
Alya kembali ke ruangannya setelah beberapa saat menghindari Keyla yang malah membahas tentang masa lalunya.
Alya menyenderkan kepalanya di kursi kerjanya sembari memejamkan matanya, dia mengingat satu persatu ucapan Papa Tyson, Nayla, Kevin, dan juga Keyla tadi.
Kemarin, Papa Tyson memintanya untuk datang menemuinya di rumah utama. Untuk pertama kalinya, Papa Tyson membahas tentang hubungannya dengan David setelah bertahun-tahun lamanya.
Rentetan setiap ucapan Papa Tyson seolah menari-nari, berputar-putar di telinganya.
'Alya, Papa sudah sering sakit-sakitan, Papa takut kalau Papa pergi nanti siapa yang akan menjaga kamu dan Nayla'
'Alya, apakah kamu tidak mencintai David lagi? apakah kamu tidak ingin kembali lagi pada David? Papa tau ini berat buat kamu, tapi percayalah kalau David sudah berubah, dan Papa sendiri yang menyaksikannya, selama ini David hanya fokus dengan perusahaan saja'
'Atau, kalau kamu memang sudah tidak berkeinginan kembali lagi pada David, carilah pendamping yang benar-benar bisa menjaga kamu dan Nayla kalau Papa sudah tidak ada nanti'
'Papa berharap, kamu bisa memenuhi keinginan terakhir Papa, Alya percayalah David sudah beru-bah'
Papa Tyson memegangi dadanya, beberapa saat kemudian Papa Tyson kehilangan kesadarannya, membuat Alya dan Mama Herlina waktu itu panik dan langsung melarikan Papa Tyson ke rumah sakit tanpa memberitahu pada David karena tidak ingin mengganggu pekerjaannya.
'Ma, kenapa sih Mama gak mau balikan lagi sama Papa? Ma, Papa itu masih sayang dan cinta banget sama Mama. Aku gak tau apapun tentang Mama dan Papa, tapi apapun kesalahan Papa di masa lalu, aku mohon tolong maafkan Papa ya Ma, kembali sama Papa'
'Ma, aku juga pengen seperti teman-teman aku yang selalu didampingi kedua orangtuanya'
Sebenarnya Alya sakit mendengar putrinya memohon seperti itu, tapi dia sendiri lebih sakit jika harus memaksakan suatu hubungan tanpa ada sebuah rasa lagi didalamnya.
'Alya, ini sudah hampir 20 tahun dan kamu masih seperti ini saja. Alya, buanglah sedikit egomu, berilah sedikit kesempatan untuk David. Setidaknya, lakukan demi anak kalian'
'Alya, Nayla selalu menangis setiap kali bercerita pada Reyhan tentang mu dan juga David, apa kau tidak kasihan pada putrimu? Dia juga ingin memiliki orangtua yang lengkap'
__ADS_1
Ucapan Kevin sedikit menyadarkannya, betapa egoisnya dirinya. Tapi, apa mereka lebih tidak egois memaksakan sesuatu yang sulit dia jalankan.
'Alya Alya. Kamu itu, emangnya sudah gak punya niatan lagi apa buat balikan sama David?'
'Tapi Al, Kevin pernah cerita kalau David itu sudah berubah makanya dia ngebet banget mau nyatuin kamu sama David lagi. Reyhan juga sering cerita kalau Nayla itu sering sedih karena kamu gak mau balikan lagi sama Papa nya'
'Jadi, kalau kamu memang sudah tidak berniat buat balikan lagi sama David, apa itu artinya kamu juga akan menikah dengan orang lain nantinya, seperti Mbak?'
Arghhh... Alya merem@s kepalanya sendiri, ucapan ucapan itu membuat kepalanya jadi sakit.
"Apa aku egois? Huh, yah aku emang egois!"
"Nayla, Mama akan coba demi kamu, Nak. Maafkan Mama yang udah bikin kamu sedih. Tapi Mama tidak janji, kalau Mama tetap tidak bisa, Mama akan berhenti" Gumam Alya, sampai pada akhirnya dia tertidur dengan posisinya yang duduk menyenderkan kepalanya di sandaran kursi.
......
Hari ini, David datang ke perusahaannya Kevin untuk melaksanakan meeting dengan beberapa kliennya yang akan dilaksanakan di perusahaannya Kevin, Namun saat sampai di perusahaan Kevin para kliennya belum ada yang datang, David datang terlalu cepat.
Saat mencari ruangan Reyhan, David berpapasan dengan Keyla yang baru saja dari lobi.
"Hai Keyla" sapa David " Aku pikir kamu lagi di ruangannya Kevin, oh ya ruangannya Reyhan di sebelah mana ya?"
Keyla menatap David sebentar, tiba-tiba terbesit di kepalanya untuk mengerjai David.
"Em, disana, itu ruangannya Reyhan" tunjuk Keyla pada ruangan yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.
"Oh itu, ya udah aku langsung ke ruangan nya Reyhan ya" Ucap David langsung menuju ruangan yang di tunjuk oleh Keyla tadi.
__ADS_1
David pun langsung membuka pintu ruangan itu, baru selangkah masuk berdiri di ambang pintu, dia ternganga melihat siapa yang berada didalam ruangan itu, bukan Reyhan melainkan seorang wanita yang tengah tertidur dengan posisi duduk di kursi.
"Alya, apa benar ini kamu?" David pun masuk lebih dalam ke ruangan itu, mendekati wanita yang tertidur itu.
"Alya, ini beneran kamu. Hampir 20 tahun aku baru melihat kamu lagi, kamu masih sama seperti dulu" David menyunggingkan senyum, dia tidak menyangka akan bertemu lagi dengan Alya, selama ini dia memang tidak pernah lagi bertemu Alya. Nayla lah selalu datang pada Papa nya dan menunjukkan foto-foto Alya padanya.
Sementara Keyla di luar ruangan, dia langsung menuju ruangan suaminya setelah David masuk ke ruangan Alya yang dia tunjuk sebagai ruangan Reyhan. Keyla ingin memberitahu Kevin tentang kejahilan nya hari ini.
.......
"Nayla, kamu mau kan nanti ikut ke puncak, reunian?"
"Ya ampun Adit, masih lama loh itu, masih sebulan lagi, lagian aku harus izin dulu lah"
.
.
.
SEDIKIT BOCORAN!
Pacarnya Nayla itu emang Aditya, anaknya Lestari. Tapi Nayla dan Aditya tidak tahu tentang orang tua mereka. Begitupun dengan David, Alya dan Lestari tidak tahu kalau anak mereka berpacaran.
Untuk kisah Nayla, Aditya dan Reyhan nanti bakalan di buatkan novel sendiri, tidak dibahas disini, karena ini bentar lagi bakalan tamat.
Jangan ketinggalan ya nanti kisah Nayla Aditya dan Reyhan disini 👇
__ADS_1
Yang penuh konflik dan lebih menguras emosi 🤣🤣