
"Jangan menghakimi aku, seolah aku lah yang bersalah disini!" sejenak Alya terdiam, berusaha menetralkan nafasnya yang mulai tak karuan, berdebat dengan laki-laki ini hanya akan membuang energinya saja, jadi lebih baik dia mengakhiri perang mulut ini saja.
"Kak David aku mohon dengan sangat, tolong jangan mengganggu aku lagi, biarkan aku hidup dengan tenang bersama Nayla. Kenapa Kak David tidak mencari wanita lain saja? Kenapa terus berharap pada orang yang hatinya sudah mati?!" Alya menekankan setiap kalimat yang dia ucapkan, berharap mantan suaminya ini akan mengerti.
"Karena kau adalah ibu dari anakku, Alya. Aku hanya ingin kita bertiga menjadi keluarga kecil yang bahagia, apa itu salah? dan apa susahnya untukmu menjalani kehidupan seperti itu? kenapa kau terus mempersulit keadaan!" David masih mempertahankan emosinya, dia tidak terus menjadi tersangka.
Dan lagi, Alya mengatur nafasnya yang kian memburu, dia tidak tahu harus mengekspresikannya seperti apa. Laki-laki di hadapannya ini benar-benar membuat suasana hatinya semakin kacau, bisakah dia memberikannya ketenangan?
Sementara David, dia masih dengan ego nya yang terus menyalahkan Alya atas hubungan yang tak sampai antara anak dan Ayah, dia berharap Alya akan merasa bersalah dan akan mengalah demi sebuah hubungan keluarga.
Tapi, David lupa jika mantan istrinya ini adalah anak didik dari Papa nya sendiri, yaitu Tyson Richardo. Yang memiliki watak keras, jika sudah A akan tetap menjadi A, sangat kecil kemungkinan untuk berpindah pada huruf selanjutnya.
__ADS_1
"Kamu memang egois, Alya. Jika kamu mempunyai hati nurani, aku dan anakku tidak akan tinggal berjauhan, aku tidak akan repot-repot untuk setiap hari datang menemui Putri ku sendiri. Tapi nyatanya, kau yang membuat keadaan ini menjadi rumit, kau terus mempertahankan ego mu yang tak beralasan itu, apa susahnya memafkan aku? di luar sana masih banyak laki-laki yang lebih parah kelakuannya dari aku, tapi mereka mendapatkan maaf, kenapa aku tidak bisa mendapatkan maaf itu, kenapa!?"
"Karena aku bukan wanita lemah, yang mudah memaafkan dan bergantung pada laki-laki brengsek seperti kalian! Sarkas Alya, dia benar-benar sudah muak dengan ini, kenapa mantan suaminya ini tidak mau mengerti dan terus memperkeruh keadaan.
" Segitu brengseknya kah aku di matamu, Alya?
Alya memalingkan wajahnya, dia tidak ingin menjawab apapun lagi yang hanya akan menambah kacau suasana hatinya.
Alya tersenyum miris mendengar kata cinta itu diucapkan oleh mulut brengsek mantan suaminya ini, apa mantan suaminya ini lupa? dialah yang sudah membuat cinta itu mati, dan akan sangat susah untuk membangkitakan nya kembali, bahkan mungkin tidak akan pernah bangkit lagi.
"Apa segitu sulitnya untukmu melupakan semua yang pernah terjadi, dan memulai semuanya dengan awalan yang baru, membuka lembaran baru dan memulai kisah yang baru. Apa itu sangat sulit, Alya? Ah tidak, aku rasa itu hanya kau yang mempersulit semuanya, di luar sana masih banyak wanita yang hidup lebih menyedihkan tapi mereka bisa memaafkan semuanya, tidak seperti kau yang memang sangat egois"
__ADS_1
Munafik!!! Itulah yang di ucapkan Alya saat ini dalam hatinya, mudah sekali laki-laki ini memintanya untuk melupakan semua yang pernah terjadi.
"Kak, aku mohon pergilah dari sini, jangan membuat keadaan ini semakin keruh" Alya menghela nafasnya lagi, mungkin lebih baik dia memberitahu sesuatu pada mantan suaminya ini yang sudah dia pendam sendiri selama 2 bulan perceraian.
"Kak, selama 2 bulan ini, aku sudah berusaha untuk meyakinkan hatiku untuk berdamai dengan keadaan. Aku berusaha untuk melupakan semuanya, dan sikap manis dan perhatian Kak David sedikit mendukungnya. Tapi dengan kejadian yang terjadi hari ini, membuat aku semakin yakin, kalau Kak David memang tidak pantas!"
"Denganku saja, yang sudah jelas bukan istri Kak David lagi dengan mudahnya Kak David melakukan hal yang tidak senonoh, bagaimana di luar sana? bagaimana dengan wanita lain di luar sana? Oh ya, aku lupa. Kak David kan memang mudah mengobral sebuah hubungan, Kak David jangan lupa apa yang pernah Kak David lakukan dengan mantan sekertaris Kak David itu, dan Kak David jangan lupa kalau waktu itu kita adalah suami istri. Tapi Kak David lebih memilih menjamah tubuh wanita lain dari pada tubuh istri sendiri"
Heh, Alya tersenyum miris mengingat itu semua. Begitu buruknya kah dia dahulu, sehingga suaminya sendiri lebih memilih untuk tidur bersama wanita lain yang bukan istrinya.
"Ck, itu semua sudah berlalu, dan aku cukup sadar diri, mungkin karena dulu tubuhku yang gendut sehingga Kak David merasa jijik bahkan dengan hanya melihat ku saja. Dan sekarang aku pun bisa mengakatan, kalau aku jijik dengan laki-laki yang mudah mengobral tubuhnya!"
__ADS_1