untuk menerima David lagi.


Kevin membawa langkanya dengan perasaan kecewa, kecewa karena wanita yang sudah dianggap sebagai adik sendiri menolak permintaan nya yang meminta agar berkumpul bersama keluarga kecilnya. Sebagai kakak, Kevin tentu akan senang melihat Alya bisa berkumpul bersama dengan keluarga kecilnya. Apa itu salah?


Sementara Alya, menatap nanar langkah Kevin yang semakin menjauh hingga hilang dibalik tembok pembatas ruangan itu. Ia tahu, saat ini Kevin pasti kecewa padanya.


Saat sudah di lobi rumah sakit, Kevin yang sedang menjawab telepon dari sekertaris nya sambil terus berjalan, tidak sengaja menabrak seseorang karena tidak melihat nya.


Sementara yang di tabrak oleh Kevin, sudah terduduk di lantai dan 2 kantong kresek yang dibawa orang itu sudah tercecer di lantai.


Kevin langsung mematikan sambungan telepon nya, lalu berjongkok membantu orang yang di tabrak nya memungut isi 2 kantong kresek yang tercecer di lantai.


" Kalau jalan tuh lihat-lihat napa sih, gini kan makan waktu aja, anak aku pasti udah nungguin" gerutu seorang wanita yang di tabrak Kevin.


"Iya aku minta maaf, aku yang salah, jalan sambil nelpon dan gak lihat kamu" ucap Kevin sambil memunguti barang-barang dari kantong kresek itu tanpa melihat orangnya.


"Wah gimana nih, mainan anak aku rusak lagi" wanita itu menunjukkan mainan robot-robot kehadapan Kevin yang bagian kaki nya sudah patah. "Tanggung jawab, gak!" bentak wanita itu.


Kevin pun mengangkat pandangannya, dan..


Deg....


Kevin seketika terpanah dengan wajah dihadapan nya, terlihat garang tapi cantik.


"Eh, kok bengong sih, ini gimana mainan anak aku rusak nih!" ucap wanita itu lagi dengan nada jutek.


"Eh i-ya aku bakal ganti rugi" Kevin mengeluarkan dompet nya dari saku celana nya hendak memberikan uang kepada wanita itu untuk mengganti mainan yang rusak itu.

__ADS_1


Tapi sial nya, ternyata Kevin tidak menyimpan uang cash di dompet nya.


"Aduh maaf banget ya, aku gak punya uang cash, gimana kalau nanti kamu datang saja ke kantor aku untuk mengambil ganti rugi mainan yang rusak itu, ini kartu nama aku" setelah memberikan kartu namanya, Kevin segera pergi tanpa menghiraukan teriakan wanita itu. Tadi sekertaris nya menelpon, memberitahu kalau para klien sudah datang dan menunggu nya, dan Kevin benar-benar sudah terlambat sekarang.


"Dasar!!!" umpat wanita itu kesal, karena Kevin pergi begitu saja dan hanya memberikan kartu nama.


"Terus gimana nih? mainan nya Reyhan rusak lagi, mana aku beli dari hasil tabungan aku jualan keliling selama seminggu, dan sisanya udah habis buat bayar biaya rumah sakit" wanita itu pun pergi menuju ruangan anaknya di rawat dengan membawa mainan robot-robot yang sudah rusak itu, serta bungkusan yang berisi makanan dan untung saja tidak ikut hancur juga.


Sepanjang langkah nya menuju ruangan anaknya di rawat, wanita itu terus menatap kartu nama yang tadi diberikan oleh laki-laki yang menabraknya dan tidak ia kenal. Dan baru mengetahui nama laki-laki itu setelah melihat nama yang tercetak tebal di kartu nama itu.


"Kevin Adiguna, em, nama yang bagus" gumamnya. Dan tak lama ia pun sampai di ruangan anaknya di rawat.


Wanita itu bernama Keyla, seorang janda yang memiliki satu anak laki-laki bernama Reyhan. Dan Reyhan sekarang di rawat di rumah sakit karena terdapat luka robek di bagian kening nya akibat terjatuh dan terbentur di pembatasan jalan saat mantan suaminya Keyla ingin merebut Reyhan darinya. Alhasil, dari aksi tarik menarik memperebutkan Reyhan, membuat bocah laki-laki yang baru berusia 4 tahun itu terpental dan kepalanya terbentur di pembatas jalan.


Cekelek....


Keyla membuka pintu ruangan, dan bocah laki-laki yang berusia 4 tahun itu sangat antusias bangun dari ranjang nya, melihat kedatangan Mama nya.


"Yeay Mama datang, pasti Mama bawa robot-robotan yang aku sukai itu kan, Ma?" tanya bocah itu dengan wajah sumringah.


Keyla mengelus puncak kepala Putra semata wayangnya itu dengan lembut. "Iya sayang, Mama bawa kok robot-robotan nya, tapi Mama minta maaf ya tadi robot-robotan nya jatuh terus rusak deh" ucap Keyla dengan wajah sedih yang di buat-buat agar Putra nya itu tidak marah.


"Yah Mama, padahal kan aku udah lama banget pengen mainan robot-robotan itu" ucap bocah itu dengan wajah cemberut.


"Mama minta ya. Tapi Mama janji deh, besok Mama belikan mainan robot-robotan yang baru" Ucap Keyla menghibur Putra nya.


"Yeay, makasih ya Ma, aku sayang banget sama Mama" bocah laki-laki itupun memeluk Mama nya dengan sayang.


Dibalik pelukan Putra nya, Keyla menatap lagi kartu nama Kevin dengan mata menyipit.


'Siapapun kamu, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat Putra ku bersedih'


.


.


NOTE: Beberapa episode lagi cerita David dan Alya bakal tamat ya. Tapi bakal lanjut lagi partai 2 nya disini juga, dan bakal di campur juga dengan kisah Kevin yang bakal ketemu jodohnya. Dan tentunya dengan cerita baby Nayla juga 🥰


INFO!


Mungkin dari awal pada bingung ya dengan judulnya "DENDAM ISTRI YANG TAK DIANGGAP"

__ADS_1


Dendam/menyimpan dendam, bukan berarti harus membalasnya secara terang-terangan. Cukup dengan merubah diri/penampilan sudah bisa membuat orang yang menyakiti kita, menyesal!


__ADS_2