
Setiap kali melihat ada kerumunan, David langsung menepikan mobilnya untuk bertanya dan memperlihatkan foto Alya, apakah ada yang pernah melihat Alya.
"Permisi, apa pernah lihat orang yang ada didalam foto ini?" Tanya David sembari menunjukkan foto Alya.
Orang-orang yang ditanyai David itu diam sejenak dengan memperhatikan foto Alya, namun selanjutnya mereka menggelengkan nya.
"Maaf Mas, kami tidak pernah melihat orang ini"
Lalu David berpindah bertanya kepada orang-orang yang tidak jauh dari situ, namun hasilnya sama saja, tidak ada yang pernah melihat Alya.
Saat akan masuk kembali ke dalam mobilnya, ponsel David berdering, David merogoh kantong celananya dan melihat yang menelponnya ternyata adalah kevin, lalu dengan malas David pun menjawab panggilan dari kevin.
"Yah kevin, ada apa?" Tanya nya saat menjawab panggilan itu, dengan nada yang terdengar malas.
"Kau dimana, David?" Tanya Kevin dari seberang telepon.
"Kau masih saja bertanya, sudah pasti aku sedang mencari istriku" Jawab David dengan jutek.
"Maafkan aku David, hari ini aku tidak ikut mencari Alya karena aku harus ke desa untuk memeriksa langsung rempah-rempah yang akan dipasok ke perusahaan ku, sebelum di kirim" Ucap Kevin menjelaskan maksdunya menelpon David.
"Oh ya tidak masalah, sebenarnya aku juga bisa mencari istriku sendiri tanpa bantuan mu" Ucap David lalu mematikan sambungan telepon nya.
Sementara Kevin yang kini juga berada di dalam mobilnya bersiap berangkat ke desa, mengumpat kesal pada David yang langsung saja mematikan telepon nya padahal ia belum selesai berbicara.
Beberapa jam kemudian, kevin pun telah sampai di desa dan langsung menuju gudang pemasok rempah-rempah.
Denis yang memang sudah menunggu kedatangan kevin, sangat antusias menyambut Kevin.
"Selamat datang Pak Kevin" Ucap Denis menjabat tangan Kevin.
__ADS_1
"Terima kasih atas sambutannya" Balas Kevin menyambut jabat tangan Denis.
"Mohon maaf atas keterlambatan pengemasan nya Pak Kevin, salah satu pegawai kami tidak masuk kerja karena sedang sakit, padahal dia yang paling gesit dalam urusan pengemasan"
"Oh tidak masalah, semoga pegawai anda itu segera sembuh dan bisa kembali bekerja" Ucap Kevin tersenyum.
"Iya Pak saya harap juga begitu, oh ya kalau Pak Kevin tidak ada kesibukan, saya ingin mengajak Pak Kevin untuk menjenguk pegawai saya itu" Ajak Denis, dan langsung di setujui oleh Kevin.
"Oh ya boleh, kebetulan saya juga ingin jalan-jalan di desa ini, desa ini sejuk dan asri. Saya langsung jatuh cinta saat pertama memasuki desa ini tadi" Puji Kevin.
"Wah Terima kasih atas pujiannya terhadap desa kami, Pak" Ucap Denis senang. "Alhamdulillah kalau Pak Kevin menyukai desa kami" Sambungnya.
Setelah memeriksa rempah-rempah. Denis pun mengajak Kevin untuk menjenguk pegawai nya yang sedang sakit, tapi saat diperjalanan ponsel Kevin berdering.
"Apa? Oke saya akan segera kesana" Kevin pun mematikan sambungan telepon nya.
"Ada apa Pak Kevin?" Tanya Denis.
"Oh iya Pak tidak masalah, nanti lain kali kalau Pak Kevin kembali datang berkunjung ke desa ini, Pak Kevin bisa bertemu dengan nya nanti, aku yakin pasti Pak Kevin senang karena dia orang nya ramah dan pegawai yang teladan" Ucap Denis memuji pegawainya yang tak lain adalah Alya.
"Wah sayang sekali aku tidak bisa bertemu dengan nya sekarang"
Setelah Kevin pergi, Denis juga melanjutkan tujuan nya untuk menjenguk Alya.
"Assalamu'alaikum Nek Minah"
"Waalaikumsalam, eh Denis mari masuk" Ajak Nek Minah.
"Bagaimana keadaan Alya, Nek?" Tanya Denis sembari melangkah masuk.
__ADS_1
"Alhamdulillah sudah mendingan, dia cuma kecapean saja, tunggu sebentar ya nenek panggilkan Alya dulu" Ucap nek Minah dan di angguki oleh Denis.
Tak lama Alya pun datang. "Terima kasih ya Denis, sudah repot-repot datang menjenguk aku kesini"
"Iya Alya, oh ya sebenarnya tadi aku kesini bersama Pak Kevin, tapi dia harus kembali ke kota karena ada sedikit masalah di perusahaannya, dan Pak Kevin menitipkan salam untukmu semoga lekas sembuh, nanti dia akan menemui mu kalau datang berkunjung lagi"
Alya pun menautkan kedua alisnya mendengar cerita Denis.
'Pak Kevin?'
'Kota?'
'Perusahaan?'
Alya pun menjadi tidak tenang, Jangan-jangan Kevin yang dimaksud Denis itu adalah Kevin yang dikenal nya.
"Oh ya Alya, bagaimana keadaan mu? Memangnya kamu sakit apa, bisa sampai pingsan begitu?" Tanya Denis, dan membuyarkan lamunan Alya.
"Ah, oh itu kata dokter aku hanya kecapean saja, nanti juga sembuh dibawa istirahat"
"Kala begitu kamu gak usah masuk kerja sampai kamu benar-benar pulih"
Alya pun kembali melamun mengingat hasil pemeriksaan dokter di puskesmas tadi pagi.
.
.
.
__ADS_1
Hari ini sepi ya🤨🤔
oh othor tau nih, pasti lagi pada sibuk buat persiapan lebaran kan😉