
"Reno! Reno ayo bangun, kau harus bantu aku membersihkan rumah ini, aku sudah pusing melihat rumah ini berantakan seperti ini"
seorang perempuan hamil mencoba membangunkan Reno yang tidur tengkurep di atas ranjang, untuk membantunya membersihkan rumah yang sudah terlihat seperti kapal pecah karena ulah mereka berdua yang selama seminggu ini berpesta didalam rumah dengan mengundang semua teman-temannya.
"Aduh Lestari! kau ini kenapa sih? pagi-pagi begini udah berisik aja, aku tuh masih ngantuk, kau tinggal bersihkan saja apa susahnya sih!"
Yah, perempuan hamil yang membangunkan Reno itu adalah Lestari, saat ini usia kandungan Lestari lebih tua 1 bulan dari Alya. Usia kandungan Lestari sudah memasuki bulan Ke-delapan, sementara kandungan Alya berusia 7 bulan.
"Mana bisa kau menyuruhku untuk membersihkan rumah ini sendirian, kalau kandungan ku kenapa-kenapa bagaimana? ingat ya Reno, kita bisa tinggal di rumah ini itu karena anak dalam kandungan ku ini, kalau anak ini sampai kenapa-kenapa kita tidak akan mempunyai senjata lagi untuk memeras David!"
Dan lagi-lagi rumah yang ditempati oleh Lestari dan Reno saat ini adalah pemberian David, David terpaksa membelikan Lestari rumah karena terus diancam oleh Lestari untuk membeberkan pada publik kalau anak yang dikandungnya itu adalah anak David, dan sampai anak itu lahir David menuruti semua keinginan Lestari hingga saat nya nanti David akan melakukan tes DNA dan tentunya ia akan melakukan itu tanpa sepengetahuan Lestari.
"Ck kau itu selalu saja mengancam ku seperti itu, iya-iya aku bangun!" ucap Reno berdecak kesal.
Reno, walaupun ia adalah seorang bandar narkoba, tapi ia memiliki sikap yang lembut terhadap wanita, selama bersama Lestari saja ia tidak pernah berlaku kasar walaupun Lestari sering membuatnya kesal. Dan karena bisnisnya yang saat ini sudah tidak aman, iapun akhirnya ikut tinggal bersama Lestari, bersembunyi dari kejaran polisi.
"Lestari, sini sebentar, sepertinya kau melupakan sesuatu" panggil Reno, saat Lestari hendak melangkah keluar kamar.
"Apa? memangnya aku melupakan apa?" Lestari pun melangkah ke arah Reno, dan Reno langsung menariknya duduk di atas pangkuan nya.
"Apa kau lupa, setiap bangun tidur kan aku selalu menyapa si jagoan kecil ini" Reno mengusap usap perut buncit Lestari.
"Hai baby, kamu lagi ngapain? udah bangun belum?" ucap Reno menempelkan kepalanya pada perut Lestari.
"Aku tau, anak ini pasti anakku kan?" Reno menatap lekat kedua mata Lestari mencari jawaban disana, pasalnya setiap kali Reno menanyakan soal anak itu Lestari selalu dengan tegas mengatakan kalau itu adalah anaknya David.
"Kau ini, sudah berapa kali aku bilang, anak ini adalah anaknya...
" Stttt " Reno menempelkan jari telunjuk nya di bibir Lestari. "Tidak usah dilanjutkan, aku bosan mendengar jawaban mu, ayo aku bantu membereskan rumah ini"
__ADS_1
......
Lain halnya dengan perempuan hamil yang berada dirumah yang tak kalah mewah dengan yang ditempati oleh Lestari. Saat ini Alya tengah membenahi penampilannya didepan cermin berukuran besar didalam kamarnya.
"Sudah banyak waktu yang terlewati, dan sekarang sudah saatnya aku melakukan apa yang seharusnya aku lakukan sejak dulu"
Ceklek....
Pintu kamar Alya terbuka, dan masuklah Tyson, Herlina dan juga nek Minah. Mereka bertiga kemudian melangkah mendekat pada Alya yang masih berdiri dihadapan cermin.
"Apa kau yakin akan pergi?" Tyson menepuk pundak putrinya itu.
"Aku yakin Pa, bukankah kemarin kita sudah membahasnya"
Setelah berpamitan pada Tyson dan Herlina juga nek Minah, Alya pun pergi.
.....
"Baik Bu, terima kasih karena sudah menunjukan pada kami tempat persembunyian buronan yang selama ini kami cari" Lalu, ketiga pria berseragam polisi itupun melakukan penggrebekan, sementara Alya menyaksikannya dari kejauhan.
Yah, setelah sadar dari koma nya. Alya mulai mengorek informasi tentang David dan Lestari dari orang-orang suruhannya, dan ia memilih untuk memulainya dari Lestari terlebih dahulu.
Polis pun berhasil menangkap Reno, dari kejauhan Alya tersenyum menyaksikan itu. Namun saat melihat seorang perempuan hamil yang juga dibawa polisi keluar dari rumah itu senyum nya pun hilang seketika.
"Apa ini? kenapa orang-orang suruhan ku tidak memberitahu ku kalau Lestari hamil!" Ah rasanya ingin sekali Alya memukul satu persatu kepala orang-orang suruhannya itu.
"Tapi anak siapa yang dikandungnya itu? bukankah Lestari belum menikah? apakah itu anaknya Reno, atau... huh, aku harus mencari tahu soal ini"
....
__ADS_1
Berita penangkapan Reno, seorang bandar narkoba pun dengan cepat tersebar luas.
David yang saat ini kebetulan sedang menonton TV didalam kamarnya, terkejut melihat berita penangkapan Reno itu.
Di TV diberitakan, bahwa penangkapan Reno ini karena seorang wanita hamil yang sudah memberitahu pada polisi tempat persembunyian Reno, namun wanita hamil yang berinisial 'A' itu tidak ingin dipublikasikan identitasnya.
"Siapa wanita hamil yang sudah melaporkan Reno? 'A' siapa dia?"
. ....
Setelah penangkapan Reno itu selesai dan polisi mengucapkan terima kasih pada Alya. Alya pun pergi ke perusahaan Kevin, tapi tentunya ia tidak masuk kedalam sana hanya melihatnya dari kejauhan.
Setelah beberapa saat menunggu, orang yang ingin dilihat oleh Alya akhirnya keluar dari perusahaan itu dengan beberapa pria paruh baya yang diyakini itu adalah rekan bisnisnya Kevin.
"Kevin, bagaimana kabar mu? apa kau tidak pernah mencari aku? kau kelihatannya baik-baik saja"
Tak berapa lama, keluar seorang laki-laki yang seumuran dengan Kevin dari dalam perusahaan.
"Denis? kenapa dia bisa berada di perusahaan Kevin?"
"Huh, sepertinya aku telah melewati banyak hal" Gumam Alya, lalu pergi dari sana setelah sudah melihat orang yang ingin dilihatnya. Tapi, bukan hanya Kevin yang dilihatnya, tapi juga Denis. Namun, yang Alya tidak tahu, ada hubungan apa antara Kevin dengan Denis.
......
David yang hendak ke dapur untuk mengambil air minum, berpapasan dengan Papa nya yang baru pulang. Yah, setiap akhir pekan Tyson pasti pulang ke rumah utama namun ia tidak mengajak Herlina karena ia tahu istrinya itu pasti tidak akan tega melihat putranya yang terus memohon agar memberitahu di mana keberadaan Alya.
Seperti saat ini, David bersimpuh dihadapan Papa nya.
"Pa, aku mohon Pa tolong beritahukan aku dimana Alya berada, tolong pertemukan aku dengan Alya Pa, kenapa Papa begitu tega melakukan ini papaku"
__ADS_1
"Tidak David, sampai kapanpun Papa tidak akan memberitahu mu di mana Alya berada, sampai Alya sendiri yang mengatakan pada Papa kalau dia ingin bertemu dengan mu, selama Alya tidak mengatakan itu, kamu jangan berharap bisa bertemu Alya!"