
"Kau benar-benar brengsek David! tega teganya kau memperlakukan istrimu sendiri seperti itu, Papa menyesal sudah menikahkan mu dengan Alya, kalau Papa tau lebih awal sudah lama Papa memusnahkan mu. Sekarang Papa tidak akan membiarkan kau menyakiti Alya lagi!" Tyson benar-benar murka saat ini, beberapa kancing kemeja David terlepas akibatnya.
"Pa, apa maksud Papa?" David terkejut dengan ucapan Papa nya.
"Jangan kan untuk menyakiti Alya lagi, bahkan untuk melihat nya pun Papa tidak akan membiarkan itu terjadi! ingat itu baik-baik, David!" Tyson melepaskan cengkeraman tangan nya dari kerah kemeja David dengan sedikit mendorongnya.
"Pa, apa maksud Papa? bagaimana Papa bisa berbicara seperti itu, Alya itu istri ku Pa"
"Hahahaha, istri kamu bilang? Oh iya, Alya memang istrimu, lebih tepatnya istri yang tak kau anggap, kalau kau lupa!" ucap Tyson sinis.
"Baru sekarang kau bilang Alya istrimu, kemana kau selama ini, David!?"
"Papa semakin yakin, kalau Alya pergi itu pasti ada sebabnya, sekarang cepat katakan kenapa Alya pergi!" Tyson kembali mencengkeram kerah kemeja David, tatapan nya menyorot tajam tepat pada mata hitam David.
Tyson seakan lupa, kalau dihadapan nya ini adalah Putra kandung nya sendiri, tapi ia begitu murka setelah tau kalau putra nya itu telah membuat menderita Putri sahabatnya yang ia besarkan bersama David.
David tergagap, apakah ia harus mengatakan yang sebenarnya pada Papa nya, begini saja Papa nya sudah begitu murka. Bagaimana kalau Papa nya ini tau yang sebenar-benarnya?
"Pa, A-lya waktu i-tu hanya salah paham Pa"
"Salah paham bagaimana maksud mu? coba kataka! kesalahpahaman apa yang membuat Alya pergi!" Tyson mengguncang David.
Ah sial!!!
Bagaimana David bisa mengatakan kalau waktu itu Alya melihat nya ingin mencium Lestari dikamar apartemennya, yang sebenarnya David hanya ingin menolong Lestari dengan memberi nafas buatan.
Bagaimana David mengatakannya? kenapa bisa ada Lestari di kamar apartemen nya? sementara yang Tyson tahu, apartemen itu sudah disewakan oleh David.
__ADS_1
Bagaimana kalau Papa nya ini tahu, kalau sebenarnya apartemen itu telah ia berikan pada Lestari dan bukannya ia sewakan?
Nasib David benar-benar berada dalam genggaman tangan Papa nya sekarang.
"Kenapa kau diam, David! kau tidak bisa menjelaskan nya, baiklah Papa akan mencari tau nya sendiri, dan kalau sampai Papa menemukan sesuatu yang terbukti memang kau telah menyakiti Putri Papa lagi, Papa tidak akan segan-segan membuat perhitungan dengan mu!"
Tyson pun melepaskan David, lalu segera kembali ke ruangan tempat Alya dirawat, dari kejauhan ternyata Herlina memperhatikan keributan Ayah dan anak itu. Dalam hati, Herlina begitu sedih melihat putranya, tapi mau bagaimana lagi, itu semua memang salah putranya, ia tidak bisa menyangkali itu.
David menatap langkah Papa nya yang mulai menjauh dengan nanar, kesalahannya memang sangat banyak, jadi pantas saja Papa nya itu sampai se murka itu.
Setelah Tyson pergi, barulah Kevin mendekati David, ia bukannya tidak ingin menolong David tapi ia hanya tidak ingin ikut campur antara urusan anak dan ayah itu.
Sementara dokter, ia juga kembali ke ruangan nya. Kabar selanjutnya yang akan ia sampaikan, menurutnya ia sampaikan nanti setelah keadaan lebih membaik.
"Kamu yang sabar ya David, aku yakin semua ini pasti ada penyelesaian nya" ucap Kevin dengan menepuk pelan pundak David.
"Bagaimana Papa bisa melakukan itu padaku, kau tau sendiri bukan? bagaimana gila nya aku mencari Alya"
Yah, Kevin tau. Ia membenarkan apa yang dikatakan David barusan, ia adalah saksi bagaimana hancur nya David saat Alya pergi, bahkan David tidak mengurus dirinya sendiri karena selalu sibuk mencari Alya saja. Perubahan tubuhnya yang terlihat sedikit kurus adalah buktinya.
Tapi itu semua tidak ada artinya setelah Papa Tyson mengetahui apa yang sudah ia perbuat pada Alya dulu.
Dan lihatlah sekarang, Bahkan Papa nya itu tidak mengizinkan ia untuk bertemu dengan istrinya sendiri.
"Ayo, apa kau tidak ingin melihat keadaan istrimu? semenjak dia masuk ke ruang UGD kita belum melihat nya lagi, mungkin sekarang Alya sudah dipindahkan ke ruang perawatan" Kevin menarik tangan David, tapi David seolah patung yang tidak bergerak dari tempatnya.
"Ayolah, setidaknya kau bisa melihat nya dari luar kan. Tenang saja, aku akan berjaga agar kau tidak ketahuan oleh Papa mu" Kevin benar-benar iba melihat David sekarang.
__ADS_1
Jujur, dulu Kevin juga begitu tidak menyukai David karena perlakuannya itu terhadap Alya, tapi seiring berjalan nya waktu Kevin melihat perubahan David yang begitu tulus, membuat nya luluh dan bersimpati padanya.
David bukannya tidak mau melihat istrinya, ia malah sangat ingin, hanya saja ia tidak ingin membuat keributan lagi dengan Papa nya. Karena ucapan Kevin barusan, akhirnya ia menurut.
Dan sekarang David dan Kevin berada didepan ruang perawatan Alya, David tidak bisa menahan lagi air matanya dan lolos begitu saja membasahi kedua pipi nya, melihat istrinya didalam sana dari balik dinding kaca, banyak alat medis yang terpasang di tubuh Alya.
David ingin sekali merengkuh tubuh istrinya yang terbaring tak berdaya itu kedalam pelukan nya, namun apa daya, didalam sana masih ada Papa nya, hanya akan membuat keributan jika ia memaksa masuk.
Mungkin nanti David akan diam-diam menemui istrinya, jika Papa nya sedang tidak ada.
Sementara didalam ruangan perawatan Alya, Tyson menitiskan lagi air matanya, ia tidak mampu berkata-kata lagi, hanya terus mengusap kepala Alya yang terbalut perban.
Namun, saat teringat sesuatu Tyson langsung mengusap air matanya kemudian menatap nek Minah.
"Nek, bukankah nek Minah bilang kalau Alya sedang hamil?" nek Minah mengangguk.
Sementara Denis yang masih berada di ruangan itu, sedikit tersentak kaget mendengar kalau Alya ternyata sedang hamil.
'Ya ampun, bagaimana kandungan Alya, apa masih ada kemungkinan kandungannya bisa selamat? tapi melihat keadaan nya separah ini, apa iya kandungannya bisa bertahan' Denis berucap dalam hati sambil menatap Alya yang terbaring lemah itu.
"Terus bagaimana kandungan nya?" Tyson menatap orang-orang yang berada di ruangan itu yang serentak menggelengkan kepala nya.
"Ma, Mama tolong jaga Alya, jangan biarkan anak kurang ajar itu masuk kesini menemui Alya. Papa mau ke ruangan dokter dulu, untuk menanyakan kandungan Alya"
Kevin yang melihat Tyson melangkah keluar, segera menghampiri David untuk memberitahu nya.
"David, David ayo pergi, Papa mu akan keluar"
__ADS_1
Tapi David, seakan tidak mendengarkan Kevin, matanya tak berkedip menatap istrinya didalam sana. Dengan terpaksa, Kevin pun menarik tangan David pergi dari sana.