
Sepanjang perjalanan, David terus menyunggingkan senyum membayangkan bagaimana nanti dia bersikap manis dihadapan Alya.
Apakah mantan istrinya itu nanti tidak akan marah, jika dia bersikap seolah mereka adalah pasangan suami istri yang harmonis?
Ah, memikirkan kata harmonis itu saja sudah membuat hati David berbunga-bunga, dia jadi sudah tidak sabar segera sampai dan bertemu dengan mantan istrinya itu.
Sebelum berangkat tadi, David sudah berinisiatif untuk memberikan sesuatu untuk Alya, agar terkesan terlihat gimana gitu.
Dan sekarang mobil David berhenti didepan sebuah toko bunga. David pun keluar dari mobilnya, dan tatapannya langsung tertuju pada se buket bunga mawar putih yang terlihat sederhana, namun dikemas dengan elegant.
David pun mengulurkan tangannya hendak mengambil buket mawar putih itu, tapi seseorang yang entah dari mana datangnya lebih dulu meraih buket bunga itu, membuat David segera menatap orang yang berani-beraninya merebut buket bunga itu.
Kau...?
Kau...?
Mereka pun saling menunjuk.
"Kevin, kau membeli buket bunga untuk siapa?" David sedikit curiga, Jangan-jangan Kevin membeli buket bunga untuk Alya. David berasumsi seperti itu, karena sepengetahuan David, Kevin tidak mempunyai seseorang yang spesial atau pacar selain dekat dengan Alya.
__ADS_1
"Oh David, kau menginginkan buket bunga? kalau begitu ambillah, aku akan mengambil buket bunga yang lainnya saja" ucap Kevin, lalu memberikan buket bunga itu pada David, kemudain dia mengambil buket bunga yang lain secara asal dan segera pergi dari sana setelah membayarnya.
Kevin segera pergi tanpa menghiraukan tatapan David yang mengintimidasi nya.
David benar-benar penasaran, untuk siapa Kevin membeli buket bunga? Atau jangan-jangan itu benar untuk Alya.
Ah, ini tidak bisa dibiarkan. David pun membayar buket bunga itu dan segera pergi dari sana.
Sebenarnya David masih ingin ke sesuatu tempat membeli sesuatu lagi, tapi setelah melihat Kevin tadi juga membeli buket bunga membuatnya jadi tak tenang sehingga dia memesan secara online yang akan dibeli selanjutnya.
Tak lama, David pun sampai di rumah Alya. Dia celingak celinguk mencari keberadaan mobil Kevin tapi tidak ada.
Ah, entah kenapa hari ini David tiba-tiba berpikir yang tidak tidak seperti ini. David pun bergegas masuk ke dalam rumah Alya.
Saat sudah berada di dalam rumah pun David masih mencari sosok yang tadi di jumpai nya di toko bunga, tapi dia tidak menemukan nya.
Alya yang melihat gelagat aneh David pun menjadi bingung. Mencari siapa mantan suaminya ini, padahal mantan suaminya ini tahu sendiri hanya ada dia, baby Nayla dan nek Minah yang berada di rumah itu, dan mereka semua sekarang berada dihadapan David.
David merasa lega karena tidak menemukan ada Kevin di dalam rumah itu, dia pun jadi terkekeh sendiri karena salah berasumsi, mungkin saja Kevin memang sudah mempunyai seseorang yang spesial selain Alya.
Melihat David yang tertawa sendiri, Alya dan nek Minah pun saling pandang, kemudian menatap David yang hari ini bertingkah aneh.
__ADS_1
David yang menyadari sedang diperhatikan, malah menyengir kuda seperti orang sedang ketahuan, David pun melupakan buket bunga yang dipegangnya.
Ah, rencana yang sudah dia susun dengan rapi, akan memberikan buket bunga itu pada Alya dengan cara yang romantis menjadi kacau karena pikirannya yang tidak berakhlaq itu.
"Kak, Kak David itu nyariin siapa sih? aku dari tadi perhatikan Kak David sedang mencari seseorang, Kak David kan tau sendiri kalau dirumah ini hanya ada kami bertiga" ucap Alya pada akhirnya, setelah dari tadi merasa bingung melihat tingkah mantan suaminya ini.
"Oh ini, aku nyariin Mama, aku kira Mama sudah sampai sini, soalnya kata Mama dia mau nginap sini" jawab David berkilah, tidak mungkin dia mengatakan kalau mencari Kevin, bisa-bisanya Alya marah padanya karena salah paham.
"Loh, kok David nyariin Mama sih? bukannya Kak David ninggalin Mama? tadi Mama nelpon aku loh" ucap Alya lagi, dan membuat David merapatkan kedua bibirnya, tidak tau harus mengeles apa lagi.
"Ah, eh iya ya, kok aku lupa ya tadi ninggalin Mama" David hanya bisa nyengir, tidak tau harus berkata apalagi.
Aneh! Alya dan nek Minah pun menggeleng gelengkan kepalanya.
"Oh ya, aku hampir lupa lagi. Alya, ini bunga untuk kamu, semoga kamu suka" ucap David menyodorkan buket bunga itu pada Alya, tapi Alya hanya menatap nya saja tanpa mengambil buket bunga itu.
Melihat Alya tidak meresponnya, David pun menarik sebelah tangan Alya, lalu memberikan buket bunga itu.
Ah, jadi tidak romantis kan?
Ini semua karena pikiran bodong si David yang sudah berpikiran yang tidak tidak pada Kevin.
__ADS_1