Dendam Istri Yang Tak Dianggap

Dendam Istri Yang Tak Dianggap
BAB 23


__ADS_3

"Akhhh.... Kau benar Lestari, aku memang manusia kotor!'' sepanjang perjalanan menuju perusahaan


Kevin, David terus saja merutuki dirinya sendiri.


Dan tak lama, mobil David pun telah sampai di perusahaan Kevin. Setelah memarkirkan mobilnya ia langsung menuju ruangan dimana ia meninggalkan kedua orangtuanya.


"Pa, Ma maaf tadi aku pergi tanpa memberitahu dulu" ucapnya dengan menundukkan kepala.


"Gak apa-apa, Nak. Gimana? Ada masalah apa dikantor, sehingga kamu pergi terburu-buru?" Tanya Tyson, menepuk pundak putranya, dan David pun mengangkat kepalanya menatap Papa nya.


David tersenyum. "Gak ada yang serius kok Pa, hanya menandatangani dokumen saja" jawabnya berdusta, ia memejamkan matanya sejenak karena lagi-lagi membohongi Papa nya.


'Aku tau,kau pasti berbohong kak David' ucap Alya dalam hati yang berdiri disamping Kevin dengan menatap sinis suaminya itu.


"Hanya menandatangani dokumen? Kamu kan bisa menyuruh sekertaris mu yang mengantarkannya, tidak perlu kamu yang repot-repot datang ke kantor" ucap Tyson, namun ia senang jika sekarang putranya itu lebih bertanggungjawab atas perusahaannya. "siapa nama sekertaris mu itu? ah ya, Lestari. Kenapa kau tidak menyuruhnya untuk mengantarkan dokumen nya?"


"Dia sudah Resign Pa, dan sekertaris yang baru saat ini sedang menyelesaikan pekerjaan Lestari yang belum sempat dia selesaikan" jawab David.


'Oh jadi kak David tidak berbohong soal hubungannya dengan sekertaris nya itu, dia benar-benar memutuskan hubungannya dengan kekasihnya itu. Huh, Bagus! Dengan begitu aku akan lebih mudah untuk membuat Kak David merasakan apa yang aku rasakan dulu, tunggu saja permainan ku Kak David'

__ADS_1


"Kenapa Lestari Resign? Lalu siapa yang menggantikannya?" Tanya Tyson lagi.


"Aku juga gak tau Pa, yang menggantikan Lestari baru masuk hari ini namanya Adi" ujar David. Dan membuat Alya mengerutkan keningnya, tak percaya jika suaminya itu menggantikan posisi Lestari bahkan dengan sekertaris Pria.


David benar-benar serius ingin memperbaiki hubungannya dengan Alya, Istrinya. Juga memperbaiki diri dengan tidak lagi berhubungan dengan wanita manapun selain Alya, maka dari itu ia memilih sekertaris Lelaki yang menggantikan posisi Lestari saat ini. Dan Lestari setelah sendiri sudah diberi tunjangan oleh David untuk memenuhi semua kebutuhannya, juga sebagai bentuk pertanggungjawaban David kepada Lestari selama ini.


"Oh. Yasudah kalau begitu ayo kita pulang" ajak Tyson.


David menatap Istrinya, dan Alya pun mengerti maksud dari tatapan suaminya itu.


"Nanti aku pulang diantar Kevin, masih ada hal lainnya lagi yang harus aku kerjakan" ucap Alya, menjawab tatapan suaminya.


Beginikah yang dirasakan Alya dulu?


Inikah yang dirasakan istrinya dulu saat ia mengacuhkannya dan tidak menganggapnya sebagai seorang istri?


Ah, David mengakui ini sungguh sakit rasanya. Selama sebulan Istrinya itu penuh perhatian padanya, namun dalam satu hari tiba-tiba Istrinya berubah dan mengacuhkannya. Apakah sebulan itu hanya pemanis untuk memikatnya lalu membalas perasaan nya dahulu?


"Em baiklah kalau begitu, jangan pulang terlalu larut, itu tidak baik untuk kesehatan mu" ucap David sendu diiringi nasehat, dan itu sama sekali tidak membuat Alya terkesima melainkan tersenyum penuh kemenangan karena suaminya itu kini benar-benar telah terpikat padanya.

__ADS_1


Setelah mengatakan itu, David pun keluar dari ruangan itu lalu disusul oleh kedua orang tuanya.


"Alya aku mohon sudahi ini!" Tutur Kevin memohon sebagai seorang kakak yang baik. "Apakah kau tidak melihat ketulusan dimata suamimu saat ini? Aku yakin dia sudah berubah sekarang"


"Tanpa kau mengatakan itu, aku pun sudah tau kalau dia memang sudah berubah" jawab Alya tanpa melihat lawan bicaranya, dan terus menatap langkah ketiga orang itu hingga hilang dari pandangannya.


"Lalu untuk apa kau melakukan ini? Seharusnya kau senang, sekarang cintamu sudah terbalas" ucap Kevin, dan membuat Alya seketika menatapnya dengan mata memicing.


Alya pun terkekeh. "Yah kau benar, cinta ku sudah terbalas namun sayangnya itu sudah sangat terlambat"


"Alya.." Kevin menatap sendu, berharap Alya mau mendengarkan nasihatnya.


"Berhenti untuk mencegahku Kevin, aku hanya ingin dia merasakan apa yang aku rasakan dulu"


"Kau ingin David merasakan apa! Hum?" Entah kenapa Kevin menjadi kesal pada Alya yang tetap bersikeras dengan keinginannya untuk membalas suaminya.


Alya pun menatap jengah pada Kevin yang tidak ada hentinya menyuruhnya untuk berhenti membalaskan sakit hatinya. Tanpa menjawab pertanyaan Kevin, Alya berbalik meninggalkan Kevin.


David pun menatap langkah Alya yang meninggalkan nya dengan gelengan kepala. Kevin benar-benar tidak menyangka jika Alya akan berubah seperti ini.

__ADS_1


"Semoga yang kau lakukan sekarang tidak membuatmu menyesal, seperti David yang kini sudah menyesali perbuatannya padamu"


__ADS_2