Dendam Istri Yang Tak Dianggap

Dendam Istri Yang Tak Dianggap
BAB 68


__ADS_3

David baru saja menerima sebuah amplop putih yang berlogo rumah sakit, yang diantarkan oleh jasa kurir.


Walaupun dengan keyakinan nya, tapi tetap saja dadanya berdebar menatap amplop putih yang berisikan hasil tes DNA dirinya dengan bayi nya Lestari. Bagaimana kalau hasil tes DNA itu menyatakan kalau bayinya Lestari memang adalah anaknya? Membayangkan itu David menggeleng keras serta merem*s amplop itu. Ia pun segera menuju kamarnya untuk melihat hasil tes DNA itu.


David pun menyunggingkan senyum saat melihat hasil tes DNA itu.


"Dasar perempuan jal*ng penipu!"


Selembar kertas yang menunjukkan hasil tes DNA itu, David masukkan kembali ke dalam amplop yang berlogo rumah sakit lalu ia simpan di dalam lemari nya. Setelah itu ia bergegas keluar dari kamarnya, gara-gara khawatir memikirkan hasil tes DNA itu ia sampai melewatkan waktu untuk memperhatikan Alya.


David berharap, jika ia terus memberikan perhatian pada Alya, istrinya itu perlahan akan luluh dan mau memaafkannya.


Baru saja David menapakkan kaki nya di ruang keluarga dengan senyum yang mengembang. Namun, senyum nya itu seketika pudar saat melihat diantara keluarganya, seorang wanita yang sedang menggendong bayi tersenyum padanya.


Rahang David mengeras, tangannya terkepal erat serta matanya menatap tajam pada wanita yang menggendong bayi itu, David tahu apa maksud wanita itu datang dengan membawa bayi nya.

__ADS_1


"David, kenapa kau hanya berdiri saja di situ, apa kau tidak ingin menggendong anakmu? lihatlah dia sangat tampan seperti mu" Lestari dengan tidak tahu malunya berkata seperti itu dihadapan keluarga David.


Semua yang berada di ruangan itu langsung menatap tajam pada Lestari, terkecuali Alya yang mengalihkan pandangannya ke arah lain, ia memilih untuk tidak melihat apapun meski ia berada di ruangan itu.


Melihat semua orang tidak ada yang merespon nya, Lestari pun semakin berani dan kini ia malah melangkah ke arah David sambil mengelus elus pipi bayinya.


"Lihat lah sayang, Papa mu sangat tampan sama seperti mu"


"Stop Lestari! jangan berani-beraninya kau mendekati ku!" Lestari pun menghentikan langkah nya, namun beberapa saat kemudian ia malah tertawa.


"Berhenti mengatakan anak itu adalah anak ku, karena dia memang bukan anak ku! " ucap David dengan lantang menujuk bayi yang di gendong Lestari.


Lestari tidak ingin kalah, ia terus berusaha memanas-manasi orang-orang yang ada di ruangan itu agar percaya padanya.


"Lihatlah, Nak betapa malang nasibmu, Papa mu sendiri tidak mau mengakui mu anaknya" Lestari memasang wajah sedih nya, agar mereka merasa iba melihat nya.

__ADS_1


"Diam kau Lestari, apa kau tidak kasihan dengan bayi mu kau melakukan hal memalukan seperti ini dengan membawa-bawa bayi yang tidak berdosa itu"


"Tahu apa kau dengan dosa, David? apa kau lupa? kalau bayi ini adalah hasil dari dosa kita berdua, huh!" Lestari semakin menjadi, ia tersenyum puas melihat ke arah Alya yang menatap ke arah lain, ia yakin kalau saat ini Alya pasti sangat marah dan akan semakin membenci David, dan itulah salah satu tujuan Lestari datang membawa bayinya.


"Cukup Lestari! aku sudah benar-benar muak dengan perkataan bohong mu itu, kau tunggu disini aku akan membawakan buktinya kalau anak itu bukan anakku, dan setelah itu kau bersiaplah untuk aku seret dari rumah ini!" David pun pergi ke kamarnya, dan tak lama ia kembali dengan membawa amplop putih yang sebelumnya ia simpan di dalam lemarinya.


"Ini, lihat ini! apa kau tau amplop ini isinya apa, huh?" David memamerkan amplop itu di hadapan semua orang dengan menatap satu persatu orang-orang yang ada di ruangan itu.


"Amplop ini berisi hasil tes DNA bayi itu dan juga aku!" sarkas David, tubuhnya sampai bergetar mengatakannya.


Dan Papa Tyson yang sedari tadi geram dengan drama dihadapan nya langsung merebut amplop itu dari tangan David lalu membukanya. Sementara Lestari, wajahnya terlihat tegang, ia sibuk menerka isi amplop yang ditunjukkan David itu.


Ada kelegaan yang terlihat dari wajah Papa Tyson saat melihat hasil tes DNA itu, dan Mama Herlina yang juga penasaran langsung mengambil kertas itu dari tangan suaminya.


Mama Herlina langsung menatap sinis pada Lestari setelah ia juga melihat hasil tes DNA itu, lalu kemudian Mama Herlina melangkah mendekati Alya yang sedari tadi diam dan memalingkan wajahnya.

__ADS_1


Kini Mama Herlina berdiri di samping Alya, tapi matanya tak lepas menatap tajam pada Lestari.


__ADS_2