
"Kamu mau lihat gak? Papa makan siang bareng siapa?"
"Jawab dulu, Papa makan siang bareng cewek apa cowok?" tanya Nayla ketus, dia sudah siap menyumpah serapah Papa nya itu jika benar Papa nya sedang makan siang dengan wanita lain.
"Cewek, ceweknya cantik banget lagi" jawab David dan seketika terdengar teriakan putrinya dari dalam ponselnya.
"Papa....
Dengan cepat David mengarahkan kamera ponselnya pada Alya, sebelum putrinya itu mengeluarkan sumpah serapah nya.
" Mama... Loh ini beneran Mama?" disana, Nayla sampai mengucek matanya, memastikan kalau dia tidak salah lihat.
"ini beneran Mama kan? aku gak salah lihat kan?"
"Kamu gak salah lihat, ini beneran Mama'' jawab Alya, dan seketika disana Nayla berteriak kegirangan bahkan sampai lompat-lompat karena saking senangnya. Akhirnya, Mama dan Papa nya bertemu kembali setelah bertahun-tahun lamanya.
" Ma, Mama cepetan bilang sekarang Mama sama Papa lagi ada di cafe mana? aku mau nyusul kesana " Nayla terlihat sangat bersemangat ingin menyusul ke cafe tempat Mama dan Papa nya berada sekarang.
"Gak perlu kemari, Nak. Mama sebentar lagi mau pergi kok. Mama masih ada kerjaan" dan jawaban Alya ini membuat wajah putrinya seketika murung, padahal dia ingin sekali menikmati momen kebersamaan Mama dan Papa nya.
Melihat wajah murung putrinya, Alya menjadi tak tega. Dia pun mengatakan sesuatu yang membuat putrinya kembali bersorak senang.
"Jangan sedih gitu, di lain waktu kita bisa makan siang bareng, bertiga" ucap Alya.
"Beneran Ma?" Alya mengangguk.
"Yeay... Terima kasih ya Ma, akhirnya Mama mengabulkan keinginan aku, Mama ketemu sama Papa untuk hal itu kan Ma, iya kan Ma?" Nayla menatap Mama nya dengan mata berbinar, berharap jawaban Mama nya adalah iya.
Alya sejenak memalingkan wajahnya dari tatapan putrinya, dia tidak tahu harus menjawab apa pada putrinya itu, karena sejujurnya dia juga belum yakin sepenuhnya dengan apa yang akan dia katakan pada ayah dari putrinya ini.
"Ma, tebakan aku salah ya, Ma?" tatapan Naura sendu, menatap Mama yang memalingkan wajahnya, dia berpikir Mama nya hanya sekedar bertemu dengan Papa nya, bukan karena ingin kembali seperti yang selama ini dia harapkan.
__ADS_1
David yang merasakan Alya yang mulai tak nyaman dengan pertanyaan Putri mereka, mengarahkan kembali kamera ponselnya, mengarah padanya.
"Nayla, nanti kita sambung lagi ya, Papa juga harus pergi ke kantor sekarang" ucap David pada putrinya itu. Dia terpaksa berbohong karena melihat mantan istrinya yang mulai tak nyaman.
"Baiklah, Pa" sambungan video call itupun terputus.
Nayla yang saat ini berada dikampus nya, dengan langkah gontai membawa tubuhnya keluar dari kelas menuju kantin untuk mencari kekasihnya itu. Biasanya, Aditya selalu menenangkan nya disaat dia sedang sedih.
Namun, saat Nayla sampai di kantin, ternyata Aditya tidak ada disana. Salah satu temannya memberitahu kalau Aditya pergi ke rumah sakit karena Mama nya sedang sakit.
"Kenapa Aditya pergi tidak memberitahu aku? dan kenapa dia juga tidak memberitahu kalau Mama nya sakit" gumam Nayla, dia pun melangkah meninggalkan kantin, dan tujuannya sekarang adalah kembali ke kelasnya.
Sesampainya dikelas, Nayla mengeluarkan ponselnya, dia menghubungi nomer kekasihnya itu. Namun, sudah beberapa kali dia menelpon selalu berakhir dengan suara operator.
.... ..........
"Jadi bagaimana, Alya? sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan sehingga mengajakku bertemu disini" David yang baru saja menghabiskan makanan nya, kembali membuka pembicaraan setelah beberapa saat hening.
"A-ku aku... Sebenarnya aku...
" Sebenarnya aku kenapa Alya? sebenarnya kau ingin mengatakan apa?" David melihat jam tangannya, 30 menit lagi dia akan ada meeting, tapi mantan istrinya ini belum juga mengatakan apa yang ingin dikatakannya.
"Kalau kau belum bisa mengatakannya sekarang tidak masalah, kita bisa bertemu di lain waktu, Alya. Sekarang aku harus pergi, sebentar lagi aku akan ada meeting" David hendak berdiri dari tempat duduk nya, namun dengan cepat Alya menahan lengannya.
"Tunggu sebentar, baiklah aku akan mengatakannya sekarang. Ini soal keinginan Nayla...
Sedikit mengerti dengan ucapan Alya barusan. David mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jas, kemudian menelpon Adi, sekertaris nya.
"Adi, tolong kau cancel semua meeting hari ini, katakan saja aku sedang ada urusan penting" setelah mengatakan kalimat perintah pada sekertaris nya itu, David pun mematikan sambungan teleponnya kemudian memasukkan kembali ponselnya kedalam saku jas nya.
Kini dia kembali menatap mantan istrinya itu. Dan kali ini tatapan nya lebih dalam, dan Alya sendiri dia juga balas menatap mantan suaminya. Tatapan mereka bertemu, tatapan yang sudah bertahun-tahun terpisah kini kembali bertemu.
__ADS_1
"Dengar, kan? aku bahkan sampai meng-cancel semua meeting ku hari ini, hanya demi untuk mendengarkan apa yang akan kau katakan" ujar David.
Rasa gugup, canggung, dan... semakin mendera Alya saat ini. Ah lupakan sakit hatinya dulu, entah kenapa, bertahun-tahun baru bertemu lagi dengan mantan suaminya. Bukan kebencian yang Alya rasakan seperti dulu, tapi malah rasa gugup canggung dan perasaan aneh yang Alya sendiri tidak tahu itu apa, bercampur menjadi satu.
"Alya, apa kau baik-baik saja?" David menggerakkan sebelah tangannya dihadapan wajah Alya ke kiri dan ke kanan. Karena mantan istrinya itu tak kunjung bicara, melainkan terus menatapnya.
"Kak, aku... Aku rasa, mungkin kita bisa mewujudkan keinginan nya Nayla... Aku... Maksdunya, kita bertiga bisa berkumpul bersama...
Deg... David tercengang, dia menajamkan pendengarannya berharap dia tak salah dengar. Nafasnya mulai naik turun, seperti remaja yang baru saja mendapat ungkapan cinta dari kekasihnya. Namun, beberapa detik kemudian dia menarik kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman. Sangat ketara diwajahnya, saat ini dia benar-benar bahagia.
" Alya, apa ini artinya...?
Alya menggangguk, membuat David bersorak senang dan langsung menariknya kedalam pelukannya, tak memperdulikan tatapan para pengunjung cafe yang serentak menatap kearah mereka.
"Terima kasih Alya, terima kasih. Akhirnya, setelah 20 tahun lamanya, kalimat ini akhirnya aku dengarkan juga dari mulutmu. Aku selalu menunggu kau mengatakan ini, dan akhirnya hari ini aku mendengarkan langsung, aku senang sekali mendengarkan nya Alya, aku sangat bahagia. Akhirnya aku, kamu dan Nayla putri kita akan bersama menjadi kita dan akan menjadi keluarga kecil yang bahagia. Aku berjanji, Alya, aku akan menjaga kamu dan anak kita, menyayangi dan mencintai kalian berdua hingga separuh nyawaku"
Tanpa sadar David menghujani puncak kepala Alya dengan kecupan. Mereka berdua pun larut dalam rasa lama yang timbul mereka menjadi rasa baru, dan rasa itu tiba-tiba saja muncul diantara keduanya. Hingga, terdengar suara riuh sorak sorai para pengunjung cafe yang turut senang menyaksikan bersatunya dua sejoli yang sudah lama terpisah.
Menyadari di mana mereka berada sekarang. David dan Alya pun melepaskan pelukan mereka.
Sejenak Alya menatap David, kemudian berkata.
"Tolong jangan beritahukan dulu ini pada Nayla, kita rahasiakan sampai waktunya nanti tiba...
David mengangguk, dia mengerti apa yang dimaksud oleh mantan istrinya ini yang sebentar lagi akan menjadi istrinya kembali.
"Baiklah kalau begitu, aku akan pulang dan memberitahu ini pada Mama dan Papa, mereka pasti senang mendengar nya."
David dan Alya pun akhirnya meninggalkan cafe. Alya akan kembali bekerja di perusahaan nya Kevin. Sementara David sendiri dia akan langsung pulang kerumahnya karena sebelumnya semua meeting nya hari dia cancel hanya untuk mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh mantan istrinya. Dan ternyata dia tidak sia-sia meng-cancel semua meeting nya, yang dia dengarkan hari ini melebihi dari segalanya. Tidak akan lama lagi, dia akan kembali menggelar statusnya sebagai seorang suami, dan juga sebagai Ayah yang sesungguhnya.
Putri cantik nya itu pasti akan sangat senang mendengar kabar ini, karena yang inilah putrinya itu selalu harapkan dari dulu hingga sekarang. Keinginan putrinya itu terwujud, namun sayangnya dia harus merahasiakan dulu dari putrinya hingga menunggu waktu yang tepat untuk memberitahu pada putrinya itu.
__ADS_1