Dendam Istri Yang Tak Dianggap

Dendam Istri Yang Tak Dianggap
BAB 18


__ADS_3

David memungut pakaian Lestari yang tercecer di lantai kamar apartemennya, lalu melemparkannya pada Lestari yang masih polos di atas ranjangnya usai ia menggaulinya.


"Pergi kau dari sini, dan jangan pernah muncul dihadapan ku lagi"


Lestari pun segera memakai pakaiannya dan dengan langkah cepat ia keluar dari kamar apartemen itu, saat diambang pintu ia menoleh pada Lelaki yang baru saja menyetubuhinya dengan paksa sembari mengepalkan kedua tangannya. Sangat terlihat jelas diwajahnya bahwa kini ia sedang marah, namun bukan pada Lelaki itu, melainkan pada istri dari Lelaki itu, yang sudah membuat David memutuskan hubungan dengannya.


'Lihat saja Alya, aku akan memberi perhitungan padamu karena sudah membuat David berpaling dariku. Dan kau David, kau pasti akan kembali padaku' ucapnya dalam hati, lalu iapun pergi dari apartemen itu.


Melihat Lestari sudah pergi, David pun juga segera memakai pakaiannya kemudian juga meninggalkan apartemennya. Ia ingin segera pulang untuk memastikan istrinya itu sudah pulang atau masih bersama Lelaki itu.


Dan saat sampai dirumahnya, ternyata Istrinya sudah pulang. Ia mendapati Alya sedang duduk di sofa yang menjadi tempat tidur istrinya itu sedang memainkan ponselnya, dengan menyilangkan kakinya yang hanya mengenakan jeans pendek dan memperlihatkan betis nya yang putih dan mulus.


Alya yang sebelumnya mengetahui suaminya pulang, langsung mengambil posisi dan bersiap memulai aksinya.


David tertegun melihat pemandangan didepannya itu, ia menelan Saliva nya melihat betis Istrinya yang putih dan mulus.


"Apa aku boleh duduk disini?" Tanya David, namun sebelum Istrinya itu menjawab iapun sudah duduk disamping Istrinya.


"Ini kamar Kak David, jadi Kak David bebas mau duduk dimana saja" jawab Alya, tatapannya masih fokus pada ponselnya, sesekali ia tersenyum sambil mengetik sesuatu dilayar ponselnya.

__ADS_1


"Asalkan jangan duduk di pangkuanku, aku tidak akan kuat menopang berat Kak David karena sekarang tubuhku sudah ramping" ucap Alya dengan penuh percaya diri. "Kalau saja tubuhku masih gendut, aku pasti bisa memangku Kak David" sambungnya. Lalu mengetik sesuatu lagi di layar ponselnya.


Dan Kevin pun, yang kini berada di kantor cabangnya. Menyunggingkan senyum dibibir nya, membaca pesan masuk dari Alya yang mengatakan pergerakan suaminya saat ini. "Lakukanlah apa yang ingin kau lakukan Alya, aku mendukungmu asalkan itu membuatmu senang" ucap Kevin melihat deretan pesan masuk dari Alya tanpa membalasnya.


David pun terkekeh mendengar ucapan Istrinya yang terdengar lelucon ditelinga nya, istri yang sering ia hina fisiknya itu ternyata bisa bercanda juga.


"Kalau begitu biar aku saja yang memangku mu, bagiamana?'' David menarik sudut bibirnya menyunggingkan senyum, pikiran kotornya timbul melihat penampilan Istrinya yang terlihat seksi kali ini. Rasa jijik saat melihat bekas luka diwajah Istrinya itupun sirna seketika melihat tubuh istrinya yang begitu menggoda.


"Apakah kekasih Kak David tidak akan marah, jika mengetahui ini?"


"Sudahlah Alya, jangan membahas itu lagi" David meraih kedua tangan Istrinya membawa kedalaman genggamannya. "Asal kau tahu, aku sudah memutuskan hubunganku dengannya, ini semua demi kamu" ucap David mantap, ia berharap Alya senang mendengarnya dan perlahan akan menerima dirinya.


David sudah memutuskan hubungannya dengan Lestari, benarkah? Ah itu malah bagus, dengan begitu ia akan semakin mudah menjalankan aksinya untuk membuat suaminya itu terpikat padanya, lalu setelah itu perlahan ia akan membuatnya merasakan apa yang ia rasakan selama ini. Mencintai tapi tidak dicintai, berharap tetapi tidak dianggap.


"Wah, benarkah itu Kak David?" Alya berpura-pura senang sekaligus terkejut.


Dengan antusias David pun mengangguk. "Iya Alya, aku serius" ucapnya dengan tersenyum.


"Aku jadi merasa bersalah, Kak. Pasti dia sedih sekarang" ucap Alya berpura-pura sedih memikirkan Lestari.

__ADS_1


"Kenapa kau malah kasihan padanya, seharusnya kau senang karena suamimu ini sekarang hanya akan menjadi milikmu seorang" ucap David dengan mantap, dengan tidak tahu malunya ia menyebutkan statusnya sebagai suami Alya, padahal dulu ia tidak pernah menganggapnya sebagai seorang istri.


'Baru sekarang kau menyebut dirimu suami, Kak David. Kemana saja kau selama ini." Batin Alya.


"Karena aku juga wanita, Kak. Jadi aku turut merasakan apa yang dia rasakan sekarang, begitulah yang aku rasakan dulu saat Kak David bersa......"


"Shuttt" dengan cepat David menempelkan jari telunjuk nya di bibir Alya, hingga kini jarak wajah keduanya hanya beberapa sentimeter. Bohong jika sudah tidak mencintai suaminya lagi, buktinya perasaan itu masih ada saat jaraknya sedekat itu. Namun, ia harus menghilangkan perasaan itu agar rencananya bisa berjalan mulus.


"Aku mohon maafkan aku, Alya. Aku janji tidak akan mengulangi itu lagi" ucap David. Iapun semakin mendekatkan wajahnya pada Alya, matanya terus menatap bibir ranum istrinya.


Awalnya Alya terpaku dengan tindakan suaminya, namun dengan segera ia menyadarkan dirinya.


'Apa yang kau pikirkan Alya, dia begini karena penampilan mu sekarang. Lihat lah, dia dengan mudahnya memutuskan hubungannya dengan sekertaris nya, dan nanti jika dia menemukan wanita yang lebih darimu, dia akan kembali mencampakanmu' ucap nya pada dirinya sendiri dalam hati.


David semakin mendekatkan wajahnya, dan Alya bisa merasakan deru nafasnya suaminya yang mungkin tengah bergairah padanya. sedikit mempermainkan nafsu suaminya itu, mungkin akan seru pikir Alya.


Alya pun seakan pasrah dengan tindakan suaminya yang akan mencium bibirnya, dan David pun tersenyum penuh kemenangan melihat istrinya menurut. Iapun memiringkan wajahnya hendak mencium bibir ranum bak buah delima itu, namun saat hanya berjarak sekitar 1 jari, tiba-tiba saja Alya bersin. Jangan ditanyakan lagi apa yang terjadi, sudah pasti wajah David kini basah karena air ludah Alya yang ikut keluar saat bersin.


Seketika David memejamkan matanya, dengan menahan kesal iapun menjauhkan wajahnya lalu mengusapnya dengan telapak tangannya.

__ADS_1


'Maaf, Kak David. Aku tidak akan membiarkan kau mengambil apapun dari tubuhku, walau itu hanya sekedar menciumiku'


__ADS_2