Dendam Istri Yang Tak Dianggap

Dendam Istri Yang Tak Dianggap
BAB 98 SEASON 2


__ADS_3

Didalam kamar David menelpon seseorang untuk mempersiapkan acara ulang tahun putrinya yang hanya tersisa 3 hari lagi. Tak lupa juga David memerintah orang suruhan nya itu menyiapkan sesuatu untuk kejutan sekaligus kado ulang tahun untuk Nayla nanti, dan itu semua sudah dia bahas bersama Alya sebelum meninggalkan cafe tadi pagi.


Setelah mematikan sambungan teleponnya, David keluar dari kamar menuruni anak tangga menuju ruang makan, di sana sudah ada Papa Tyson dan Mama Herlina yang menunggu, kentara sekali binar bahagia diwajah David seiring dengan langkahnya.


"Em, Pa. Sepertinya Papa harus menyiapkan paket bulan madu mulai dari sekarang. Supaya nanti setelah David dan Alya menikah, Nayla bisa cepetan punya adik" ucap Mama Herlina terkikik dengan ucapannya.


"Ck, Mama apa-apaan sih, lamaran aja belum, masa udah mau disiapin paket bulan madu. Ada-ada saja Mama ini" Papa Tyson menggeleng gelengkan kepala, sembari menyuapi makanan ke dalam mulutnya.


Sementara David dia hanya tersenyum menanggapinya. Dia punya cara sendiri setelah pernikahannya nanti. Pernikahan kedua dengan orang yang sama.


"David, nanti ajak Alya kesini ya, Mama kangen sama dia" kata Mama Herlina, dan di angguki oleh David.


******


Sementara Alya, saat ini dia juga tengah mempersiapkan gaun yang akan dia pakai nanti saat acara ulang tahun putrinya, dan tentunya juga nanti akan jadi acara spesialnya. Dan acara spesial itulah yang nanti akan menjadi kado untuk Nayla.


Beberapa gambar gaun sudah memenuhi galeri ponselnya, yang dikirim dari salah pemilik butik yang kebetulan adalah temannya Keyla.


Diusianya yang tak lagi muda, dia harus mengenakan gaun yang sesuai dengan umurnya namun terlihat pas dan anggun.


Setelah menemukan yang cocok, Alya mengirim satu foto gaun yang dipilihnya kepada pemilik butik untuk di siapkan. Kemudian, Alya pun kembali mengerjakan pekerjaannya, dan hari ini dia memilih untuk lembur untuk menyelesaikan pekerjaannya untuk beberapa hari kedepan. Karena, setelah pernikahannya nanti, tentu dia akan mengambil cuti kerja.


Atau, mungkin saja David akan memintanya untuk berhenti bekerja nanti. Ah, Alya tidak ingin berharap lebih, kebahagiaan putrinya adalah yang utama saat ini.


Disaat Alya sedang fokus berkutat pada benda lipatnya, pintu ruangannya terbuka dan masuklah Keyla dengan senyuman diwajahnya.


"Sibuk banget kayaknya nih, mentang-mentang bentar lagi bakalan cuti, jadi kerjaan untuk besok-besok dikerjain semua ya" ucap Keyla, sembari melangkah ke arah sofa yang berdekatan dengan meja kerja Alya.


Alya tak menjawab, dia hanya tersenyum pada Keyla sebentar, kemudian kembali fokus pada layar laptopnya.


Tak lama, Kevin pun datang dengan membawa tiga buah kantong kresek yang berisi makanan untuk mereka bertiga.


"Makan siang datang" ucap Kevin, kemudian duduk disamping istrinya.


"Mulai hari ini, sampai beberapa hari kedepan kita ketiga makan siang disini. Siapa tau nanti setelah menikah, David melarang Alya untuk bekerja lagi" sambung Kevin, kemudian membuka bungkusan makanan itu, namun dengan cepat Keyla mengambil alih menyiapkan makanan itu.

__ADS_1


"Belum tentu" jawab Alya datar.


"Aku yakin sekali" jawab Kevin tersenyum, membuat Alya memasang wajah kesalnya.


"Aku juga yakin banget" sahut Keyla, dan membuat Alya mencebik kesal.


*****


Setelah mata kuliahnya selesai, Aditya mengajak Nayla untuk menjenguk Mama nya dirumah sakit. Awalnya Nayla sedikit ragu untuk bertemu kedua orangtua kekasihnya itu, karena takut orangtua Aditya tidak akan menyukainya. Namun setelah Aditya menjelaskan pada Nayla tentang percakapannya dengan Papa nya tadi pagi, akhirnya Nayla pun ikut dengan Adit kerumah sakit.


Sesampainya dirumah sakit, Aditya menggenggam tangan Nayla memasuki ruangan perawatan Mama nya.


Terlihat, Lestari tersenyum menyambut kedatangan putranya itu. sebelumnya Reno sudah memberitahu istrinya itu, jika Aditya nanti akan datang bersama kekasihnya. Dan Lestari turut senang mengetahui kalau ternyata putranya sudah memiliki tambatan hati.


"Cantik banget sih" puji Lestari, saat Aditya dan Nayla sudah berdiri disamping ranjangnya. Lestari tak lepas menatap wajah kekasih putranya itu.


"Makasih tante" jawab Nayla agak canggung karena terus ditatap oleh Mama nya Aditya.


"Nama kamu siapa?" tanya Lestari, masih menatap Nayla.


"Nayla, tante." ucap Nayla memperkenalkan namanya.


'Wajah gadis ini seperti tidak asing' ucap Lestari dalam hati, dia masih terus menatap Nayla. Lestari berusaha sedang mengingat wajah siapakah yang mirip dengan wajah kekasih putranya itu.


"Tante, cepat sembuh ya" ucap Nayla membuyarkan lamunan Lestari. Nayla menyentuh punggung tangan Lestari yang terasa dingin.


"Ah iya, terima kasih ya" jawab Lestari, agak tersentak kaget.


"Kamu sama Aditya sudah berapa lama kenal?" tanya Lestari.


"Sejak SMA, tante" jawab Nayla.


"Wah, udah lama juga ya" Lestari tersenyum, dan dibalas senyuman juga oleh Nayla.


"Kalian juga pacarannya, udah selama itu ya?" tanya Lestari lagi. Entah kenapa dia jadi tertarik ingin mengetahui sejauh mana hubungan mereka.

__ADS_1


"Terlihat, Nayla melirik kearah Aditya sebelum menjawab pertanyaan Lestari.


" I-ya tante "


Tak lama kemudian, Reno datang dengan membawa tas berukuran sedang yang berisi beberapa helai pakaian Lestari, cukup untuk beberapa hari dirumah sakit.


Reno tersenyum melihat putranya bersama seorang gadis, yang diyakini Reno adalah Nayla kekasih dari putranya itu.


"Wah, kalian sudah datang rupanya" ucap Reno, sembari melangkah masuk, kemudian meletakkan tas yang dibawa nya di atas meja disamping ranjang Lestari.


"Aditya, besok kamu izin aja ya, temenin Papa disini. Besok sekitar jam 8, dokter sudah akan melaksanakan operasi Mama kamu" Aditya mengangguk.


Mendengar itu, Nayla menoleh menatap Aditya. Pasalnya, kekasihnya itu tidak memberitahu kalau Mama nya akan dioperasi, Aditya hanya mengatakan kalau Mama nya sedang sakit.


"Nanti aku jelasin ya" kata Aditya, yang mengerti arti tatapan dari kekasihnya itu.


Satu jam berada dirumah sakit, bercengkrama dengan kedua orangtua Aditya. Nayla pun berpamitan untuk pulang.


"Tante, Om, aku pamit pulang dulu ya. Insyallah besok, aku juga bakalan ikut Aditya kesini" ucap Nayla, dan membuat Reno dan Lestari tersenyum.


"Terima kasih, Nayla" Ucap Reno, dengan masih tersenyum.


"Aditya, kamu anterin Nayla pulang ya, tadi kesini nya bareng kamu kan?" Aditya mengangguk.


"Ya udah, kamu antarin Nayla pulang dulu, pastikan dia pulang selamat sampai rumahnya" Ucap Reno terkekeh, sembari menepuk pundak putranya.


"Kamu harus belajar bertanggung jawab mulai dari sekarang" Ucap Reno lagi, dan di angguki oleh putranya.


"Iya, Pa. " jawab Aditya.


Aditya pun mengantar Nayla pulang, setelah memastikan kekasihnya itu sudah memasuki rumahnya, Aditya pun pergi, tujuannya sekarang adalah kerumah nya. Aditya akan pulang terlebih dahulu untuk mengganti pakaiannya, setelah itu dia akan kembali kerumah sakit, menemani orangtuanya menginap disana.


.


.

__ADS_1


.


NOTE: 1 BAB LAGI KITA LANJUT PART 3 YA 🤗


__ADS_2