Dendam Istri Yang Tak Dianggap

Dendam Istri Yang Tak Dianggap
BAB 40


__ADS_3

Kini Alya telah sampai di sebuah desa yang terletak dipinggiran kota, desa tempat tinggal kedua orangtuanya. Yah, Tyson pernah memberitahu Alya, kalau di desa inilah orangtuanya berasal, di desa itu juga ada seorang wanita tua lanjut usia yang sudah dianggap oleh Hermawan dan Melinda sudah seperti orangtuanya sendiri, setelah Hermawan kehilangan kedua orangtuanya, sementara Melinda sendiri sebenarnya berasal dari keluarga yang mampu, namun karena ia memilih Hermawan sebagai suaminya membuat keluarganya mengusir Melinda dan tidak diakui lagi di keluarganya.


Namanya Nenek Aminah, orang-orang di desa itu memanggil Nenek Aminah dengan sebutan Nek Minah. Nek Minah adalah satu-satunya kerabat Hermawan dan Melinda di desa itu.


Alya pun memasuki pedesaan itu yang terlihat sangat asri, bersih dan sejuk. Dari kejauhan Alya melihat beberapa orang yang terlihat sedang mengobrol di pos ronda, Alya pun menghampiri mereka untuk menanyakan dimana rumah Nek Minah.


"Maaf, permisi saya mau tanya, rumah Nenek Aminah dimana ya?" Tanya Alya pada 3 orang Lelaki yang sedang mengobrol di pos ronda itu.


Serentak ketiga Lelaki itu menoleh pada Alya yang bertanya pada mereka. Dan salah satu Lelaki itu tak lepas menatap Alya, sesaat pemuda itu mengagumi kecantikan Alya.


"Oh Nek Minah" ucap Lelaki yang terus menatap Alya itu, dan dibalas oleh Alya dengan senyuman dan sedikit menganggukkan kepalanya.


"Rumah Nek Minah gak jauh kok dari sini, kalau mau aku bisa antar" ucap pemuda itu lagi, lalu dengan pede nya mengulurkan tangannya kepada Alya dengan tujuan memperkenalkan dirinya. "Oh ya, nama saya Denis. Biasanya gadis-gadis di desa ini memanggil saya dengan sebutan Mas Denis" ucapnya dengan menampilkan senyum terbaiknya.


Alya pun tersenyum kikuk dengan sikap pemuda itu yang begitu pede nya, namun ia tidak menghiraukan nya, ternyata penduduk di desa ini begitu mudah bergaul, pikirnya.

__ADS_1


Lalu Alya pun juga mengulurkan tangannya menjabat tangan Denis. "Nama saya, Alya" ucap Alya juga memperkenalkan dirinya.


Lelaki terlihat seumuran dengan Alya itu pun menambah senyumannya mengetahui nama wanita itu adalah Alya. "Wah, nama yang bagus, secantik orangnya" puji nya.


"Terima kasih. Oh ya, apa saya boleh minta tolong untuk mengantarkan saya kerumah Nek Minah" ucap Alya mengurai kecanggungan nya, ia menjadi risih karena terus ditatap oleh Lelaki yang bernama Denis itu.


"Oh ya tentu saja, mari" ucap Denis mempersilahkan Alya lebih dulu. "Sini kopernya biar saya yang bawa" tawar Denis, namun tanpa menunggu persetujuan Alya, Denis langsung mengambil alih koper Alya dan membawanya.


Sementara dikediaman keluarga Richardo. Herlina terlihat menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa setelah dari kamar David untuk memeriksa lemari Alya benar atau tidak pakaian Alya sudah tidak ada semuanya, dan benar saja lemari pakaian Alya sudah kosong.


Tyson pun sama paniknya mendengar penuturan istrinya. "Tapi Alya kemana Ma? Dia pergi kemana, dan kenapa tidak memberitahu kita" ucap Tyson dengan nada yang sendu sembari memijit pangkal hidungnya.


lagi-lagi ia dihantui rasa bersalah pada kedua almarhum sahabatnya, Hermawan dan Melinda karena tidak bisa menjaga putri sahabat itu dengan baik.


"Awas saja kalau ini semua ada karena David, Papa tidak akan segan-segan untuk memberi pelajaran pada anak itu" geram Tyson yang berpikir David lah yang menyebabkan Alya pergi.

__ADS_1


Awalnya Herlina juga mengira kalau itu adalah karena David, namun melihat putranya itu yang begitu khawatir dan panik saat mengatakan Alya pergi, sedikit mengurangi pemikiran itu terjadi karena putranya.


"Kau tunggu apalagi David? Sekarang ayo kita pergi mencari Alya!" Tukas Kevin pada akhirnya beberapa saat terdiam mengurai kekesalannya pada David.


David yang sedari tadi menunduk, mengangkat kepalanya menatap Kevin kemudian iapun berdiri lalu keluar dari ruangan itu dan kemudian disusul oleh Kevin. Yah, mereka berdua akan pergi mencari Alya dengan cara berpencar, keduanya pun memasuki mobilnya masing-masing lalu meninggalkan pelataran perusahaan Kevin dan pergi mencari Alya.


Sementara Alya kini sudah berada dihadapan rumah yang terlihat sudah sangat tua namun terawat, bersama ketiga Lelaki yang mengantarkan nya itu.


"Assalamualaikum Nek Minah" ucap Alya mengucap salam sembari mengetuk pintu rumah Nek Minah.


Setelah beberapa kali mengetuk pintu itu, tak lama pintu rumah itu pun terbuka dan keluar lah seorang wanita tua yang kira-kira berumur 70 tahun namun masih terlihat segar dan sehat.


"Waalaikumsalam" ucapnya, dan seketika Nek Minah menajamkan penglihatannya saat melihat wanita muda yang datang bertamu itu, ia tiba-tiba teringat seseorang yang sudah lama tiada saat melihat wajah Alya.


"Kamu siapa Cu? Wajah kamu sangat mirip dengan..." Ucapan Nek Minah terhenti, ia memperhatikan lagi wajah Alya.

__ADS_1


__ADS_2