
NOTE:
Yang gak suka harap skip aja ya ππ Memberi saran boleh, tapi jangan sampai menjatuhkan semangat orang ππ Aku hanya sekedar berhalu πππ Pokoknya terima kasih buat yang sudah MAMPIR dan meninggalkan jejak karena itu sangat berharga buat karya ku ini, berkat kalian cerita retjeh ku ini sudah 2 kali masuk rekomendasi. Dan oh ya, novel ini sedang mengikuti event jadi jika berkenan berikan dukungannya sebanyak-banyaknya, love you all πππππ
...HAPPY READING...
David yang baru saja memasuki kamarnya, dengan terburu-buru membuka kembali pintu kamarnya lalu berlari menuruni anak tangga setelah mendapat telepon dari Kevin yang memberitahu perihal yang terjadi pada Alya saat ini.
Tyson dan Herlina yang sedang berada di ruangan keluarga menggeleng-gelengkan kepalanya melihat putra mereka menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa.
"Kenapa terburu-buru seperti itu, Nak?" tegur Tyson karena David melewatinya begitu saja seolah tidak ada mereka diruangan itu.
David pun menghentikan langkahnya lalu menoleh menatap kedua orangtuanya, dan Herlina pun menatap putranya dengan sedikit menganggukkan kepalanya, seolah bertanya seperti yang ditanyakan oleh suaminya.
"Maaf Pa, Ma David tidak bisa menjelaskan sekarang. Ini darurat dan Aku harus segera pergi" ucap David lalu kembali melanjutkan langkahnya dengan sedikit berlari.
Sepanjang perjalanan menuju hotel yang sudah diberitahukan oleh Kevin, David terus membunyikan klakson nya agar pengendara didepannya memberinya jalan agar ia bisa segera sampai ke hotel. Yah, sudah pasti para pengendara itu mengumpat kesal pada David yang tiada hentinya membunyikan klakson, dan mereka pun dengan terpaksa memberi jalan pada mobil David untuk melaju lebih dulu, mereka pikir mobil yang terus membunyikan klakson itu sedang membawa pasien darurat.
Sementara Kevin yang berada dikamar hotel sedang menemani Alya sambil menunggu David datang, terus mengumpat kesal karena David sangat lambat sampai di hotel, belum lagi tingkah Alya yang semakin membuatnya tidak nyaman.
"Kevin, kenapa kau diam saja disitu, tolong lakukan sesuatu untuk menghilangkan rasa panas ini" Alya menyibak-nyibakkan ujung dress nya mengipasi tubuhnya. Melihat itu, Kevin pun segera membalikkan badannya membelakangi Alya.
"Tunggu saja sebentar lagi sampai David datang, dia yang akan membantumu. Aku tidak tahu bagaimana cara menghilangkan rasa panas yang kau rasakan itu, kalau David dia pasti bisa" ucap Kevin dengan membelakangi Alya. Ia menyunggingkan senyum membayangkan apa yang akan terjadi setelah David datang.
"Apa maksudmu, Kevin?"
__ADS_1
"Sudah diamlah, jangan banyak bicara pokoknya tunggu saja sampai David data dia akan segera menghilangkan rasa itu dari tubuhmu" ucap Kevin lagi, dan membuat Alya semakin bingung.
"Kevin, tolong panggilkan Dokter untuk memberikan penawar kepadaku, aku sudah benabe sudah tidak tahan seperti ini" Alya turun dari ranjang lalu melangkah menuju dimana Kevin berdiri membelakanginya.
Kevin pun terkejut saat Alya menyentuh lengannya.
"Apa kau tidak dengar? aku bilang tolong panggilkan Dokter, Kevin!" perintah Alya, kali ini suaranya meninggi karena benar-benar sudah tidak tahan dengan reaksi obat itu.
Melihat Alya seperti itu, Kevin pun merasa iba. Namun ia tidak akan mengubah niat awalnya untuk menyatukan Alya dan David, maka ia memutuskan untuk David yang menolong istrinya sendiri dari pengaruh obat yang diberikan oleh Doni ketimbang memanggil Dokter untuk memberikan penawar pada Alya.
Tidak Alya, kalau memanggil Dokter akan memakan waktu lebih lama lagi untuk menunggu kedatangannya dan kau akan semakin tersiksa. Aku yakin David sebentar lagi akan sampai"
Dan benar saja David pun telah sampai, dia segera menuju kamar dimana Alya dan Kevin berada.
"Alya..." David langsung menghampiri Alya, dan Alya langsung menepis tangan David yang hendak menyentuh lengannya.
Alya tahu tidak salah jika melakukannya dengan David karena David adalah suaminya, namun ia tidak ingin dengan cara seperti ini, Alya akan dengan suka rela menyerahkan tubuhnya jika suaminya itu tidak pernah menyakitinya dan menumbuhkan dendam dihatinya.
Tanpa ingin membuang waktu lagi, Kevin pun keluar dari kamar itu dan tidak menghiraukan ocehan Alya yang memakinya, saat melewati David, Kevin mengedipkan sebelah matanya sebagai isyarat untuk segera menuntaskan misi nya. David pun mengerti dan segera menutup pintu kamar itu.
Dalam hati David berterima kasih pada Kevin karena telah memberi nya kesempatan ini.
"Jangan sentuh aku, atau aku akan semakin membencimu" tutur Alya dengan menatap tajam David.
"Tapi bagaimana denganmu mu Alya?"
__ADS_1
"Panggilkan Dokter, sekarang!" titah Alya.
Sebenarnya David juga tidak ingin melakukan ini karena ia tahu Alya akan semakin membencinya, namun ia sependapat dengan Kevin bahwa Alya perlahan akan luluh setelah David melakukan itu pada Alya, walau bagaimanapun Alya adalah Istrinya dan sudah seharusnya ia mendapatkan hak nya, saat ini walau dengan cara yang tidak ia rencanakan seperti ini.
Tanpa mendengar makian Alya, David menarik jas Kevin yang melekat ditubuh Alya lalu ia segera mengangkatnya dan membawa Alya ke ranjang.
Sekeras apapun Alya menolaknya, namun ia tidak bisa menyangkal bahwa saat ini ia juga menginginkannya.
(Skip ajalah, aku kok jadi gak semangat yaπ)
Dan akhirnya David dan Alya melakukan kewajiban mereka sebagai suami istri yang sekian lamanya baru mereka lakukan, entah David harus berterima kasih atau melenyapkan pria brengsek yang sudah memberikan obat perangs*ng pada Alya, karena kejadian itu ia akhirnya menyentuh Istrinya.
Namun David sangat bersyukur karena mendapati Alya menjaga dengan baik kehormatannya, dan ialah pertama kali yang menyentuh Alya. Ia pernah berpikir jika Alya juga melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan bersama Lestari karena ia mengabaikan Istrinya itu, namun ternyata dugaannya salah besar, Alya sampai saat ini masih suci dan dialah yang pertama kali mengambil kesucian istrinya itu.
Dan akhirnya Alya pun terlelap setelah pergulatan panas itu. David tersenyum sembari mengusap peluh dikening Alya.
"Aku harap setelah ini hubungan kita akan berjalan sebagaimana mestinya, maafkan atas semua perbuatan ku dulu"
.
.
.
NOTE:
__ADS_1
Yang gak suka harap skip aja ya ππ Memberi saran boleh, tapi jangan sampai menjatuhkan semangat orang ππ Aku hanya sekedar berhalu πππ Pokoknya terima kasih buat yang sudah MAMPIR dan meninggalkan jejak karena itu sangat berharga buat karya ku ini, berkat kalian cerita retjeh ku ini sudah 2 kali masuk rekomendasi. Dan oh ya, novel ini sedang mengikuti event jadi jika berkenan berikan dukungannya sebanyak-banyaknya, love you all πππππ