Dendam Istri Yang Tak Dianggap

Dendam Istri Yang Tak Dianggap
BAB 43


__ADS_3

Kini David sudah berada di dalam mobilnya, tanpa mengisi perutnya terlebih dahulu ia pun pergi untuk mencari istrinya lagi. Kali


ini David pergi dengan membawa foto Alya, dan nantinya ia akan turun ke jalan menanyai orang-orang dan memperlihatkan foto Alya, barangkali di antara mereka ada yang pernah melihat Alya.


Saat melewati cafe yang pernah ia datangi bersama Alya, David pun menepikan mobilnya lalu turun untuk bertanya kepada orang-orang yang berada disana. Namun David tiba-tiba teringat kalau di cafe itu jugalah ia pernah merencanakan penculikan Alya, seketika David pun terduduk lemas tepat dipinggir jalan di mana mobilnya dulu diparkiran untuk menculik Istrinya.


David pun merutuki kebodohannya waktu itu, hanya karena tubuh Alya yang gendut ia tega menculik dan membuang istrinya, padahal Tyson pernah mengatakan bahwa tubuh Alya bisa kembali seperti semula jika dirawat dengan teratur. Namun David seakan tuli dengan peringatan Papa nya itu dan tetap menjalankan rencananya, bahkan waktu itu dengan tega nya David membuat bukti palsu kalau Alya pergi bersama lelaki lain dan telah menghianati nya.


Entah kebetulan atau bagaimana, Lestari yang juga berada di tempat itu langsung menghampiri David saat melihat nya duduk di pinggir jalan dengan memeluk kedua kaki nya.


"David, ada apa dengan mu? kenapa kau duduk di pinggir jalan seperti ini? "


David pun terkejut karena tiba-tiba ada Lestari, dan menepuk bahunya. "Lestari..


"Kau kenapa David? kenapa kau duduk disini, ini dipinggir jalan, apa kau tidak malu? lihat orang-orang memperhatikan mu"


David mengedarkan pandangannya, dan benar saja semua orang-orang yang berada disana menatapnya seolah David orang yang tidak waras karena duduk di pinggir jalan.


Lestari pun mengulurkan tangannya untuk membantu David berdiri, namun David hanya menatap uluran tangan itu tanpa menyambut nya lalu berdiri. Lestari pun menarik sudutnya bibirnya karena uluran tangannya diabaikan oleh David.


"Maaf Lestari, aku harus segera pergi" David pun melangkah melewati Lestari, namun Lestari menarik lengannya, Lestari pun dapat melihat dengan jelas di tangan David itu ada foto Alya.


"Oh ternyata kau tidak bosan-bosannya mencari istri yang tidak tau dimana keberadaan nya, sudahlah David, lupakan saja istrimu itu toh dia sendiri yang sudah pergi. Masih ada aku yang selalu siap kapanpun saat kamu butuhkan" ucap Lestari tersenyum menyeringai, dengan tanpa malu nya.

__ADS_1


Mendengar itu, dengan kasar David menarik tangannya yang di genggam oleh Lestari lalu menunjuk tepat di depan wajah Lestari.


"Dengarkan aku Lestari! tidak perlu mencampuri apa yang aku lakukan saat ini, dan aku mohon dengan sangat berhenti mengganggu ku karena aku tidak akan pernah lagi untuk kembali pada mu dengan ada atau tidaknya istriku, aku yakin suatu saat nanti Alya pasti pulang dan kembali pada ku. Hubungan kita aku anggap sebagai masa lalu yang kelam bagiku, lagipula aku sudah memberikan segalanya untukmu sebagai bentuk pertanggungjawaban ku. Camkan itu!" setelah mengucapkan kalimat yang begitu menohok hati Lestari, David pun pergi meninggalkan Lestari yang menahan kekesalannya karena ucapan nya.


"Lihat saja David, aku akan membawa mu kembali ke dalam genggaman ku" Lestari mengepal erat sebelah tangannya seolah David berada di dalam genggaman nya lalu mengarahkannya kedepan wajahnya.


.


.


.


Setelah beberapa saat menunggu, Nek Minah dan beberapa warga yang menunggu langsung berhambur menghampiri dokter yang baru saja keluar dari ruangan tempat Alya diperiksa.


"Iya dok, kenapa neng Alya bisa sampai pingsan?" tanya salah satu warga yang ikut mengantarkan Alya.


Dokter itupun tersenyum sembari melepaskan kacamata nya, tak lama Alya pun juga keluar dari ruangan itu dengan mengembangkan senyum sebagai tanda kalau ia baik-baik saja.


"Dokter biar saya yang memberitahu mereka" ucap Alya menatap dokter itu.


Dokter itupun menganggukkan kepala nya. "Baiklah kalau begitu saya permisi, dan ingat pesan saya tadi, jangan terlalu sering kecapean"


Setelah dokter itu pergi, Alya diberondong banyak pertanyaan oleh Nek Minah dan para warga.

__ADS_1


"Cu, bagaimana keadaan mu? "


"Neng Alya kenapa tadi bisa sampai pingsan begitu? "


"Iya Neng, apa Neng Alya sakit? sakit apa? "


"Neng Alya gak kenapa-kenapa kan? "


Alya hanya bisa tersenyum mendengar rentetan pertanyaan itu.


"Aku gak apa-apa kok, aku cuma kecapean aja" ucap Alya lalu tersenyum lagi, namun di detik berikutnya senyuman nya menghilang mengingat hasil pemeriksaan dokter tadi. Ia pun menghembuskan nafasnya kasar berusaha menghilangkan sesuatu yang terasa sesak di dalam dada nya.


"Ya udah kalau begitu hari ini gak usah pergi kerja, biar nenek nanti yang pergi mengizinkan ke tempat kerjamu, lebih baik hari ini istirahat saja, tadi nenek sangat khawatir kamu tiba-tiba pingsan"


Nek Aminah pun mengajak Alya untuk pulang dan beristirahat, dan diikuti oleh warga yang mengantar Alya, kembali ikut mengantarkan Alya pulang.


.


.


.


.

__ADS_1


Sorry ya kemaren othor cuma bisa up 1 bab, kemaren lagi sibuk beres-beres rumah kan gak lama lagi lebaran😉


__ADS_2