
"Aduh, eh maaf Kak. Aku tidak sengaja, tiba-tiba saja hidung ku terasa gatal" Alya pun berpura-pura panik karena sudah bersin dan mengenai wajah suaminya.
David tersenyum miris, ia berusaha agar tidak menunjukkan emosinya didepan istrinya. "Tidak apa-apa, Alya. Aku cuci muka dulu sebentar, kamu tunggu aku disini ya" David pun beranjak menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya.
"Untuk apa kau menyuruhku menunggumu disini, Kak. Ah ya pasti kau ingin melanjutkan niat kotormu itu, tapi Aku tidak akan membiarkan itu terjadi" ucap Alya, saat suaminya sudah masuk kedalam kamar mandi. "Apa Kau sudah bernafsu melihat tubuhku sekarang, Kak? Dasar buaya buntung, dulu saja kau merasa begitu jijiknya hanya dengan melihat ku saja" sambungnya dengan mengepalkan kedua tangannya.
Didalam kamar mandi David melihat pantulan wajahnya yang basah, dari cermin. "Tenang David, kau harus bisa meredam emosi mu didepan Alya" ucapnya pada diri sendiri. "Yah, Kau harus melakukan itu kalau Kau ingin Alya bisa bersamamu. Kalau Kau bisa menunjukkan kelembutan mu padanya, perlahan kau pasti bisa mengambil hatinya lagi" ucapnya lagi dengan yakin.
David pun keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil yang ia gunakan mengelap wajahnya yang basah, iapun melangkah menuju dimana Istrinya berada lalu duduk lagi disamping Istrinya.
"Kak David, Aku benar-benar minta maaf" kata Alya, ia menunjukkan kalau ia benar-benar merasa bersalah dan tidak enak karena sudah bersin diwajah suaminya itu.
Davis tersenyum. "Tidak apa-apa, Alya. Lihat, aku sudah membersihkan wajahku" ucapnya dengan menunjukkan handuk kecil yang ia pakai mengeringkan wajahnya.
"Sebagai permintaan maaf ku, bagaimana kalau malam ini Aku mentraktir Kak David untuk makan malam diluar" kata Alya, ia akan menjalankan rencananya yang selanjutnya jika suaminya itu bersedia makan malam diluar bersamanya.
Dan David tentu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu, karena ia juga sedang berusaha mendapatkan hati istrinya. "Tentu Aku mau, tapi apa Kau punya uang untuk mentraktirku?" Tanyanya.
"Kak David lupa ya? Aku kan sekarang sudah menjadi Brand Ambassador di perusahaan Kevin, tentu Aku mendapatkan bayaran yang tidak sedikit. Anggap saja, ini sekalian Aku mentraktir Kak David karena Aku sudah memiliki pekerjaan sekarang" ucap Alya, dengan sedikit menggerak-gerakkan tubuhnya bak model.
Melihat tubuh istrinya yang meliuk-liuk, semakin mengundang gairahnya. Namun sebisanya ia menahan sesuatu yang bergejolak dalam dirinya, ia tidak boleh gegabah dalam mendapatkan hati istrinya.
*****
"Wah, kalian mau kemana? rapi sekali" tanya Tyson, yang melihat putra dan menantunya menuruni anak tangga secara bersamaan dengan pakaian yang rapi.
__ADS_1
"Iya, kalian mau kemana?" Tanya Herlina juga.
"Kita mau makan malam diluar Pa, Ma" jawab David. "Alya yang mentraktirku, kan dia sekarang sudah menjadi Brand Ambassador nya Kevin" ucapnya dengan menekan saat menyebut nama Kevin, ia merasa jengah menyebutkan nama Lelaki itu. "Alya sekarang pasti punya banyak uang" sambungnya, tersenyum pada kedua orangtuanya itu.
"Iya, tapi tetap saja Kamu itu suaminya" ucap Herlina menatap putranya. "Apa tidak malu, masa CEO ditraktir sama istrinya sendiri" ujarnya, menyindir putranya.
"Tapi Ma, Alya sendiri yang mau mentraktirku" kata David, membela diri.
"Iya Ma, Aku sendiri kok yang mau mentraktir Kak David" jawab Alya, membenarkan ucapan suaminya.
"Tuh kan, Mama denger sendiri tuh" ucap David, menatap sinis Mama nya bak anak kecil yang mendapatkan pembelaan.
*****
"Sebenarnya, Kau mau mengajakku makan malam dimana?'' tanya David, setelah memakai sabuk pengamannya, lalu memakaikan nya juga pada Alya.
"Cafe?'' David mengernyitkan dahinya.
"Iya, cafe. Kak David masih ingat tidak? dulu Kak David pernah menelponku dan mengajakku untuk makan siang dicafe, tapi waktu itu tidak jadi karena Kak David tiba-tiba ada meeting mendadak" ucap Alya, ia sengaja mengingatkan itu pada suaminya karena pada waktu itu juga, penculikan terhadap dirinya terjadi dan pelakunya itu adalah Suaminya sendiri bersama dengan kekasihnya.
David terdiam sejenak, tentu saja ia masih mengingatnya, karena itu adalah bagian rencananya sendiri untuk menyingkirkan Istrinya itu.
"Em iya, Alya. Aku masih ingat, jadi Kau ingin makan dicafe itu dan menggantikan makan siang kita yang tertunda waktu itu dengan Kau mentraktirku malam ini di cafe itu" ucap David kemudian setelah beberapa saat terdiam, ia berusaha terlihat setenang mungkin dihadapan Istrinya.
Dan Alya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Setelah mobil David melaju meninggalkan pelataran rumahnya, dua mobil yang terparkir tak jauh dari rumah itu juga langsung melaju mengikuti mobil David.
Ponsel Alya berdenting tanda pesan masuk, dan Alya langsung menyunggingkan senyum melihat isi pesan itu.
'Saat Kau memberitahu akan ke cafe bersama suamimu, Aku berniat mengikutimu untuk memastikan kau baik-baik saja. Dan saat Aku sampai di sekitar rumahmu, ternyata disana juga ada mobil Lestari sedang mengintai. Aku harap Kau berhati-hati, Aku takut Lestari berbuat sesuatu yang buruk padamu karena David telah memutuskan hubungan dengannya, dan sekarang Aku sedang mengikutimu begitupun dengan Lestari' Kevin.
Setelah membaca pesan dari Kevin, Alya membuka kaca mobil dan lalu melihat ke arah spion, dan benar saja 2 mobil sedang mengikuti mobil yang ditumpanginya.
"Kau melihat apa, Alya?" Tanyanya David, melihat Alya membuka kaca mobil.
"Ah tidak melihat apa-apa, Kak" Alya segera menutup kembali kaca mobilnya. Lalu, iapun membalas pesan dari Kevin.
'Terima kasih atas informasinya, dan itu sangat bagus sekali karena Lestari membawa dirinya sendiri masuk kedalam neraka nya'
Sesampainya di cafe, David keluar dari mobil terlebih dahulu lalu membukakan pintu mobil untuk Istrinya. David mengulurkan tangannya menyambut Istrinya, dan Alya dengan senang hati menyambut uluran tangan suaminya.
Saat sudah keluar dari mobil, Alya mengedarkan pandangannya mencari sosok yang mengikutinya. Dan benar saja, tak jauh dari tempat mobil suaminya diparkiran, wanita yang menjadi kekasih suaminya itu menatapnya dengan tatapan penuh kebencian, melihat itu Alya dengan sengaja merangkul lengan suaminya lalu melangkah masuk kedalam cafe dan membuat Lestari yang berdiri di samping mobilnya mengepalkan tangannya dan memukul pintu mobilnya dengan tinju.
Sementara David, ia begitu senangnya saat Istrinya itu merangkul lengannya, padahal ia tidak tau saja kalau itu adalah bagian dari permainan Istrinya. Setelah Lestari, baru setelah itu ialah selanjutnya.
Sementara Kevin, yang juga mengikuti Alya, ia tetap berada didalam mobilnya memantaunya dari dalam sana. Berjaga-jaga, jika Lestari nekat melakukan sesuatu yang buruk terhadap Alya.
Didalam cafe...
Pelayan datang membawakan pesanan makan Alya dan David. David pun berinisiatif menyuapi Istrinya dan Alya dengan senang hati menerima suapan itu dengan senyuman yang menghiasi wajahnya dan semakin membuat David terpesona padanya.
__ADS_1
'Tunggu saja giliran mu, Kak David. Setelah Aku puas bermain-main dengan kekasihmu, barulah Kak David selanjutnya. Aku jadi sudah tidak sabar, melihat kak David berada dalam keterpurukan seperti yang Aku rasakan dulu. Terlebih dahulu Aku akan membuatmu merasakan bahagia, lalu setelah itu Kau akan mengemis cinta padaku' Ucapnya dalam hati, sembari menerima suapan demi suapan dari suaminya.