
"Adi, tolong beritahu kepada resepsionis kalau Aku tidak bisa menerima tamu hari ini bilang saja saya sedang tidak enak badan" perintah David pada sekertaris baru nya, yang dipilihnya sendiri untuk menggantikan Lestari.
Entah kenapa tiba-tiba saja David merasa gelisah sejak berangkat ke kantornya, iapun memutuskan untuk menjernihkan pikirannya didalam ruangannya tanpa ingin diganggu oleh siapapun.
"Baik Pak, kalau begitu saya permisi" jawab Adi, Lelaki yang terlihat lebih muda dari David itupun sedikit membungkukkan badannya sebagai tanda hormat lalu keluar dari ruangan David menuju bagian resepsionis untuk memberitahukan perintah David.
Setelah Adi keluar dari ruangannya, David beranjak dari kursi kebesarannya lalu melangkah menuju jendela. Ia berdiri disana dengan kedua tangannya ia masukan ke saku celana sambil menatap bangunan diseberang sana.
Kemudian sebelah tangannya ia keluarkan dari saku celana lalu mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jasnya, ia menatap nomor yang sudah sejak sebulan lalu ia simpan didalam ponselnya. 'Istriku' begitulah ia menyimpan nomor Alya didalam ponselnya, ingin sekali ia menghubungi Istrinya itu namun ia urungkan karena tidak ingin mengganggunya, namun kegelisahan yang dirasakannya saat ini begitu mengganggu sehingga ia memberanikan diri untuk menelpon Alya.
Panggilannya terhubung namun belum ada jawaban dari si pemilik ponsel diseberang sana, dan entah sudah keberapa kali nya masih juga belum ada jawaban dari Istrinya.
Sementara Alya yang masih diperjalanan bersama Doni, dengan tangan yang gemetar mengeluarkan ponselnya dari dalam tas, ia melihat nomor David yang menghubunginya yang ia beri nama 'Kak David' namun saat ia ingin menjawab panggilan itu dengan cepat Doni merampas ponselnya.
__ADS_1
Alya pun terkejut karena Doni merampas ponselnya. "Hei apa yang Anda lakukan? kembalikan ponselku!" ucap Alya dengan nada yang sedikit membentak sembari menahan sesuatu yang aneh ditubuhnya.
Bukannya mengembalikan ponsel Alya, Doni malah menonaktifkan ponsel Alya lalu membuangnya ke jalanan.
Alya pun semakin terkejut dengan tindakan Doni yang membuang ponselnya.
"Hei! Kau..." Alya tidak jadi melanjutkan ucapannya karena rasa aneh ditubuhnya seakan menggelitiknya sehingga ia mengeluarkan ringisan kecil, dan itu malah terdengar indah di telinga Doni iapun semakin melajukan mobilnya dengan kencang, tak sabar ingin segera sampai ke tempat tujuannya.
"Hei Anda mau membawa ku kemana? ini bukan ke arah kantor Kevin, tolong cepat antarkan saya ke kantor Kevin, saya sudah tidak taha......" lagi-lagi Alya tercekat, rasa ditubuhnya semakin menggila dan ingin segera membutuhkan pertolongan.
"Hahahaha, sabarlah sebentar lagi" ucap Doni sembari tersenyum menyeringai dengan sebelah tangannya ia ulurkan mengusap lembut rambut Alya.
Dan Alya semakin tidak bisa mengontrol dirinya mendapat sentuhan dari Doni, namun sekuat tenaga ia berusaha untuk menahannya, melihat tingkah Doni ia menjadi yakin jika yang terjadi sekarang padanya adalah perbuatan Doni. Alya pun mengumpat kesal dalam hati saat mengingat minuman yang diberikan oleh Doni, ia yakin pasti Doni sudah memberikan sesuatu kedalam minuman yang ia minum itu.
__ADS_1
David yang masih berdiri di dekat jendela sambil terus mencoba menghubungi nomor Alya, melenguh karena tiba-tiba nomor Alya jadi tidak aktif. Apa Alya sengaja mematikan ponselnya karena tidak ingin menerima panggilan dari nya? begitulah yang dipikirkan oleh David saat ini.
David pun kembali memasukkan ponselnya kedalam saku jasnya, ia merapikan tumpukan berkas diatas meja kerjanya lalu melangkah keluar dari ruangannya. David memutuskan untuk pulang, karena berada di kantor membuatnya semakin gelisah, dan sebelumnya ia sudah memberitahu Adi kalau ia akan pulang, dan meng-handle semua pekerjaannya.
Sementara Kevin yang masih membuntuti mobil Doni mengumpat kesal sepanjang jalan, ia kesal tidak bisa memepet mobil Doni karena ramainya kendaraan sehingga ia kesulitan untuk lebih dekat dengan mobil Doni namun ia menajamkan penglihatannya agar tidak kehilangan jejak mobil Doni.
Kevin meraih ponselnya untuk menghubungi David, namun ia lupa jika tidak mempunyai nomor David, iapun menghubungi nomor Alya tapi nomornya tidak aktif.
"Ah sial!''
Alya mencoba menggedor-gedor kaca jendela mobil untuk meminta pertolongan kepada pengendara yang melintas, namun pengaruh obat yang diberikan Doni membuat tubuhnya lemah, iapun pasrah dan menunggu waktu yang tepat untuk bisa kabur nantinya.
"Jangan membuang-buang energi mu menggedor-gedor kaca jendela itu karena percuma tidak ada yang akan bisa menolongmu, simpan saja energi mu itu untuk kita bersenang-senang nanti, hahahaha"
__ADS_1