
Tyson yang memang tidak mengetahui apapun mengeraskan rahangnya setelah mendengarkan cerita nek Minah, ia benar-benar tidak menyangka jika putra semata wayang nya itu bisa berbuat hal seperti itu, berbeda dengan Herlina memang yang sudah banyak tau, dan kini ia khawatir dengan nasib putra nya itu setelah melihat kemarahan diwajah suaminya.
Entah lupa atau memang sengaja, ada satu hal yang tidak diceritakan kan oleh nek Minah, yaitu soal kehamilan Alya saat ini.
"Huh, jadi itu alasan Alya tiba-tiba saja pergi" Tyson menghela nafasnya yang terasa sesak setelah mengetahui apa yang sudah dialami oleh putri yang sudah dibesarkan nya itu.
Baru mengetahui tentang sifat David saja Tyson sudah serasa ingin mencincang hidup-hidup putra nya itu karena sudah berani menyakiti putri nya, lebih tepatnya putri dari sahabatnya yang ia angkat sebagai anak.
Bagaimana jika Tyson juga mengetahui kalau David lah yang dulu telah menculik Alya lalu membuangnya, kemudian tentang hubungan terlarang David bersama Lestari, sekertaris nya. Mungkin Tyson akan lompat dari posisinya sekarang untuk menghabisi putra nya. Sungguh, meski Alya hanya lah anak angkat nya tapi Tyson sangat menyayangi Alya, begitupun dengan Herlina karena memang mereka ingin sekali mempunyai anak perempuan, namun sayangnya Herlina seolah tutup mata dengan itu semua.
Ketakutan mendera Herlina saat ini, kalau suaminya itu telah mengetahui semuanya tentu dirinya juga akan ikut terseret karena sudah menutupi kejahatan putra nya sendiri.
"Nek Minah, apa ada yang lainnya lagi yang diceritakan oleh Alya pada nek Minah?" tanya Tyson kemudian, setelah perasaannya sedikit membaik.
Nek Minah terlihat sedang berpikir, sepertinya memang ada yang ia lupakan. Namun, tak lama nek Minah tersenyum sumringah setelah mengingat sesuatu, nek Minah langsung memberi selamat pada Tyson dan Herlina dan membuat keduanya kebingungan.
"Selamat buat kalian berdua" ucap nek Minah, namun Tyson dan Herlina yang belum mengerti maksudnya tampak kebingungan dengan saling menatap.
"Selamat atas apa ya nek?" tanya Herlina lalu menatap suaminya lagi yang ternyata juga sedang menatap nya, seolah saling menanyakan arti kata selamat yang di ucap oleh nek Minah.
"Selamat, karena kalian berdua sebentar lagi akan segera menjadi kakek dan nenek" jawab nek Minah, dengan wajah bahagia nya.
Tyson dan Herlina menatap nek Minah tanpa ekpresi, kata-kata nek Minah barusan seolah menghipnotis mereka.
"Iya, ternyata Alya saat ini sedang hamil" jawab nek Minah lagi seolah mengerti arti tatapan itu.
"Apa nek? nenek tidak sedang bercanda kan?"
"Ya ampun, nenek sudah tua begini kalian masih bisa mengatakan kalau nenek berbohong?" benar-benar ya" nek Minah beranjak dari tempat duduknya lalu menjewer telinga Tyson dan Herlina dengan kedua tangannya masing-masing.
"Hum, rasain nih, kangen kan sama jeweran nenek"
"Aduh nek ampun, sakit nek"
"Iya nek, ampun sakit, lepasin nek"
__ADS_1
Tyson dan Herlina meringis kesakitan.
.
.
.
Jika tidak sedang ingin menemui istrinya, mungkin saat ini juga David sudah menghajar Denis yang sedang mengemudikan mobil itu, pasalnya sepanjang jalan Denis hanya bercerita tentang Alya saja tanpa memperdulikan ia yang duduk di kursi penumpang di belakang sendirian sementara Kevin duduk di depan bersama Denis.
David menahan segala emosinya, karena tujuannya sekarang adalah bertemu dengan istrinya, ia tidak ingin semuanya menajdi kacau hanya karena pria menyebalkan itu.
"Pak Kevin... " Kevin menoleh pada Denis yang menyebut namanya.
"Iya, Pak Denis ada apa?"
"Masih ingat tidak? waktu itu aku pernah mengajak Pak Kevin untuk menjenguk pegawai saya yang sedang sakit itu"
Kevin tidak menjawab namun menganggukkan kepalanya.
"Apa?" Kevin langsung meraup wajahnya, kemudian menoleh pada David di belakangnya.
"Keadaan seolah mempermainkan kita, David. Seandainya waktu itu aku ikut dengan Pak Denis, pasti Alya sudah berkumpul bersama kita saat itu" Kevin menunjukkan raut wajah penyesalan nya.
Namun David tidak menggubris nya, ia diam tanpa ekpresi, dalam hatinya ingin sekali menghajar dua lelaki yang sedari tadi membahas istrinya tanpa memperdulikan nya seolah ia tidak ada didalam mobil itu.
Melihat ekpresi David, Kevin pun kembali menatap jalanan didepan nya.
Tak lama mereka pun sudah sampai ditempat yang sudah diberi tahu kan oleh orang suruhan Denis.
"Dia ada disana Pak" tunjuk seorang lelaki yang terlihat masih seumur dengan Denis, menujuk pada seorang wanita yang tengah duduk didekat penjual Bakso.
"Kerja bagus" ucap Denis, menepuk pundak pria itu yang tak lain adalah pegawainya sendiri.
"Ya sudah kalian boleh pergi, terima kasih atas bantuannya" ucap Denis lagi, lalu orang-orang suruhan nya itu yang berjumlah 5 orang beserta kedua temannya pergi meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
"Alya... " David ingin menghampiri Alya namun segera di tahan oleh Kevin.
"Jangan sekarang David, kita harus memikirkan cara agar Alya tak kabur lagi.
"Tapi Kevin, kau tau sendiri bukan, aku sudah sangat merindukan Alya"
"Iya aku tau, tapi tunggulah sebentar lagi" nasihat Kevin.
"Ckk" Denis mencebikkan bibir nya mendengar kata rindu yang di ucapkan David.
"Hei apa masalah mu?! lebih baik kau pergi dari sini, kau tidak ada urusannya disini" David mendorong Denis namun Denis tak bergeming, ia benar-benar tidak memperdulikan David.
"Sudah David, jangan seperti itu, seharusnya kita berterima kasih karena Pak Denis sudah membantu kita menemukan Alya" ujar Kevin.
David pun berusaha meredam emosinya, yang dikatakan oleh Kevin ada benar juga.
Sementara Denis menertawakan David dalam hati. 'Ternyata dia nurut juga sama Pak Kevin'
Tanpa mereka sadari, ternyata Alya melihat keberadaan mereka bertiga, Alya pun dengan buru-buru meninggalkan tempat itu tapi dilihat oleh David lalu ia segera berlari mengejar Alya begitu juga dengan Kevin dan Denis yang ikut berlari mengejar Alya.
"Alya tunggu" teriak David, namun Alya hanya menoleh sebentar lalu mempercepat lari nya.
David tidak ingin kehilangan kesempatan ini, kali ini ia harus berhasil membawa Alya pulang, ia berjanji akan menerima semua apapun yang akan Alya lakukan pada nya nanti.
Alya yang panik, terus berlari tanpa melihat keadaan sekitar iapun sampai tak melihat ada sebuah mobil yang melaju kencang ke arahnya, dan...
Bruukkk...
"Alya.....
David berdiri mematung melihat kejadian yang baru saja terjadi didepan mata nya, orang yang sangat dirindukan nya kini sudah tergeletak di jalanan dengan bersimbah darah.
Davi terlambat menyelamatkan istrinya, sementara mobil yang sudah menabrak Alya itu kini entah sudah pergi kemana.
" Alya.......
__ADS_1
David segera berlari, ia benar-benar seperti kehilangan separuh nyawa nya melihat keadaan Alya sekarang.