
Alya pun beranjak dari tempat duduknya, ia melangkahkan kakinya mencari keberadaan Nek Minah, menurutnya lebih baik mengatakan yang sebenarnya pada nek Minah. Karena percuma menyembunyikan nya, hal semacam itu lama-kelamaan pasti akan terlihat karena begitu mencolok keberadaannya.
"A-pa? Jadi kamu hamil?" Nek Minah begitu tterkejut setelah Alya mengatakan kalau ternyata dirinya hamil.
Alya menundukkan kepalanya, ia tidak tahu harus berkata apa lagi. Kenapa rasanya begitu sulit untuk pergi jauh dari kehidupan laki-laki yang telah menorehkan banyak luka di hatinya.
"Kalau begitu kamu harus segera pulang, dan beritahukan hal ini pada keluarga dan suamimu" Perintah nek Minah, namun Alya seolah tidak mau mendengarkan nya.
Alya menggelengkan kepalanya. ''Enggak nek, aku sudah sejauh ini, aku tidak akan pulang nek!" Tegas Alya, bagimana ia bisa pulang, sementara saat terakhir sebelum ia pergi, suaminya masih saja membohongi nya dengan mengatakan akan pergi meeting namun kenyataan nya suaminya itu pergi menemui mantan kekasih nya, bahkan didepan matanya sendiri suaminya itu hendak mencium mantan kekasih nya itu.
"Kamu jangan egois, Alya. Pikirkan tentang anak kamu, dia juga membutuhkan sosok ayahnya" Ucap nek Minah dengan mata berkaca-kaca.
"Nenek tau, kamu marah, kamu benci, kamu dendam kepada suami kamu. Tapi pikirkan juga tentang anakmu'' sambungnya, menasihati berharap Alya mau mendengarkan nya.
Alya menggelengkan kepalanya lagi. " Aku bisa menjadi ibu sekaligus ayah untuk anakku, Nek" Tapi nek Minah tidak mau mendengarkan Alya.
"Maafkan nenek, Alya. Kamu harus kembali pada keluarga mu!" Setelah mengatakan itu nek Minah beranjak meninggalkan Alya.
l
"Nek, nenek mau kemana?" Teriak Alya memanggil nek Minah.
__ADS_1
"Nenek akan ke kota, nenek akan memberitahu keluarga kamu tentang kehamilan kamu, mereka pasti senang" Ucap nek Minah begitu antusias.
Alya pun segera memikirkan cara bagaimana untuk mencegah nek Minah agar tak pergi, dengan sangat terpksa Alya harus membohongi nek Minah dengan berpura-pura pingsan.
Brukkkkk.... Alya ambruk, menjatuhkan tubuhnya dengan menyenggol barang-barang di dekatnya. Nek Minah yang mendengar suara gaduh itu segera menoleh, dan alangkah terkejutnya nek Minah melihat Alya telah ambruk ke lantai.
"Alya.... " Dengan cepat nek Minah berlari menghampiri Alya.
"Bangun Alya bangun, baiklah nenek janji nenek tidak akan memberitahu keluarga mu" Nek Minah tersedu-sedu sembari menepuk-nepuk pipi Alya.
Mendengar nek Minah berjanji, Alya pun membuka matanya.
"Sungguh nek? Nenek janji tidak pergi memberitahu mereka? Tanya Alya dengan mata berbinar.
" Kamu itu bikin nenek khawatir saja" Nek Minah menjitak kepala Alya.
"Aduh sakit Nek, maaf nek, habisnya nenek sih mau pergi" Ucap Alya mengerucut kan bibirnya sambil mengusap usap kepala.
"Baiklah, nenek tidak akan pergi memberitahu mereka, tapi nenek mohon pikiran ini matang-matang. Ini bukan hanya tentang kamu sendiri, tapi sekarang ada janin didalam perut kamu yang nanti nya pasti akan membutuhkan ayahnya. Bagaimana nanti kalau dia menanyakan ayahnya? apa kamu bisa menjawabnya? tidak mungkin kan kamu bilang membenci ayahnya" Nek Minah menatap Alya penuh harap, berharap Alya mau mendengarkan nasihat nya.
"Nenek bukannya mau ikut campur dengan rumah tangga kalian, nenek hanya tidak ingin yang nenek khawatirkan terjadi, suatu saat anak ini pasti akan menanyakan keberadaan ayahnya, dan apakah kita harus membohongi dia tentang ayahnya? Tidak Alya, jadi nenek mohon dengan sangat pikirkanlah ini semua dengan matang"
__ADS_1
Nek Minah pun beranjak, masuk ke dalam rumah meninggalkan Alya sendiri diluar
Yang dikatakan nek Minah benar, namun Alya belum bisa berdamai dengan hatinya, rasanya begitu sulit untuk memaafkan seseorang yang sudah memberikan banyak luka.
.
Hari ini David berkeliling menempel poster Alya di setiap tempat, sesekali ia juga bertanya pada orang-orang dengan memperlihatkan poster Alya. Namun mereka semua tidak ada yang mengenal dan melihat Alya. Tapi David tidak pernah patah semangat, ia semakin gencar mencari istrinya.
Dan ditempat lain kevin juga melakukan hal yang sama seperti David, menempelkan poster Alya dan menanyai orang-orang, namun hasilnya juga nihil. Dan sama seperti David, kevin pun tetap semangat mencari keberadaan wanita yang sudah dianggap nya seperti adik sendiri.
Seperti sudah ditakdirkan, bagaimana pun David berusaha menghindari wanita yang sudah menjadi mantan kekasih nya itu, namun takdir seolah selalu mempertemukan nya. Seperti hari, David lagi-lagi bertemu Lestari.
"Wah wah, aku salut loh, ternyata semangat mu tidak pernah patah juga mencari istrimu yang sudah kabur itu" Ucap Lestari tersenyum sinis.
"Sudah lah David, untuk apa mencari yang tidak jelas seperti ini, sudah jelas dia yang pergi meninggalkan kamu, lalu untuk apa kamu repot-repot seperti ini terus mencari nya, membuang-buang waktumu saja" Sambung Lestari, lalu melipat kedua tangannya di dada.
"Kenapa kau sekarang menjadi pengemis cinta seperti ini David? Sangat menjijikkan!"
.
.
__ADS_1
.
Sampai lebaran nanti hanya bisa up 1 bab ya perhari, setelah lebaran nanti baru kembali double up nyaπππ