Dendam Istri Yang Tak Dianggap

Dendam Istri Yang Tak Dianggap
Bab 6


__ADS_3

David baru saja pulang dari kantor, ia langsung menuju kamarnya. Saat sudah didalam kamar ia melihat Alya sedang tertidur di sofa, perlahan David pun melangkah mendekati nya. Lalu ia mencondongkan tubuhnya tepat di wajah Alya.


"Oke Alya aku akui sekarang tubuh gendut mu itu sudah langsing lagi sekarang, tapi tetap saja kau jelek, dan maaf saja kalau kau mendapatkan perlakuan yang tidak baik dariku, tapi itu adalah salah mu sendiri karena dari awal kau tidak menolak pernikahan ini. Aku bisa saja menolak, tapi jabatan ku adalah taruhannya, maka dari itu kau yang akan menanggung semuanya" Lalu David pun kembali menegakkan tubuhnya, ia menatap Alya sebentar dan kemudian membalikkan badannya lalu melangkah menuju kamar mandi.


Setelah David berlalu, Alya mulai mengerjapkan matanya, ternyata ia tidak tidur. Saat melihat mobil David sudah memasuki gerbang, Alya segera berpura-pura tidur untuk mengetahui bagaimana reaksi suaminya itu saat melihatnya, namun lagi-lagi hanya ejekan yang ia dapatkan.


Rasa sakit pun mulai tumbuh dihati Alya, sakit karena bukan hanya selalu mendapat hinaan dari suaminya namun juga karena suaminya itu sama sekali tidak menganggap sebagai seorang istri.


Perlahan Alya bangkit dari pembaringannya, ia berdiri lalu melangkah keluar dari kamar itu.


Sementara David yang baru keluar dari kamar mandi mengedarkan pandangannya mencari sosok yang tadi tengah terlelap di atas sofa.

__ADS_1


"Ah bodoh amat, kenapa juga aku mencarinya. Mau dia pergi, apa perduli ku, kalau dia pergi itu malah bagus kan, tidak ada yang akan mengganggu hubungan ku dengan Lestari" gumam nya lalu melangkah menuju ranjangnya.


••••••


Alya yang sehabis dari taman belakang rumah untuk menenangkan hatinya yang terasa perih akibat luka yang ditorehkan oleh suaminya, ia kembali ke kamarnya, ternyata sosok yang dicintainya itu sudah terlelap di atas ranjangnya.


Dengan sangat pelan Alya menutup kembali pintu kamar itu agar tak menimbulkan suara dan mengganggu lelaki yang tengah terlelap di atas ranjangnya, dan perlahan ia melangkah ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Setelah selesai membasuh wajah, ia pun keluar dari kamar mandi dan melangkah menuju nakas dan mengeluarkan cream yang diberikan oleh Kevin dari dalam laci kecil. Alya pun mengolesi bekas luka diwajahnya dengan menggunakan cream yang diberikan oleh Kevin, cream yang berkhasiat untuk menghilangkan bekas luka.


Dalam kesunyian malam, Alya sedang berbaring di atas sofa yang sudah ia tempati semenjak ia kembali, untuk tidur. Ia terus menatap lelaki yang tengah terlelap dengan tenang di atas ranjang king size itu, ah seandainya ia juga bisa tidur diatas ranjang itu bersama lelaki yang dicintainya, pasti ia akan sangat bahagia. Tapi, mungkin itu hanyalah sebuah mimpi yang tidak akan pernah menjadi kenyataan, karena nyatanya lelaki yang dicintainya itu sama sekali tidak pernah menganggap nya sebagai seorang istri.


Perlahan Alya pun memejamkan matanya dan ikut tenggelam ke dalam mimpi, sama seperti lelaki yang terlelap di atas ranjangnya itu, namun keduanya terlelap ke dalam mimpi yang berbeda.

__ADS_1


•••••••


Waktu menunjukkan pukul 01.00 dinihari, lelaki tampan yang sedang terlelap di atas ranjangnya itu mengerjapkan matanya, ia terbangun karena merasa haus. Saat matanya sudah terbuka sempurna, David pun bangkit dari pembaringannya dan duduk, saat ia hendak turun dari ranjangnya, langkahnya terhenti saat melihat selimut yang digunakan Alya terjatuh ke lantai.


David pun melangkah menuju sofa dimana Alya sedang tertidur, ia mengambil selimut yang terjatuh di lantai itu lalu menyelimuti tubuh Alya.


"Aku melakukan ini bukan karena aku perduli, tapi aku tidak mau kau sampai sakit, karena kalau kau sampai sakit, Papa pasti akan menyuruhku untuk merawatmu dan aku sama sekali tidak sudi melakukan itu" gumam nya, lalu ia melangkah ke luar dari kamar menuju dapur untuk mengambil air minum.


Tak lama, David pun kembali ke kamarnya dengan membawa segelas air putih ditangannya. Ia duduk di pinggiran ranjang dan meminum air putih yang dibawanya dari dapur, setelah minum David meletakkan gelas yang berisi setengah air putih itu ke atas nakas disamping ranjangnya. Sekali lagi, sebelum ia kembali tidur, David menatap wanita yang terlelap di atas sofa itu, sedikit ada rasa iba dihatinya, namun mau bagaimana lagi, kebencian sudah mengalahkan segalanya.


David pun kembali merebahkan tubuhnya hendak tidur, perlahan ia pun kembali terlelap menyambung mimpinya.

__ADS_1


__ADS_2