
"Pak Denis, maaf ya sudah menunggu lama sampai menyusul saya keluar, klien ku baru saja pergi"
"Ah gak apa-apa, Pak Kevin. Santai saja, kalau begitu bisa kita mulai sekarang pembahasan kita yang tertunda tadi?"
"Oh tentu, mari kita ke ruangan saya" ajak Kevin, mereka akan membahas ulang tentang kerja sama mereka yang sempat tertunda karena kedatangan klien Kevin.
Namun saat menuju ruangan Kevin, Kevin menghentikan langkahnya karena melihat beberapa karyawan nya sedang berkumpul dan menonton sesuatu diponsel mereka, dan terdengar beberapa karyawan Kevin itu mencibir apa yang mereka tonton.
"Wah, si buronan bandar narkoba yang sudah lama diincar polisi akhirnya ditangkap juga ya"
"Iya, gak nyangka loh, ternyata dia tinggal serumah dengan perempuan yang bukan istrinya, dan parahnya perempuan itu sedang hamil besar"
"Eh eh, dengerin nih, perempuan itu bilang kalau anak yang dikandungnya itu bukan anak nya si Reno, tapi anak dari pengusaha terkenal, Richardo group"
Mendengar nama perusahaan David disebut, Kevin pun langsung merebut ponsel salah satu karyawannya.
..."Kalau anak yang Anda kandung itu bukan anaknya Reno, lalu siapa ayah dari bayi yang sedang Anda kandung itu?" tanya wartawan....
"Ayah dari anak yang saya kandungan ini adalah... David Riccardo, CEO RICHARDO GROUP!" Jawab Lestari dengan lantang.
..."Bukankah David Richardo sudah memiliki istri?"...
..."Sebenarnya apa hubungan Anda dengan David Richardo?"...
__ADS_1
..."Anda juga sudah menikah dengan David Richardo?"...
"Saya menjalin hubungan dengan David jauh sebelum dia menikah dengan istrinya, bahkan setelah David menikah pun hubungan kami masih berlanjut. Dan ini adalah hasil dari hubungan kami" ucap Lestari dengan mengusap perutnya.
Lestari menjawab dengan santai semua pertanyaan yang diajukan oleh wartawan tanpa merasa malu sedikitpun, bahkan ia senang karena memiliki kesempatan untuk mempublikasikan kehamilannya dengan membawa nama David sebagai Ayah dari anak yang dikandungnya.
Sementara Reno, menatap nanar pada Lestari yang dengan santainya berbicara dihadapan para wartawan yang menyiarkan langsung apa yang dikatakan Lestari itu, Reno yakin kalau anak yang dikandung Lestari itu adalah anaknya dan bukan anak David.
Dan Kevin yang melihat berita itu, mengepalkan tangannya erat, bahkan rahang nya mengeras hingga terdengar suara gemeletuk giginya.
'Aku harus bertemu David, dia harus menjelaskan ini semua! kalau sampai yang dikatakan Lestari itu benar, aku adalah orang pertama yang akan membuatnya menyesal!'
Begitu juga dengan Denis yang ikut melihat berita itu. Denis benar-benar tidak menyangka David sampai menghamili wanita lain, padahal dimata Denis, Alya adalah istri yang sempurna.
"Maaf Pak Denis, sepertinya pembahasan kerja sama kita, kita tunda lagi, saya harus pergi, ada hal penting yang harus saya selesaikan"
"Oh iya, tidak apa-apa Pak Kevin"
Setelah mengembalikan ponsel karyawan nya, Kevin segera pergi dari perusahaannya. David harus menjelaskan ini semua padanya.
Sementara David, kini sedang mengamuk di dalam kamarnya melihat berita itu, semua benda yang tersusun rapi sudah tidak pada tempatnya lagi. David seolah lupa kalau beberapa bulan ini ia selalu menjaga kebersihan kamarnya, berharap suatu hari nanti Alya akan pulang dan mereka berdua bisa tinggal di dalam satu kamar lagi.
"Brengs*ek kau Lestari! dasar perempuan jal*ng! bisa-bisanya kau mengatakan didepan publik kalau anak dalam kandungan mu itu adalah anakku. Aku tidak percaya anak itu adalah anakku, aku tidak percaya! aku yakin ini semua hanya tipuan mu perempuan jal*ng!!!"
__ADS_1
.....
Pandangan Tyson tak lepas menatap tajam pada Televisi yang sedang menayangkan siaran langsung itu, ia duduk dengan tenang di atas sofa dengan sebelah tangannya menepuk-nepuk pahanya. Namun, itu bukan berarti ia tidak kebakaran jenggot melihat mendengar pengakuan mantan sekertaris putra nya itu. Seandainya saja David berada dihadapan nya sekarang, pasti Tyson sudah menghajar habis-habisan putra nya itu.
"David...!!!"
Bukan hanya mempermalukan nama keluarga dan perusahaan, pengakuan Lestari itu juga benar-benar membuat Tyson murka, namun saat ini ia berusaha untuk terlihat tenang dihadapan menantunya yang juga adalah putri angkatnya. Ia tidak ingin menambah kesakitan menantu nya itu bila menunjukkan kemarahannya sekarang.
Biarlah ia tahan, sampai ia nanti bertemu langsung dengan putra nya dan akan memberikan perhitungan.
Benar-benar anak kurang ajar! Tidak tahu diri!
Sementara Mama Herlina dan nek Minah hanya bisa saling pandang. Nek Minah benar-benar tidak menyangka jika David bisa berbuat seperti itu pada Alya, dan Mama Herlina berharap kalau pengakuan Lestari itu adalah kebohongan. Karena jika itu benar, tamatlah riwayat satu-satunya putra tunggal kesayangan nya itu.
Sedangkan Alya, ia lebih memilih diam tanpa ekpresi apapun, namun sama dengan Tyson, matanya juga tak lepas menatap Televisi itu dan setelah siaran langsung itu berakhir ia langsung beranjak dari tempat duduknya melangkah menuju kamarnya.
Tyson, Herlina dan nek Minah hanya bisa menatap nanar langkah Alya yang meninggalkan ruangan itu tanpa ada yang berani menegurnya, mereka tau apa yang sedang dirasakan oleh Alya saat ini. Maka dari, sama-sama diam adalah pilihan nya.
Dan didalam kamarnya, Alya langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang sambil mengusap usap perutnya, dan beberapa saat kemudian tangannya yang mengusap usap perutnya itu terkepal erat dengan posisi masih berada di atas perutnya.
"Sepertinya, kata maaf itu memang tidak pantas untuk kau dapatkan, Kak David!"
"Laki-laki brengs*ek!!!"
__ADS_1
Memang tidak pantas untuk mendapatkan maaf.!