Dendam Istri Yang Tak Dianggap

Dendam Istri Yang Tak Dianggap
BAB 14


__ADS_3

"Terima kasih atas waktunya hari ini" kata Alya sebelum keluar dari mobil Kevin yang kembali mengantarnya pulang kerumah besar keluarga Richardo setelah tadi pagi mengajaknya ke perusahaannya.


Namun Kevin hanya menjawabnya dengan senyuman, entah kenapa sejak perbincangan tadi siang Kevin begitu merasa enggan untuk berbicara.


"Sampaikan maaf ku kepada suamimu karena sudah mengajak istrinya pergi tanpa seizinnya, dan pulang selarut ini" kata Kevin, dan itu membuat Alya merasa jengah mendengarnya.


"Kurasa tidak perlu meminta maaf, mungkin saja seharian ini dia juga sedang bersenang-senang bersama KEKASIHNYA" kata Alya, menekankan saat mengucap kata kekasihnya. "Lagipula kita tidak sedang berselingkuh, jadi untuk apa meminta maaf" sambungnya.


"Seharusnya kau memperjuangkan rumah tangga mu, dan bukannya malah berniat membalaskan dendam mu itu" walaupun tadi siang di perusahaannya Kevin kalah debat dengan Alya, namun ia tetap memperingatinya agar tidak salah langkah untuk kedepannya.


"Tidak ada lagi yang perlu diperjuangkan, Kevin. Apa kau lupa bagaimana keadaanku dulu saat kau tak sengaja hampir menabrakku di pinggir hutan? Aku benar-benar terpuruk waktu itu, belum lagi saat kau mengantar ku pulang kerumah ini" ucapannya sambil menatap rumah mewah yang sekarang berada di hadapannya, dari dalam mobil. "Kau juga mendengar sendiri bukan? Kalau David sendiri lah yang sudah merencanakan penculikan ku dan membuang ku ke hutan itu, bersama kekasihnya" sambungnya. Alya mengepalkan tangannya saat menceritakan kejadian itu, sementara Kevin yang mendengarnya hanya bisa meraup wajahnya. Yah Kevin masih ingat betul, bagaimana keadaan Alya waktu itu. Namun bukan berarti Kevin membiarkan Alya untuk membalas dendam, sebisa mungkin ia akan mengingatkannya terus untuk tidak menjalankan niatnya itu.


"Aku harap, kau tidak membahas ini lagi dilain waktu. Biarkan aku melakukan apa yang ingin aku lakukan" ucap Alya lagi, lalu kemudian ia keluar dari mobil Kevin tanpa permisi.


Beruntung Alya mempunyai kunci cadangan, jika tidak ia akan tidur di luar malam ini karena tidak mungkin ia menggedor-gedor pintu atau membunyikan bel mengingat malam sudah larut, itu hanya akan mengganggu penghuni rumah yang mungkin sudah terlelap. Dan tidak mungkin juga ia ikut lagi dengan Kevin, bagaimana nanti tanggapan Tyson dan Herlina padanya.


Saat masuk ke dalam kamarnya, Alya mengembuskan nafas lelah melihat kamarnya yang berantakan sudah seperti kapal pecah.


"Bagus! Istri macam apa yang pergi dan pulang selarut ini bersama lelaki lain, sementara suaminya bekerja seharian" suara bariton David yang baru keluar dari kamar mandi, mengagetkan Alya yang tengah memunguti barang-barang yang berserakan di lantai.


Namun Alya tidak memperdulikannya dan terus melanjutkan kegiatannya dan menyimpan kembali barang-barang yang berserakan itu ke tempatnya semula, lalu setelahnya Alya menuju lemari pakaian David dan menyiapkan pakaian untuk dipakai suaminya besok ke kantor. Q

__ADS_1


David yang sudah kesal sejak tadi sore mengetahui Alya pergi bersama Kevin, kini amarahnya memuncak karena diabaikan oleh Istrinya itu. Dengan langkah cepat David pun menghampiri Alya lalu mencengkeram erat tangannya dan menyeretnya masuk kedalam kamar mandi.


"Lepaskan aku, Kak David!" Alya berteriak karena merasa sakit ditangannya.


Didalam kamar mandi, David menghempaskan Alya ke dinding kamar mandi lalu ia mengambil gayung dan menyirami air ke wajah Alya terus menerus tanpa memperdulikan teriakkan Alya yang sudah terengah-engah.


David pun menghentikan aksinya menyirami wajah Alya dengan air, namun detik berikutnya ia menggosok wajah Alya dengan kasar menggunakan telapak tangannya dan kemudian mencengkeram wajah itu lalu tertawa sinis.


"Hahaha, lihatlah sekarang makeup mu sudah hilang dan bekas luka di wajahmu nampak jelas terlihat" David pun tertawa kencang, namun kemudian kembali mencengkeram wajah Alya, dan kini raut wajahnya kembali terlihat murka. "Apa kau pikir dengan tubuhmu yang sudah tidak gendut lagi, dan bekas luka di wajahmu sudah memudar dan bahkan tidak terlihat dengan kau menutupinya menggunakan makeup, lalu kau ingin menggoda semua lelaki di luar sana. Heh! Jangan mimpi Alya, bagiku kau tetap sama seperti dulu walau bagaimanapun kau mencoba menutupinya, kau tetap saja jelek, Alya!" David pun melepas cengkeraman tangannya dari wajah Alya dengan mendorongnya.


David keluar dari kamar mandi setelah puas menuntaskan amarahnya, dan meninggalkan istrinya didalam sana dengan luka yang belum sempat mengering namun ia tambah lagi. David tidak tau saja, jika kini istrinya itu menaruh dendam padanya.


Keesokan harinya...


Melihat istrinya yang masih terlelap diatas sofa, entah kenapa ia merasa tidak tega melihatnya. Perlahan David melangkah menuju dimana Istrinya terlelap, ia merendahkan posisi tubuhnya hingga sejajar dengan istrinya yang tengah berbaring di atas sofa. Tangannya terulur menyentuh wajah yang semalam dengan kasarnya ia gosok agar makeup nya luntur dan menampakkan bekas lukanya.


Alya yang merasakan ada sentuhan di pipinya mulai mengerjapkan matanya, dan saat matanya terbuka sempurna ia pun terkejut dan seketika bangkit melihat suaminya kini berada dihadapannya.


"Kak David sedang a-pa?" Tanyanya dengan terbata karena terkejut.


"Selamat pagi" ucap David dengan tersenyum pada Istrinya itu, ia tidak mengindahkan wajah terkejut Istrinya.

__ADS_1


"Cih kenapa dia bersikap manis sekarang, apa dia lupa dengan apa yang dia lakukan kepadaku ku tadi malam. Ah tidak, bukan hanya tadi malam tapi selama ini" ucap Alya dalam hati, ia mengalihkan pandangan ke arah lain.


"Pagi" jawab Alya datar, ia berdiri lalu dan hendak melangkah menuju kamar mandi, namun langkahnya terhenti saat tangan kokoh itu meraih tangannya.


Alya menoleh lalu perlahan melepaskan tangannya dari genggaman tangan suaminya.


"Alya tunggu dulu, aku ingin berbicara sebentar" ucap David, dan Alya kembali mengentikan langkahnya.


"Maaf, aku tidak mau berbicara dengan lelaki yang sudah memiliki kekasih" kata Alya, dan setelah mengucapkan itu Alya kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi.


Sementara David yang mendengarkan itu, diam mematung ditempatnya menatap Alya yang kini sudah masuk kedalam kamar mandi.


"Apa? Apa yang dia katakan tadi, apa Alya tau tentang hubunganku dengan Lestari"


.


.


.


.

__ADS_1


Note: Novel ini sedang mengikuti lomba, mohon dukungannya ya untuk novel ini.


#Mengubah_Takdir.


__ADS_2