Dendam Istri Yang Tak Dianggap

Dendam Istri Yang Tak Dianggap
BAB 89 SEASON 2


__ADS_3

"Hai Alya...


"Hai Mbak Key, ayo masuk, wah apa nih menu nya hari ini?" Alya langsung mengambil kotak makanan yang dibawa oleh Keyla, kemudian mengendus-endus aromanya.


"Wah, aroma nya aja udah bikin aku laper, pasti rasanya enak banget"


"Ya udah, langsung makan gih, mumpung masih anget" Keyla menarik tangan Alya untuk duduk di kursi yang sudah disediakan oleh Kevin beserta meja berukuran sedang, untuk Alya dan Keyla makan bersama.


Alya membuka kotak makannya, dan langsung menyantapnya karena sudah tak tahan dengan aromanya yang menggugah selera, bagaimana dengan rasanya? sudah pasti sangat enak.


"Masakan Mbak key, emang selalu the best. Pantesan aja Kevin selalu menolak ajakan kliennya buat makan siang di luar" ujar Alya disela-sela menguyah makanannya.


"Kamu, Al. Segitunya memuji Mbak. Eh, tapi bener? Kevin selalu nolak ajakan kliennya untuk makan siang di luar"


Alya mengangguk. "Iya, bahkan beberapa kliennya sampai merasa kecewa, apalagi kalo kliennya perempuan, upsss" Alya langsung membekap mulutnya sendiri, karena kelepasan bicara.


"Udah gak usah merasa bersalah gitu, Mbak yakin kok kalau Kevin itu orang nya setia, gak bakal dia macam-macam di luar sana. Mbak itu merasa beruntung banget bisa jadi istrinya Kevin, gak nyangka, padahal dulu itu kita hanya pura pura. Mbak juga gak nyangka dikasih kepercayaan lagi buat membina rumah tangga"


"Hehehe, iya juga sih, aku juga yakin banget kalau Kevin itu orangnya setia, buktinya Kevin selalu menolak ajakan kliennya makan siang di luar. Oh ya, Mbak mau aku ceritain tentang Kevin gak?"


"Boleh cerita aja, Mbak juga pengen tau banyak tentang Kevin"


Alya pun menceritakan awal mula pertemuan nya dengan Kevin, yang Keyla sebenarnya sudah tau dari Kevin sendiri. Alya juga menceritakan kalau selama dia mengenal Kevin, Kevin tidak pernah berpacaran.


"Oh ya? masa sih, Kevin gak pernah pacaran, wah gak punya mantan dong dia ya" Keyla tertawa, begitupun Alya yang hampir tersedak karena ikut tertawa.


"Iya, itu beneran loh, selama dekat dengan aku aja, Kevin itu kayaknya gak pernah tertarik sama aku, malahan dia itu sibuk mau nyatuhin aku sama laki-laki brengsek itu!" Alya menyuapi mulutnya sampai penuh, kesal mengingat mantan suaminya itu.


"Laki-laki brengsek? maksudnya, David?"

__ADS_1


"Iya, siapa lagi!"


"Alya, Alya. Kamu itu, emangnya sudah gak punya niatan lagi apa buat balikan sama David?"


"Enggak!" jawab Alya dengan lantang, singkat padat dan jelas. 🤣😜


"Tapi Al, Kevin pernah cerita kalau David itu sudah berubah makanya dia ngebet mau nyatuin kamu sama David lagi. Reyhan juga sering cerita kalau Nayla itu sering sedih karena kamu gak mau balikan lagi sama Papa nya"


"Aduh gimana ya, kalian itu gak ngerti perasaan aku. Aku tau kalian semua pasti kecewa, tapi kan aku yang menjalaninya, gak segampang itu, Mbak!"


"Iya Mbak tau. Kamu lupa ya? Mbak juga pernah mengalami kegagalan berumah tangga, suami Mbak lebih memilih sekertaris nya ketimbang aku dan juga Reyhan, putra nya sendiri" ujar Keyla.


"Tapi kan cerita nya beda, Mbak. Mbak gak sampai balikan sama mantan suami Mbak, dan Mbak sendiri malah nikah sama orang lain" cetus Alya mengingatkan perbedaan kisah mereka.


"Dan satu lagi, Mbak. David itu tidak pernah berubah, terakhir kali kami bertemu saja dia masih berani berbuat hal tak senonoh dengan ku dan saat itu kami sudah bercerai!" sambung Alya, nada bicara nya sudah berbeda karena tersulut emosi.


"Jadi, kalau kamu memang sudah tidak berniat buat balikan lagi sama David, apa itu artinya kamu juga akan menikah dengan orang lain nantinya, seperti Mbak?"


"Maafkan Mbak, Al. Mbak gak bermaksud buat bikin kamu kesal, kalau mau marah, marahin aja tuh Kevin, dia yang suruh Mbak" Gumam Keyla, lalu juga keluar dari ruangan Alya.


............


"Ya ampun masih cemburu aja?" Nayla mencubit kedua pipi kekasih nya yang sedari tadi cemberut, dengan gemas.


"Aduh Nay, sakit" aduh nya, kemudian mengelus kedua pipinya yang terlihat memerah akibat cubitan dari Nayla.


"Abisnya, dari tadi kamu cemberut terus, kamu masih cemburu sama Kak Reyhan?"


"Gimana gak cemburu, Nay. Kamu tadi manja banget sama dia, kamu gak pernah gitu sama aku, dirangkul aja kamu gak mau" ujar kekasih Nayla dengan masih menampilkan wajah cemberut nya.

__ADS_1


"Ya ampun, kan aku sudah bilang, Kak Reyhan itu kakak aku, jadi wajar kan kalau aku gitu, manja sama dia. Dan kamu juga harus ingat ya, kesepakatan kita sebelum hubungan kita terjalin, gak boleh macam-macam!" ucap Nayla memperingati.


"Iya Nay, aku ingat kok, malah selalu ingat. Tapi, masa sekedar merangkul aja juga gak boleh"


"Huh, gini, dengar ya! Orang mencuri itu bukan karena mereka niat, tapi terkadang karena adanya kesempatan. Begitu juga dengan hal-hal yang terlarang, terkadang mereka gak bermaksud untuk melakukan hal seperti itu, tapi mereka lakukan karena adanya kesempatan yang mendukung" ujar Nayla menceramahi kekasih nya.


"Iya, iya Bu ustazah, saya paham" ujarnya, dengan wajah yang semakin cemberut.


"Tuh kan masih cemberut" Nayla mencubit pipi kekasih lagi, hingga saat mahasiswa lainnya memasuki kelas barulah Nayla menghentikan aksinya itu.


"Cie... So sweet banget sih, bikin iri aja kalian ini"


"Iya, nih Nayla, beruntung banget punya pacar so sweet, udah ganteng, perhatian, pintar, tajir lagi"


"Berlebihan banget kalian muji aku, justru aku yang beruntung bisa dapatin Nayla. Udah cantik, pintar baik, anak CEO pula" sahut kekasihnya Nayla.


"Wah kalo gitu, emang cocok deh kalian ini" ujar mahasiswa yang baru saja masuk ke kelas.


"Kalian ini apa-apaan sih, udah sana duduk di kursi kalian masing-masing, bentar lagi dosen bakal datang" ucap Nayla menyuruh teman-temannya untuk duduk di kursinya masing-masing, dia merasa risih dengan ucapan teman-temannya itu.


Mereka semua pun duduk di kursi mereka masing-masing, sesuai dengan perintahnya Nayla.


"Eh Nay, bulan depan anak-anak alumni SMA, mau adain reuni di Puncak, di villa nya si Beti Lapeak." ucap salah satu temannya Nayla, menujuk pada temannya yang berkacamata tebal.


"Sembarangan aja ganti nama orang" ujar si mata empat tidak terima. "Nama aku itu Indra Bekti!" sambungnya, menekankan.


"Udah sih jangan berisik" Nayla menengahi perdebatan kedua temannya itu.


"Gimana Nay? Kita ikutan ke puncak ya" ucap kekasihnya Nayla.

__ADS_1


"Bulan depan ya? Em, nanti deh aku pikir-pikir dulu" jawab Nayla.


'Dalam waktu sebulan, aku harus bisa buat Mama dan Papa balikan lagi. Kan seru tuh, nanti Papa sama Mama pergi bulan madu, terus aku pergi ke puncak sama teman-teman. Eh, sama si DOI juga' ucap Nayla dalam hati, dia terkikik geli membayangkan hal itu.


__ADS_2