Dendam Istri Yang Tak Dianggap

Dendam Istri Yang Tak Dianggap
BAB 97 seasons 2


__ADS_3

Disepanjang koridor rumah sakit, Aditya berlari menuju ruangan tempat Mama nya dirawat. Beberapa saat yang lalu, saat dia masih berada di kampus, Aditya segera ke rumah sakit saat Papa nya menelpon memberitahu kalau Mama nya masuk rumah sakit.


"Mama... " Aditya membuka pintu ruangan perawatan Mama nya, dengan nafas tersengal dia melangkah menuju dua orang yang sangat berharga dalam hidupnya.


Melihat kedatangan Putra nya, Reno segera berdiri dari sisi ranjang dimana istrinya sedang berbaring dalam keadaan tidur, kemudian menghampiri Putra nya.


Ditatap nya Aditya yang juga menatapnya, kemudian Reno meraih tubuh Putra nya itu kedalam pelukannya.


Terdengar isakan seiring tubuh yang gemetar, Aditya pun mengurai pelukan Papa nya. Kemudian menggenggam kedua bahu yang gemetar itu. Matanya menatap dalam manik mata Papa nya yang basah.


"Pa, Mama kenapa? Tadi pagi Mama baik-baik saja, kenapa bisa seperti ini?"


"Mama kamu terkena kanker rahim, dan besok akan dilakukan operasi pengangkatan rahim" ucap Reno sendu, dia tidak sanggup mengatakan pada Putra nya, tentang kondisi istrinya.


"Apa Pa? kanker rahim? Bagaimana bisa, selama ini Mama terlihat baik-baik saja. Papa jangan bercanda ya!" Aditya sedikit emosi, dia tidak dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Papa nya.


Mama nya terkena kanker rahim, itu sangat tidak mungkin bagi Aditya, karena selama ini Mama nya terlihat baik-baik saja, dan tidak menunjukkan tanda-tanda kalau Mama nya sedang sakit.


"Apa Papa terlihat sedang bercanda, Aditya? Papa serius, dokter akan melakukan operasi pengangkatan rahim besok" kata Reno, mengulang perkataannya, agar Putra nya itu bisa mendengar nya dengan jelas.


Deg... Tubuh Aditya lemas seketika, keadaan Mama nya sekarang bagai petir yang menyambar di siang bolong. Aditya seakan tak percaya dengan fakta kalau Mama nya sedang sakit separah itu.


"Mama... " Di tatapnya wajah pucat wanita yang telah melahirkan nya, bulir bening itu luruh menuruni wajah tampan nya.

__ADS_1


Tangannya terulur menyentuh wajah pucat Mama nya yang terasa dingin.


"Adit... " Aditya menoleh pada Papa nya. Laki-laki paruh baya itu memeluk Putra nya, dan kali ini pelukannya dibalas oleh putranya, ayah dan anak itu berpelukan larut dalam kesedihan yang mendalam.


"Kita do'akan Mama mu semoga baik-baik saja, dan operasi nya berjalan dengan lancar besok" ucap Reno di telinga putranya.


"Iya Pa"


Dan beberapa saat kemudian, pelukan itu terurai karena dering ponsel Aditya.


Aditya merogoh saku celananya, ternyata yang menelponnya adalah kekasihnya.


"Ya ampun, Nayla. Aku lupa memberitahu nya karena terlalu panik tadi, dia pasti mencari ku sekarang" Gumam Aditya, lalu menjawab panggilannya sembari keluar dari ruangan perawatan Mama nya.


"Halo Nay...


" Siapa Nayla? tanya Reno. Saat ini Aditya duduk dikursi didekat ranjang Mama nya.


Aditya tak menjawab, dia hanya tersenyum memperlihatkan rentetan giginya, dan membuat Reno juga tersenyum. Senyuman Putra nya itu, Reno mengerti maksudnya.


"Pacar kamu?"


Aditya mengangguk. "I-ya Pa" jawab Adit terbata, takut takut Papa nya itu tidak setuju dia berpacaran sementara kuliahnya belum selesai.

__ADS_1


"Kenapa tidak pernah membawanya untuk berkenalan pada Mama dan Papa" ucap Reno, dan Aditya seketika menoleh menatap Papa nya itu.


"Papa gak marah, aku pacaran?"


Reno terkekeh mendengar pertanyaan dari Putra nya, yang menurutnya terdengar konyol.


"Buat apa Papa marah, kamu itu sudah besar Adit bukan anak kecil lagi. Kamu bebas menetukan pilihanmu, kami sebagai orangtua hanya bisa mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk kamu dan siapapun gadis yang akan menjadi pendamping kamu nanti" kata Reno, dan membuat Aditya terharu mendengarnya, Aditya pun memeluk Papa nya lagi.


"Terima kasih, Pa. Apa aku boleh membawanya kemari, sambil melihat Mama. Tadi dia ingin kemari tapi aku melarangnya, takut Papa marah"


"Hahaha, kamu nih Dit ada-ada saja. Ya sudah, kalau begitu kamu jemput dia sekarang, Papa juga mau lihat siapa sih gadis beruntung itu"


"Baiklah Pa. Sekarang aku juga harus kembali ke kampus, masih ada 1 mata kuliah, setelah itu aku akan kesini lagi bersama Nayla."


............


Semantara David, kini dia telah sampai dirumahnya. Baru saja dia keluar dari mobil tapi suara nya sudah menggema memanggil Papa dan Mama. Dia ingin memberitahu kedua orangtuanya itu, kalau Alya sudah menerimanya kembali.


"Alhamdulillah" ucap Papa Tyson dan Mama Herlina serentak.


.


.

__ADS_1


.


Saran dong. untuk ceritanya Nayla, Reyhan sama Aditya, mau dilanjut disini apa dibuat cover yg lain?


__ADS_2