
Keesokan harinya...
David yang sedang bersiap-siap untuk pergi ke kantor, menghentikan aktivitas karena ponselnya berdering. David menggeram kesal melihat siapa yang menelponnya, iapun pergi ke balkon kamarnya untuk mengangkat panggilan itu agar tidak didengar oleh Alya yang saat ini juga tengah bersiap-siap pergi ke perusahaan Kevin.
"Aku kan sudah memperingati mu untuk tidak menghubungi ku lagi, lalu kenapa sekarang kau menelponku? Apa yang aku berikan itu kurang hah!? Katakan, apalagi yang kau inginkan aku akan memberikan nya asalkan kau tidak menggangu ku lagi" ucap David pada seseorang di ujung telepon.
Terdengar di ujung sana suara wanita yang sedang merintih kesakitan, David pun mengernyitkan dahinya mendengar itu.
"Jangan salah paham dulu David, aku menelpon mu karena aku tidak tau harus meminta tolong pada siapa lagi kalau bukan dengan mu, kau tau sendiri kan di kota ini aku tidak punya siapa-siapa" ucapnya dengan suara yang terdengar sedang menahan sakit.
"Kau kenapa, Lestari?" Tanyanya. Yah, yang menelpon David itu adalah Lestari. Mendengar suara Lestari merintih seperti itu David pun memelankan suaranya yang tadinya emosi berpikir kalau Lestari menelpon nya karena ingin mengganggunya lagi.
"Beberapa hari kepala ku sakit, dan hari ini terasa semakin sakit. Aku juga tidak tau kenapa, makanya aku menelpon mu untuk mengantarkan aku kerumah sakit karena aku tidak bisa pergi sendiri" ucap Lestari dengan suara yang parau.
"Maaf Lestari Aku tidak bisa, Aku sudah berjanji tidak akan menemui mu lagi" tolak David berusaha tenang walaupun sebenarnya ia merasa kasihan mendengar suara ringisan Lestari yang sedang kesakitan itu.
__ADS_1
"Tapi David, aku mohon aku tidak tau lagi harus meminta tolong kepada siapa"
"Maafkan aku Lestari, aku tidak bis.galo
"Auwwww.. aduh David kepala ku sakit sekali tolong ak..."Lestari menjatuhkan ponselnya, dan membuat David menjadi panik karena tidak terdengar suara Lestari lagi.
"Halo... halo Lestari, halo apa kau baik-baik saja? Ok baiklah aku akan kesana sekarang, bertahanlah" David pun mematikan sambungan teleponnya lalu bergegas untuk ke apartemen menolong Lestari.
Sementara Lestari yang mendengar David akan datang, tersenyum. Ia mengambil ponselnya yang ia jatuhkan ke lantai lalu meletakkannya di atas nakas, dan diapun menarik selimutnya dan menjatuhkan nya ke lantai lalu sedikit memberantak kan sprei kasurnya, ia buat keadaan kamarnya itu seolah ia memang benar-benar sedang sakit.
Alya seketika terperangah dengan tindakan David yang tiba-tiba mencium keningnya, namun itu tidak bisa meluluhkan hatinya yang saat ini semakin menjadi membenci suaminya itu.
"Kau berbohong lagi kak David, bagaimana bisa kau meminta aku untuk memaafkan mu sementara Kak David sendiri saja masih bisa membohongiku" Yah, tanpa sepengetahuan David tadi, ternyata Alya menguping pembicaraannya dengan Lestari.
Alya pun mengatur nafasnya yang kian memburu dan semakin tidak menentu, tujuannya ke kantor Kevin pagi ini pun ia urungkan dan akan pergi membuntuti suaminya itu.
__ADS_1
Alya mengambil ponselnya lalu menghubungi David, untuk memberitahunya kalau ia tidak jadi datang ke kantornya hari ini dengan alasan ia sedang tidak enak badan karena tidak ingin Kevin menghalanginya.
"Baiklah Alya, tidak masalah. Kau beristirahatlah dan semoga lekas sembuh"
"Maafkan aku Kevin, seandainya kau mendukungku aku tidak akan perlu repot-repot membohongi mu seperti ini" Gumamnya lirih setelah mematikan sambungan telepon nya dengan Kevin.
Setelah menelpon Kevin, lalu Alya memesan Taksi online dengan tujuan ke apartemen David. Yah, Alya sudah tau dimana apartemen David, bahkan ia sudah tau semuanya tentang Lestari yang saat ini tinggal di apartemen David sebagai bentuk pertanggungjawaban suaminya itu pada lestari, Alya mengetahui semuanya karena diam-diam menyuruh seseorang untuk memata-matai David dan juga Lestari tanpa sepengetahuan siapapun termasuk juga Kevin.
"Baiklah Kak David, mari kita lihat kebohongan apa lagi yang akan aku ketahui hari ini" dan Alya pun saat ini sudah berada di dalam Taksi.
"Jalan Pak" ucapnya kepada supir Taksi yang akan mengantarkan nya menuju ke apartemen David yang kini sudah menjadi tempat yang Lestari.
"Siap Mba" dan supir Taksi itupun melajukan mobilnya berbaur ke jalanan yang tidak pernah sepi oleh kendaraan yang berlalu-lalang.
Sementara David kini sudah sampai, setelah memarkirkan mobilnya ia segera berlari menuju dimana Lestari berada saat ini, wajahnya terlihat panik. Walau bagaimanapun, Lestari juga pernah menjadi bagian hidupnya bahkan menjadi partner ranjangnya.
__ADS_1
"Lestari...